Sang Tetuka Adiwira

Sang Tetuka Adiwira
Hikayat Negarakrtgama Ihwal Duapuluh Enam


__ADS_3

Beberapa hari setelah konferensi pers yang diadakan Balai, pihak Kepolisian juga segera mengadakan konferensi pers di Markas Besar Kepolisian. Ini juga bertepatan dengan sehari setelah kejadian malam itu di apartemen Erika. Komisaris Polisi Janaka Pratama menjadi pembicaranya. Kompol Janaka adalah seorang anggota Kepolisian dengan raut wajah yang teduh dan ramah tetapi berbanding terbalik dengan suaranya yang terdengar tegas.


Dalam kesempatan kali itu Kompol Janaka yang mewakili Kepolisian merasa perlu menjelaskan beberapa hal yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Media terutama menyoroti pernyataan-pernyataan Balai mengenai Gatotkaca, yang secara khusus telah aku dan Erika sebuah dengan Tetuka, dan perseteruannya denganku.


Sebenarnya ada hal yang lebih mengejutkan bagiku dan Erika. Namun, saat ini kami dan pihak Kepolisian setuju untuk sementara menyembunyikannya dari publik, walau Erika sendiri adalah seorang jurnalis, yang sedikit banyak hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsipnya. Ini demi keamanan dan kelancaran penyidikan. Itu yang disampaikan Kompol Janaka.


Hal mengejutkan itu adalah bahwasanya orang yang terkapar dihajar sang Tetuka di apartemen Erika, dan tubuh pingsannya yang membuatku tersandung, adalah salah satu anggota Kepolisian!


Tetuka sepertinya juga memiliki panca indera yang sangat tajam dimana ia dapat mendengar detil beragam kejadian dari jarak yang jauh. Ini terbukti kurang dari satu menit pasukan khusus datang ke apartemen Erika malam itu, tepat seperti yang diutarakannya.


Dari situlah semuanya kami jelaskan kepada para penyidik. Penyelidikan pun menjadi semakin merumit dan bersifat politis. Kami bingung harus percaya kepada siapa. Kompol Janaka sepertinya orang yang dapat dipercaya dengan cara bicara dan perilakunya yang tidak membuat kami terancam, akan tetapi kami pun tetap harus waspada dan menyimpan beberapa hal detil tentang kejadian malam itu.


“Terimakasih kepada rekan-rekan media yang telah datang. Saat ini saya mewakili Kepolisian ingin memberikan beberapa penjelasan kepada masyarakat mengenai beberapa hal yang sedang mengemuka di negara kita dan ramai dibicarakan di berbagai media,” suasana hening ketika Kompol Janaka membuka suara.

__ADS_1


Hanya bunyi shutter lensa dan kilatan flash kamera yang terlihat setiap beberapa detik.


“Saya tekankan sekali lagi kepada masyarakat bahwa Kepolisian sedang gencar-gencarnya menyelidiki kasus figur misterius yang diebut Gatotkaca. Kami paham bahwa Kepolisian pun saat ini sedang mempertaruhkan namanya agar dapat dipercaya oleh masyarakat. Kami pun paham betapa Gatotkaca adalah sosok yang sangat mengejutkan dan fenomenal. Beberapa menganggap ia adalah seorang pahlawan yang dengan kekuatan saktinya berusaha menegakkan keadilan, sedangkan beberapa menganggap ia adalah sosok yang sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat di negara ini. Kepolisian pada dasarnya tidak dalam kapasitasnya untuk berpihak pada pendapat-pendapat ini,” Kompol Janaka mengedarkan pandangannya pada kamera-kamera yang sedang merekam setiap bagian dari pidatonya.


“Tugas kami adalah menegakkan keadilan dan menciptakan keamanan di negara ini. Siapapun warga dapat berpartisipasi dan bekerja sama dengan Kepolisian namun dalam koridor hukum tentu saja. Bila Gatotkaca orangnya, kami pun bersedia bersama-sama membangun rasa aman pada masyarakat, namun bila sebaliknya, dengan cara apapun kami akan meringkus Gatotkaca untuk menciptakan ketertiban, keteraturan dan rasa aman masyarakat,” ujarnya.


