Sang Tetuka Adiwira

Sang Tetuka Adiwira
Hikayat Negarakrtgama Ihwal Limabelas


__ADS_3

Kaum agamawan tentu saja tidak dapat menyerah dengan menerima begitu saja penjelasanku. Seperti yang Erika sampaikan, mereka juga beranggapan terlalu dini dan ceroboh berpikir bahwa Gatotkaca adalah utusan Tuhan. Bagaimana bila sosok yang disebut Gatotkaca oleh media ini malah sesungguhnya adalah jin dan iblis yang menyerupai manusia yang bertugas untuk menggeser iman umat-umat beragama agar meninggalkan kepercayaan mereka dan beralih memujanya? Untuk ini jujur aku tidak bisa menjawabnya. Aku hanya mengatakan bahwa kita akan lihat sendiri sepak terjangnya, apakah Gatotkaca memang berpihak pada kebaikan atau kebatilan. Sembari kita memutuskan, bagaimana bila kita terus meningkatkan iman kita sendiri, bila mereka khawatir, mengapa tidak melakukan hal yang nyata untuk umat agar lebih percaya kepada Tuhan?


Kaum dan praktisi hukum tidak mau ketinggalan. Bagi mereka, tindakan main hakim sendiri bukanlah tindakan yang tepat dan diterima untuk sebuah negara hukum, sebuah negara yang demokratis dan beradab. Apalagi Gatotkaca terbukti telah melakukan banyak tindakan merugikan, termasuk sedikit banyak menjadi penyebab kematian sang jendral. Dalam pola dan sudut pandang hukum, Gatokaca perlu diselidiki dan patut dihukum bila memang terbukti bersalah. Begitu mereka berpendapat. Mereka juga mengambil beberapa catatan dari buku-bukuku mengenai kekerasan di negara ini. Khusus bagi mereka, aku berbalik badan dan tidak melayani.


Sejujurnya, aku benci orang hukum.


Kaum politisi juga ikut ambil suara. Menghadapi mereka, aku bukan lagi berbalik arah, tetapi benar-benar menutup telinga dan mata terhadap mereka.


Aku benci politisi, melebihi benciku pada orang hukum.


Ilmu pengetahuan, science, mencoba melihatnya dari sisi rasionalitas dan ilmiah. Dan para ilmuwan berhasil menyatakan bahwa bahkan secara scientific hal ini juga dimungkinkan, mengingat banyak sekali catatan orang-orang dengan kemampuan luar biasa di dunia. Banyak pula dari mereka yang melalui penelitian dan dinyatakan sebagai superhuman, atau orang dengan kekuatan luar biasa.


Sebut saja Mak Yuree, seorang praktisi beladiri dari negeri Bhutan yang dimasukkan dalam daftar salah satu dari lima orang superhuman di dunia dimana kekuatannya diceritakan di saluran televisi Discovery Channel. Ia mengikuti serangkaian tes ilmiah di laboraturium tim ilmuwan Discovery Channel yang akhirnya menyimpulkan bahwa Dr. Yuree Vajramuni mampu meningkatkan kekuatan ototnya sampai 96% karena perintah otaknya.

__ADS_1


Atau Thai Ngoc dapat tak tidur selama 33 tahun tanpa sakit dan tetap memiliki gaya hidup yang normal. James Holman, Daniel Kish dan Ben Underwood, para tunanetra yang kemampuan sensornya bahkan melebihi kemampuan manusia biasa, dimana mereka mampu mendeteksi dan menggambarkan benda-benda sekeliling mereka dengan detil yang luar biasa dengan menggunakan echo yang dihasilkan oleh mereka sendiri, misalnya hanya dengan mendecakkan lidah. Kemampuan ini mengingatkan aku akan salah satu tokoh superhero dalam dunia komik Marvel, yaitu Daredevil.


Media lah yang memegang peranan terbesar dalam mengabarkan dan memberikan informasi terbaik dan terlengkap beserta alternatif-alternatifnya kepada masyarakat. Media memberikan pandangan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menilai kejadian ini dengan sebijak mungkin. Ini mungkin akan sangat berarti untuk pembentukan mental masyarakat ketika nantinya Gatotkaca akan terus melancarkan aksinya. Yang jelas, apapun itu masyarakat harus siap.


“Pak Negara tahu jelas kan apa yang bapak sampaikan kepada publik ini telah mengkristal menjadi semacam ajaran sesat? Bapak paham bahwa pola pikir bapak membuat masyarakat seperti memusuhi aparat dan negara?” Sang politisi yang bernama Balai Sigalagala yang sudah aku benci dari dulu menyembur dengan berapi-api di sebuah tayangan televisi nasional.


