Satoe Tanda Cinta Letnan

Satoe Tanda Cinta Letnan
STCL 43. Tidak Akan Melepasmu


__ADS_3

Lamunan Bagio langsung bubar saat rumahnya di datangi beberapa orang. Pak Rt, dan anggota kepolisian. Bagio sungguh terkejut saat melihat beberapa petugas berseragam tersebut. Ia merasa tidak melakukan sebuah kesalahan sama sekali. Lalu, mengapa mereka datang? Para petugas itu untuk apa mereka ada di sini?


" Selamat malam Pak Bagio ini ada beberapa pihak kepolisian yang mencari anda," ucap pak RT.


" Ini sebenarnya ada apa ya?" sahut Bagio dengan wajah sedikit kalut. Ada sebuah rasa takut yang menggelayuti dirinya.


" Apa benar Anda saudara Bagio? Apakah saya bisa bertemu dengan kedua anak saudara yang bernama Reno dan Resa?"


Bagio lantas memanggil kedua anaknya tersebut. Tanti yang masih merajuk di dalam kamar akhirnya pun ikut keluar saat mendengar teriakan bagi yang begitu keras.


" Ada apa sih teriak-teriak begitu emang nggak bisa manggil pelan,"ucap Tanti spontan. Tampaknya wanita belum menyadari bahwa di depan rumahnya sedikit agak ramai dengan kedatangan Pak RT dan beberapa petugas kepolisian. Seketika Tanti langsung diam seribu bahasa saat melihat banyak orang di sana. Tubuhnya seketika bergetar saat melihat petugas polisi. Keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.


" Mau apa mereka kemari? Apa mereka tahu bahwa aku yang meracuni wanita itu? Tidak, itu tidak mungkin. Tidak ada satu orang pun yang tahu mengenai hal itu. Bahkan Bagio pun tidak tahu."


Batin Tanti berkemelut, rasa takut, khawatir, dan lainnya. Wanita itu merasa dirinya saat ini berdiri disamping jurang yang curam. Salah sedikit maka ia akan terperosok kedalamnya. Tanti mencoba tenang, ia mengambil nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan perlahan. Seulas senyum ia perlihatkan di bibirnya demi mengurasi rasa takutnya.


" Maaf Pak RT dan Pak Polisi, ini ada apa ya kok malam-malam begini kemari."


Reno dan Resa juga ikut terkejut dengan kedatangan para polisi itu. Tapi mereka masih berpikiran santai. Tidak terbesit sedikitpun pikiran buruk hingga salah satu petugas kepolisian mengeluarkan sebuah surat.


" Ini adalah surat penangkapan dari polres kota J. Saudara Bagio, Saudara Reno dan juga Saudara Reni, kami harus membawa Anda semua ke kantor polisi. Kami menangkap Anda dengan tuduhan pembobolan rumah tanpa izin juga pencurian serta perusakan."


Semua nya langsung terkejut. Sebuah pertanyaan terbesit dalam pikiran mereka, kapan mereka melakukan itu semua. Hanya ada satu rumah yang pernah mereka datangi yakni rumah Alsaki.

__ADS_1


Bagio yang sedari tadi masih diam kini langsung mengangkat kepala lalu membusungkan dadanya. Ia merasa bahwa dirinya tidak bersalah.


" Apa yang Anda katakan sepertinya salah pak. Itu rumah anak saya sendiri, bagaimana bisa dikatakan mencuri di rumah anaknya sendiri. Ini sungguh lucu."


Bagio bersikap tenang. Ia tentu tidak takut menghadapi hal tersebut. Dalam pikirannya, Alsaki tidak mungkin melakukan penangkapan terhadap dirinya.


" Anda bisa menjelaskan di kantor Pak Bagio. Tugas kami membawa Anda. Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti kami. Kami harap Anda semua bersikap kooperatif."


Awalnya Reno dan Resa panik, tapi setelah Tanti membisikkan sesuatu keduanya tampak tersenyum kecil dan mau mengikuti keinginan petugas kepolisian. Pun dengan Bagio, pria itu mengangguk patuh. Ketiganya mengikuti petugas polisi tanpa ada rasa takut.


" Ikut saja, toh Alsaki tidak akan berani berbuat macam-macam. Ia tidak mungkin mempertaruhkan namanya sebagai seorang anggota militer untuk menjebloskan bapak kandungnya sendiri dan juga adik-adiknya."


