
Khaleed begitu bersemangat menuju lokasi yang dikirimkan oleh Dita. Ia mengenakan pakaian terbaiknya, itu sih versi dia. Padahal apa yang melekat pada tubuhnya selalu terlihat sempurna.
Hal tersebut bisa terlihat saat ia turun dari mobil dan masuk ke sebuah restoran ternama. Soul Restaurant, menjadi pilihan Dita untuk mengajak Khaleed bertemu. Semua mata langsung tertuju pada pria itu. Wajah eropa mix timur tengah dengan mata biru iru benar-benar membuat mata terpana.
" Hai, di sini!"
Dita melambaikan tangannya. Jika orang-orang terpana dengan tampilan Khaleed, pria itu justru sangat terpana dengan tampilan Dita yang tanpa seragam. Cantik, itulah yang bisa Khaleed katakan saat ini.
" Maaf, apakah sudah lama menunggu."
" Tck tenang saja, baru 10 menit yang lalu akau sampai."
Dita tersenyum, senyum yang membuat hati Khaleed meleleh. Tampaknya Khaleed benar-benar jatuh sejatuh-jatuh nya oleh pesona Dita.
" Jadi apa yang ingin kau katakan?"
Khaleed sesaat terdiam. Ia tentu harus merangkai kata yang tepat untuk mengatakan maksud hatinya. Kesannya terburu-buru memang, tapi sungguh Khaleed tidak ingin Dita dimiliki orang lain.
" Aku ~"
" Aah pesanan sudah datang. Mari kita makan dulu."
Khaleed mendengus pelan. Rasanya ia ingi menembak pelayan tadi yang menurutnya datang tidak di waktu yang tepat.
Akhirnya keduanya lebih memilih untuk makan dulu. Kebiasaan Dita dan keluarganya adalah tidak ada suara saat makan. Mereka selalu mengedepankan hal tersebut. Makanan adalah bagian dari rezeki, dan mereka selalu menikmati rezeki tersebut dengan hikmad.
Khaleed sedikit terkejut melihat Dita makan dengan cepat. Meskipun begitu tidak terlihat berantakan sama sekali. Bahkan bisa dibilang Dita tetap anggun meskipun makan dengan cepat.
" Maaf, aku nggak bisa makan lama-lama. Udah kebiasaan sat set."
Khaleed mengangguk lalu tersenyum. Ia tentu paham dengan maksud Dita. Dita akhirnya menunggu Khaleed makan. Dita melihat pria yang ada di depannya itu dengan seksama. Cara makan Khaleed tidak seperti orang biasa. Terlihat sekali itu adalah cara makan orang berstrata sosial tinggi.
Tapi Dita tidak mau memusingkan hal tersebut. Tentu itu bukanlah urusannya. Ia tidak mau ikut campur atau ingin tahu urusan orang lain.
" Baiklah, semua sudah selesai. Coba katakan apa yang ingin kamu sampaikan." Dita memposisikan duduknya Dengan benar.
__ADS_1
" Aku, ehmmm maksudku, Letnan, aku menyukai mu."
Seketika Dita tertawa. Ini adalah hal paling lucu yang ia dengar. Bagiamana pria yang baru saha ia temui itu tiba-tiba menyatakan cinta. Cinta pada pandangan pertama kah? Tentu Dita tidak percaya. Di jaman sekarang ini mana ada cinta yang begitu.
" Haish, jangan bercanda. Candaan mu sama sekali tidak lucu."
Khaleed mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Tampaknya Dita tidak percaya dengan perasaannya. Ia pun meraih tangan Dita yang ada di atas meja. Khaled lalu menggenggamnya. Tatapan mata tajam tapi lembut itu berhasil membuat Dita sesaat terhipnotis.
" Letnan aku serius. Aku menyukaimu saat kamu menolongku waktu itu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu saat itu. Dan sebenarnya kedatanganku ke negeri ini karena kau ingin mengutarakan isi hatiku padamu."
Dita benar-benar terpesona dengan setiap apa yang Khaleed ucapkan. Gadis yang belum pernah tersentuh oleh cinta dari seorang pria itu nyatanya bisa hanyut saat ini oleh kata-kata Khaled. Dita lalu kembali bisa menguasai hatinya. Ia menarik tangannya dari genggaman Khaleed.
" Maaf aku tidak bisa."