Kompol Janaka melanjutkan, “Saat ini kami tengah menyelidiki sepak terjang Gatotkaca dan seberapa pengaruhnya pada keamanan. Kami juga tidak menampik bahwa ada oknum-oknum aparat dan kelompok-kelompk tertentu yang ikut bermain di keruhnya suasana. Oleh sebab itu, kami meminta kembali kepercayaan publik dan kebijaksanaan media untuk membantu Kepolisian. Saya juga secara pribadi meminta Gatotkaca, atau siapapun Anda sebenarnya disana, untuk menjadi partner atau mitra Kepolisian dalam usaha kami mencari kebenaran.”


“Pak Negara dan Erika, saya tidak akan berbasa-basi mengenai hal ini. Saya tahu bahwa anggota kami banyak yang terlibat. Sulit buat kalian untuk mempercayai kami sebagai polisi. Begitu pula kaum politisi dan pejabat khususnya. Balai kami lepaskan karena kami terikat hukum. Namun sama sekali bukan berarti kami lemah. Kami juga sedang mencari keterangan dari anggota kami yang didapati menjadi salah seorang penyerang di apartemen Erika. Sudah saatnya bagi kalian untuk mencoba jujur dan memercayai kami. Paling tidak, saya adalah orang yang dapat kalian percayai.”


“Oiya, apakah bapak Janaka bisa percaya bila saya katakan bahwa Gatotkaca bisa terbang dan tak satupun peluru pistol Kepolisian yang dapat melukainya?” Erika bertanya.


“Tentu saja saya percaya, Erika. Bahkan semua anggota Kepolisian percaya hal ini. Ini bukanlah hal yang baru.”

__ADS_1


“Apa?” aku dan Erika bertanya serentak. Kami terkejut dengan jawaban Kompol Janaka.


“Ya. Saya akan jujur kepada kalian untuk mendapatkan kejujuran kalian pula. Sudah banyak kasus yang dihadapi Kepolisian mengenai hal semacam ini. Banyak orang sakti di negeri ini yang kebal senjata dan memiliki ilmu luar biasa lainnya. Namun kebanyakan mereka adalah perampok, penjahat yang menggunakan kemampuan mereka untuk melakukan tindak kejahatan. Meski belum ada yang dilaporkan memiliki kekuatan sehebat Gatotkaca ini, mereka juga kerap membuat polisi kewalahan. Namun karena mereka melakukan kejahatan, Kepolisian pun sampai saat ini dapat mengalahkan, melumpuhkan atau bahkan membunuh mereka dalam keadaan yang memaksa. Namun, Gatotkaca berbeda. Ia sepertinya berdiri di sisi kebaikan. Banyak anggota Kepolisian yang ketakutan karena selain kuat, ia memiliki misi yang para penjahat takuti,” kalimat-kalimat yang menghambur dari mulut Kompol Janaka pelan, perlahan namun tegas.


Ia melanjutkan, “Saya secara pribadi kagum atas tindakan Gatotkaca yang ksatria dan pemberani. Saya berjanji akan kembali menjerat Balai dan antek-anteknya. Saya juga akan membongkar kejahatan para oknum aparat yang bermain dibalik semua ini. Saya akan sekuat tenaga melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah saya emban bertahun-tahun. Tapi itu akan terasa sulit bila tidak ada kepercayaan dari kalian dan masyarakat secara umum. Saya memerlukan kalian dan Gatotkaca.”


Aku menatap Erika. Kami sudah seperti rekanan yang hampir selalu saling setuju dan saling memberikan keputusan secara bersama-sama. Bagaimana tidak, sudah dua kejadian yang melibatkan keamanan kami berdua sekaligus melibatkan sang Tetuka di dalamnya. Rahasia demi rahasia, misteri demi misteri, perlahan terbuka di depan kami berdua. Aku dan Erika adalah dua sosok yang mungkin sekali berbahaya bagi Balai Sigalagala dan orang-orang di belakangnya, sekaligus menjadi orang penting bagi Tetuka serta publik.


Erika menatap balas dengan sepasang mata sipit tetapi kerap membulat indah itu. Ia memberikan sengatan persetujuan yang entah bagaimana caranya dapat kubaca.


“Apa yang pak Janaka perlukan dari kami?” kataku setelah diam dan menimang-nimang cukup lama.


Bila Kompol Janaka sudah berani membuka rahasia Kepolisian di hadapan kami, mungkin sekali kami juga bisa percaya kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2