Kalimat itu lah yang dibisikkan Tanti kepada Reno dan Resa. Kedua orang yang sebenarnya sudah dewasa itu tentu langsung sepakat dengan sang ibu.


" Aaah senangnya. Rupanya tidak adanya mereka bertiga lumayan membuat rumah ini terasa lebih luas. Baiklah paling juga besok mereka akan lepas. Jadi biarkan malam ini aku akan menikmati indahnya malam tanpa suara-suara mereka."


Tanti masuk ke dapurnya dan bersenandung kecil. Ia merasa bagaikan piknik di rumahnya sendiri. Tidak dipungkiri Bagio yang sudah tidak bekerja membuat Tanti sedikit muak. Semua bermula dari Tanti yang selalu menuntut Bagio memberinya uang lebih.


Waktu itu saat menikah dengan Tanti dan mengungsikan Al ke rumah nenek dan kakeknya Bagio masih bekerja sebagai karyawan pabrik. Sebenarnya jabatannya lumayan karena dia seorang supervisor. Tapi ulah Tanti yang terus menerus meminta uang bulanan yang lebih akhirnya membuat Bagio berbuat curang. Ia sering menyusupkan barang pabrik dan menjualnya di luar. Lama kelamaan hal tersebut diketahui juga oleh pihak pabrik dan


akhirnya di pecat.


Bagio pun pindah bekerja di tempat lain. Kemampuan mengemudi menjadikannya melamar sebagai supir pribadi. Tapi dia berakhir dipecat juga setelah 3 bulan bekerja. Bagio sering mengambil barang-barang dari rumah majikannya. Ia juga sering menggunakan mobil sang majikan untuk bepergian bersama Tanti dan anak-anaknya tanpa izin terlebih dahulu.

__ADS_1


Beruntung waktu itu majikannya hanya memecatnya dan tidak melaporkan kepada polisi. Setelah itu Bagio enggan bekerja karena Tanti selalu menuntut lebih dan lebih. Biarlah ia hidup dengan uang hasil pensiunan ibu dari Alsaki.


Kembali lagi kepada Tanti yang saat ini berkutat di dapur. Wanita itu benar-benar menikmati malamnya. Ia bahkan membuat makanan kesukaannya dan menikmatinya sendiri.


" Kapan lagi benar-benar bisa menikmati makan dengan tenang begini. Besok harus kembali siap mendengar Bagio dan anak-anak."


Sepertinya apa yang dipikirkan dan diprediksi Tanti sepenuhnya salah. Ia berpikir bahwa Alsaki akan tidak akan meneruskan kasus ini bukan? Tentu tidak, Alsaki sudah mantab mengambil jalur hukum untuk memproses tindakan ayah dan kedua adik nya.


Bahkan oleh bantuan Dita, Alsaki mendapatkan penasehat hukum dari Black Wolf. Tidka lupa kan, Black Wolf menjadi salah satu organisasi penyedia jasa pengacara. Tidak akan ada yang bisa berkelit dari mereka.


" Terimakasih Ta untuk bantuannya."


" Jangan sungkan. Jika abang sudah yakin dengan keputusan abang, orang milik Uncle Ar akan melakukan yang terbaik. Dan dijamin ini akan mulus."


Alsaki mengangguk paham. Ia benar-benar sudah yakin melakukan hal tersebut. Ia ingin ayahnya kembali kepada jalan yang benar. Ia tahu bapaknya adalah orang yang baik sebenarnya tapi monster itu sudah memberi virus buruk kepada Bagio sehingga pria itu menjadi buruk juga.


Alsaki melenggang keluar kantor polisi bersama Dita. Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan menikmati malam. Keduanya tadi sengaja tidak membawa kendaraan karena ingin jalan kaki.


Senyum mengembang di bibir Alsaki dan Dita, sesekali mereka saling menatap. Dita kini bisa merasakan sepenuhnya bahwa benar dia mencintai Alsaki.


Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan raut wajah seseorang yang saat ini begitu sangat marah melihat dua sejoli itu. Tangannya mencengkeram erat setir kemudinya.


" Seperti ini rupanya. Aku tidak akan melepas mu."

__ADS_1


TBC


__ADS_2