
Demi Tuhan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri!
Sebenarnya aku tak tahu harus memulai darimana kisah luar biasa ini. Namun, yang jelas, semua itu nyata adanya. Bukan karangan, fiksi apalagi sekadar khayalan.
Tak dapat dibayangkan bagaimana aku melihat sosok seorang manusia yang benar-benar mampu melompat begitu tingginya ke udara. Saking tingginya sehingga sesungguhnya aku yakin bahwasanya sosok itu sedang terbang. Tubuhnya mencelat dengan tinggi ke angkasa tanpa ada terlihat alat atau bantuan apapun. Setelah sampai di angkasa, sosok itu kemudian turun menghujam ke bumi entah dimana, diantara pepohonan besar-besar berdaun lebat tetapi lusuh, serta bangunan-bangunan padat dari beton. Dari situ ia kemudian menghilang tak terlihat lagi sama sekali.
Meskipun memang sepasang mata adalah indra utama, tetapi mata juga dapat menipu. Apa yang terlihat belum tentu sesuai dengan keyataan. Sada banyak faktor yang mempengaruhi hal-hal yang kita lihat, belum lagi perasaan dan keadaan psikologis serta pikiran kita saat kita sedang menyaksikan sesuatu itu.
Hanya saja kali ini sangatlah berbeda. Karena tidak hanya sekedar mata fisikku yang melihat, bahkan mata hati dan pikiranku pun terbuka. Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang kulihat bukan merupakan halusinasi, delusi dan khayalan belaka. Sulit untuk tidak mempercayai mata sendiri kali ini.
Sudah selama berbulan-bulan, masyarakat dengan dukungan penuh dari media terus memburu sosok misterius dengan berita yang begitu fenomenal. Semua mata tertuju pada pencarian berita yang terfokus pada orang ini, atau entah sosok mahluk apapun sebutannya.
__ADS_1
Mendengar fenomena tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa sebagai seorang sosiolog dan ilmuwan, aku benar-benar memahami bahwa mitos, kisah-kisah supranatural dan hal-hal yang bersifat keagamaan atau religi tidak bisa lepas dari pola pikir bangsa ini. Rasionalitas diletakkan pada tingkat kedua bila suatu fenomena tertentu muncul. Kejadian yang sedikit aneh dan diluar nalar atau sekadar tidak bisa dijelaskan hampir selalu pasti dianggap bersifat gaib dimana ada kekuatan magis yang terlibat. Bahkan aku pun mengakui bahwa pola pikir yang didasarkan pada mitos dan supranatural juga hadir dalam alam bawah sadarku. Namun bukan berarti aku termasuk orang yang langsung percaya dengan takhayul.
Namun, hari ini, untuk pertama kalinya, dimana setelah bertahun-tahun aku yang tidak dapat begitu saja mempercayai keberadaan hantu dan mahluk-mahluk mistis atau semua hal yang berbau supranatural ternyata tergoncang juga jiwanya. Aku sekuatnya berusaha untuk kembali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dan memikirkan ulang semua hal yang kupercayai selama ini. Rasa percaya diriku runtuh seruntuh-runtuhnya.
Beberapa bulan terakhir, kaum elit politik, pebisnis, pegiat media, para peniliti dari segala ilmu, kaum religius, pemerintah dan para aparat penjaga keamanan – polisi dan tentara, semuanya berada dalam hiruk-pikuk. Entah dimulai dari mana berita yang dimuat di media cetak yang awalnya berasal dari cerita yang semula dianggap sekedar cerita murahan yang lebih pantas dicantumkan di tabloid-tabloid mistis dan supranatural ini. Kemudian koran-koran bertema kriminal mengambilnya sebagai tajuk berita dan akhirnya terus merangkak sampai ke berita nasional.
Berita dari kumpulan preman yang dilumpuhkan oleh hanya satu orang yang tak dikenal, sampai para buronan perampok bank yang didapatkan menggelepar di depan kantor polisi beserta hasil-hasil rampokannya terus menghiasi headline koran, tabloid, majalah serta berita radio, televisi dan tentu saja Internet.