“Maaf Bapak Balai, masyarakat tidak memusuhi aparat dan negara, mereka memusuhi kebatilan, kejahatan, kebohongan, korupsi, kesewenang-wenangan, dan ...”


“Dan siapa Anda yang memutuskan siapa yang jahat dan siapa yang baik? Itu adalah tugas para penegak hukum, termasuk urama di dalamnya adalah aparat Kepolisian dan negara. Lagipula, apa ini berarti Bapak Negara menuduh negara dan aparaturnya adalah orang-orang jahat dan batil seperti yang Bapak jelaskan sebelumnya?” Balai memotong.


“Bagi saya apapun, siapapun dia, Gatotkaca kek, superhero kek, tetap saja ia telah mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakat. Dan Anda telah menghasut masyarakat untuk membelanya, menyanjungnya. Itu kesalahan fatal Pak Negara,” jawab Balai yang juga tanpa mau mengalah.


“Sekarang Anda yang berhalusinasi pak Balai. Ketertiban dan rasa aman masyarakat mana yang Anda maksudkan? Korupsi merajarela, kemiskinan menjadi-jadi, pertikaian antar kelompok etnis dan agama, kriminalitas yang membabi buta, dan Anda berani-beraninya mengatakan bahwa masyarakat sekarang sedang aman dan tentram? Anda buta atau pura-pura buta?” jawabku sedikit terbawa emosi.

__ADS_1


Balai Sigalagala terkekeh. “Anda berbicara tanpa dasar sama sekali. Anda lah yang akan disalahkan bila masyarakat semakin kacau dan merasa tidak aman. Anda, Pak Negara, yang harus menjaga mulut Anda karena berbicara yang tidak-tidak tanpa landasan kepada masyarakat. Menurut saya, Anda membahayakan banyak orang. Dan menurut saya juga, Anda perlu dibungkam!” Keluar sudah kata-kata kasar dan bernada ancaman Balai Sigalala.


Erika yang menjadi moderator perbincangan kami memotongnya sembari mengingatkan agar kami berdua bisa menahan emosi dan berhati-hati menggunakan kata-kata yang terlalu kasar dan vulgar.


Acara itupun usai.


“Jangan Bapak masukkan hati kata-kata si Balai, Pak Negara. Bapak tahu sendiri Balai adalah preman pasar yang kebetulan menjadi wakil rakyat karena kekuatan massa dan intimidasinya,” Erika membuka kalimat ketika kami sudah berada di mobil. Ia bersikeras mengajakku dengan mobilnya untuk makan malam setelah talkshow dan perdebatan yang melelahkan tadi dengan sang politisi.


Well, aku rasa ini adalah sebuah kencan.


“Iya Erika, ia merasa terancam karena sebagai politisi busuk dengan kasus korupsi segudang, keberadaan tokoh seperti Gatotkaca dapat mengancam posisinya. Saya diharap untuk dapat dibungkam dan tidak menyebarkan dukungan terhadap tindak tanduk Gatotkaca,” emosiku mendadak luntur bagai es yang terkena matahari musim panas. Erika lah penyebabnya. Suara dan pandangannya yang menyejukkan membuat segalanya seperti lebih mudah. Cinta memang misterius, jauh lebih misterius dibanding Gatotkaca.


“Nah sebagai gantinya, saya akan traktir Pak Negara ke tempat makan favorit saya. Makanan penyegar jiwa, membuat hati yang panas menjadi segar,” Erika tertawa renyah dan manis. Aku melumer. Rasanya seperti jantungku jatuh dari rongga dada.

__ADS_1


Di kompleks parkiran tepat dibawah restoran Chinese food yang Erika katakan sebagai tempat favoritnya, suasana sangat sepi. Terlalu sepi menurutku, atau mungkin aku terlalu paranoid. Entah apa penyebabnya, namun kompleks parkir bawah tanah ini serasa terlalu lebar dan terlalu kelam. Setelah Erika memarkirkan mobilnya, hanya ada satu mobil sedan hitam yang melintas di depan kami. Anehnya, mobil itu berhenti tak jauh dari tempat memarkir mobil.


Baru saja kami berdua keluar dari mobil, rasa paranoid dan kecemasanku menjadi nyata. Jelas kulihat empat orang laki-laki turun dari mobil yang mereka letakkan bukan di area yang seharusnya menjadi area parkir. Darahku berdesir dengan sangat cepat ke otakku, membuatnya serasa keram.


__ADS_2