" Tidak perlu dijawab sekarang. Masih banyak waktu. Aku tidak akan memaksamu letnan. Tapi bolehlah aku berusaha?"
" Baiklah terserah padamu saja."
Khaleed tersenyum, ia menganggap ini adalah sebuah kesempatan. Tidak masalah saat ini dirinya ditolak, tapi Khaleed yakin ia bisa mendapatkan hati gadis itu.
" Hai, udah pada makan belum?"
Ady, Eka, Brahma, dan Alsaki langsung menoleh ke sumber suara. Senyum mereka mengembang sempurna saat melihat Dita berdiri di sana kecuali Alsaki, pria itu sama sekali tidak tersenyum. Ia memasang wajah datar sambil berjalan cepat menghampiri Dita.
Greb
Alsaki memeluk Dita dengan erat. Terang saja hal itu membuat Dita terkejut begitu juga tiga rekan mereka.
" Weeeh kemajuan bang."
" Yoi, baguslah. Dah lah pura-pura nggak lihat aja."
Eka dan Indra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar percakapan Brahma dan Adyaksa. Kedua bontot tim tersebut memanglah tidak mengerti mengenai perasaan Alsaki terhadap Dita.
" Syukurlah kau baik-baik saja Ta. Apa kau tahu, aku sungguh khawatir padamu. Sehari menunggumu bagai sebulan, waktu terasa begitu lama."
__ADS_1
" Aku oke bang, semuanya dapat selesai dengan baik. Maaf ya sudah membuatmu khawatir. Next misi aku akan membawa tim bravo bersamaku."
Alsaki tersenyum, ia pun menarik Dita dan membawanya berkumpul dengan yang lain. Obrolan seru pun akhirnya mengalir dengan sendirinya.
Misi Dita berhasil dengan sempurna. Penghargaan kembali di dapat oleh Dita.
Khaleed benar-benar berusaha keras mendapatkan hati Dita. Ia benar-benar fokus dengan Dita sampai melupakan keadaan gangster nya. Odion yang berkali-kali menghubunginya hanya dijawab sekenanya oleh Khaleed.
Dua minggu berlaku setelah pernyataan cinta Khaleed dan hari ini ia kembali menyatakan perasaannya. Kali ini ia yakin Dita akan menerimanya.
" Letnan, aku benar-benar menyukaimu. Bisakah kita menjalin hubungan. Aku tulus dangan hatiku."
Dita sedikit bimbang dengan hatinya sendiri. Bagaimana tidak, selama dua minggu ini Khaleed benar-benar bersikap lembut. Selalu berhasil membuat Dita menjadi seorang gadis biasa. Dita juga merasa begitu dihargai dan di istimewakan. Hati wanita mana yang tidak tersentuh oleh sikap pria yang seperti itu, tidak terkecuali Dita.
Apakah itu adalah cinta? Dita tidak tahu pasti. Tapi yang jelas ia menemukan rasa nyaman saat berasa bersama Khaleed.
Apa aku juga jatuh hati pada pria ini? Apakah aku harus mencobanya menjalin hubungan dengannya.
Khaleed benar-benar merasa harap-harap cemas. Tapi dia sungguh yakin kali ini Dita akan menerimanya.
" Bagaimana letnan, haruskah aku kembali menunggu beberapa waktu lagi untuk mendapatkan jawaban dari mu?"
" Tidak perlu, mari kita mencobanya."
Senyum Khaleed mengembang sempurna. Reflek ia langsung memeluk Dita. Sungguh ia sangat senang. Dita pun membalas pelukan Khaleed. Gadis itu juga merasa bahagia untuk saat ini.
" Terimakasih sudah menerimaku. Aku berjanji aku tidak akan mengecewakanmu."
" Tunggu, kita akan mencobanya dulu. Aku belum sepenuhnya menerimamu?"
" Ya ya ya terserah padamu. Yang jelas aku sungguh senang sekarang."
Dita pun tersenyum lebar. Ia juga merasakan sebuah kebahagiaan. Jika boleh dibilang mungkin memang baru kali ini kita merasakan hal seperti itu. Tanpa ia sadari ada dua pasang mata melihat kearah sejoli yang tengah dilanda asmara itu.
Satu pasang mata menatap tajam dan satunya lagi tertunduk lesu.
__ADS_1
TBC