Berita semakin bergulir dengan panas dan liar ketika kemudian seorang politisi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi tetapi seakan tak terjamah oleh hukum, tak lama berteriak-teriak bagai orang gila di depan salah satu kantor sebuah media yang paling populer di negara ini bersaksi dengan menyebutkan semua kesalahan yang telah ia perbuat dan semua orang yang terlibat dalam pidana korupsi yang ia lakukan.
Alhasil, tindakan ini berhasil!
__ADS_1
Meskipun kemudian sang politisi langsung disangkal beramai-ramai, disangsikan dan ditolak mentah-mentah oleh para rekan politisi, rekan bisnis, dan tentu partai politiknya sendiri. Kisah yang ia kemukakan dianggap hisapan jempol belaka. Ia juga dianggap memiliki gangguan jiwa, apalagi berita-berita yang ditayangkan di acara infotainment dianggap hanya bersifat gosip.
Namun, tak peduli seberapa kuat panyangkalan tersebut, tak pelak masyarakat dan media terlanjut menjadi histeris. Para kaum elit politik yang namanya disebut-sebut sang politisi korban sosok misterius itu sebagai bagian dari dosa-dosanya menjadi meradang. Bahkan tak berapa lama oknum-oknum kepolisian yang dikenal kotor juga merapatkan diri untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Apalagi ini berhubungan dengan keamanan dan isu publik yang sangat gencar diberitakan.
Dalam waktu kurang dari enam bulan saja, semua orang berkicau melalui Internet, utamanya media sosial. Perdebatan dan teori konspirasi menjadi tema utama atas kemunculan sosok tersebut. Bahkan jalanan pun ramai dengan teori yang muncul dibahas dimana-mana.
Di sisi lain, pihak Kepolisian menyebut fenomena ini sebagai bagian dari upaya terorisme yang sengaja meneror negara dan keamanan masyarakat. Pemerintah sudah jelas menyangkal keberadaannya dan mengatakan ini adalah kegiatan kriminal yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok dengan sangat terorganisir, bahkan lebih jauh bisa jadi dolakukan oleh kaum separatis.
Sikap para pemegang kekuasaan yang buka-bukan dan terang benderang dalam menentang kejadian ini malah menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Masyarakat sebaliknya mempertanyakan kebenaran pengingkaran mereka itu, apalagi aparatur penegak hukum di bangsa ini memiliki sejarah yang tidak begitu baik di mata rakyat.
Sedangkan, jelas pula para politisi benar-benar menghindari untuk menyikapi hal ini. Mereka mencoba menjadi sedikit lebih bijak dari Kepolisian dengan tidak terlalu menanggapinya dengan terlalu serius. Mereka beranggapan bahwa kejadian-kejadian tersebut hanyalah kejadian acak dan meminta masyarakat untuk tidak berpikir di luar nalar.
__ADS_1
Walau bagitu, semua pun paham, apapun pikiran dan argumentasi para politisi tersebut, mereka sebenarnya sedang menutup erat-erat segala kegiatan dan rahasia mereka karena khawatir bisa saja kejadian pada salah satu politisi itu menimpa mereka meski mereka pun masih belum yakin apa yang sedang terjadi.
Masyarakat sendiri gegap gempita. Segala hal yang berbau mitos, magis dan ajaib muncul ke permukaan. Orang-orang yang mengaku sebagai paranormal, baik yang populer maupun ‘idealis’ turut berkomentar. Masyarakat membangkitkan cerita lama tentang orang-orang kuat serta sakti di masa lampau, mitos-mitos klasik tentang kepahlawanan pada masa jaya kerajaan-kerajaan nusantara sampai masa penjajahan Belanda dan Jepang. Para pendidik, ilmuwan dan teoris ikut campur tangan dalam hiruk-pikuk dengan mengembangkan beragam hipotesa.