Satoe Tanda Cinta Letnan

Satoe Tanda Cinta Letnan
STCL 42. Cerita Lalu


__ADS_3

Setelah beberapa hari kedatangannya ke negara ini Khaleed yang mengubah namanya menjadi Robertho Philip mulai melakukan aksinya. Sedikit tapi berkelanjutan. Khaleed melakukan apa yang sudah ia rencanakan. Ia mengangkut barang-barang haram itu berbarengan dengan kapal barang yang ia gunakan untuk transportasi mengirim barang milik kliennya,


Pria itu tersenyum puas saat kapalnya menepi di dermaga. Akan ia tidak akan langsung memasarkan barangnya itru sekarang. ia tentu akan melihat target pasar terlebih dulu. Salah satu cara yang ia gunakan adalah memasuki kumpulan kaum-kaum borjuis. Ia yakin mereka adalah orang-orang berduit yang mudah sekali disusupi oleh barang-barang seperti itu.


" Amankan dulu semuanya, semua siap edar kalau aku memberi kalian perintah."


" Baik bos!"


Robert benar-benar puas. Ia berjalan dengan menegakkan kepalanya seakan-akan ingin mengatakan bahwa, hei lihatlah tidak ada hal yang terjadi bukan, semuanya baik-baik saja. Tanpa ia sadari gerak-geriknya telah diawasi. Bahkan sejak dia menginjakkan kaki di negeri ini pun sudah terawasi.


" Benar, dia orangnya?'


" Bagus, terus awasi. Jangan sampai lemah. Kita akan menggiring dia ke pihak yang berwajib. Jika dia tidak bisa diadili di negaranya maka kita akan membuat dia menyesal karena tiba di negara ini."


komunikasi dua arah itu langsung diputus. Sebuah seringai terbit di bibir seoran wanita paruh baya. Silvya, semenjak ia mengetahui Khaleed aka Ameer aka Robertho mendekati putrinya ia langsung memerintahkan seseorang untuk mengawasinya.


Rowena, Silvya meminta anak buahnya yang bernama Rowena untuk mencari tahu segala hal mengenai Khaleed. Bahkan dengan kemampuannya yang mumpuni Rowena bisa menyusup masuk ke pabrik pembuatan obat terlarang milik Khaleed. Rowena bahkan tanpa diketahui bisa mendengarkan semua pembicaraan Khaleed dan asistennya termasuk rencana mereka memalsukan kematian dan operasi ganti wajah.


" Enak saja kau mau berbuat rusuh di wilayahku. Jika kemarin kamu mau melakukan apapun di negaramu dan sebelahnya aku tidak ikut campur tapi di sini maka jangan salahkan aku. Aku sungguh tidak akan sungkan lagi."


Tampaknya Khaleed benar-benar salah perhitungan. Klan mafia yang dia anggap sudah musnah itu rupanya masih bisa membocorkan rahasia yang mereka susun dengan rapi. Seharusnya Khaleed mendengarkan kata-kata Odion. Bocah itu memang sangat susah mendengarkan pendapat orang lain jika sudah memiliki kemauan.


Khlaeed melenggang masuk ke rumah yang sudah ia beli. Setelah sehari tinggal di apartement, pria itu merasa tidak leluasa sehingga dia langsung mencari rumah dan membelinya. Di dalam rumah tampak Odion tengah berkutat di dapur sedang mempersiapkan makan malam.

__ADS_1


Khlaeed meletakkan tas nya dan melenggang ke dapur. Menarik salah satu kursi lalu menghempaskan tubuhnya di sana. Odion yang melihat wajah kelelahan Khlaeed langsung menyodorkan sebotol air mineral.


Gluk gluk gluk


Khaleed menenggak air mineral tersebut hingga tandas. Tubuhnya menjadi sedikit segar. Pria itu lantas memindai sekeliling sudut rumah. Ia mencari keberadaan Jasper.


" Jas mana Di?" tanya Khaleed.


" Di ruang kerjanya. Dari hari pertama kali kesini aku meminta dia mencari informasi mengenai dua klan mafia yang menguasai negara ini tapi sudah 3 hari ini dia belum juga menemukan apapun," jawab Odion sambil menumbuh kentang yang akan dia jadikan karbohidrat untuk menemani daging steik yang saat ini tengah ia grill.


Khaleed membuang nafasnya dengan kasar , sudah berkali-kali ia sampaikan kepada Odion dan Jasper bahwa mereka tidak perlu merasa khawatir yang berlebih. Tapi tetap saja kedua orangnya begitu ketakutan. Khaleed pun acuh, ia memilih melenggang pergi menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri.


" Dita," gumam Khaleed lirih mengingat wanita yang bersemayam dalam hatinya. Berada di negara yang sama, menghirup udara yang sama bahkan di kota yang sama terasa begitu jauh. Jarak yang ia rasakan seperti bermil-mil jauhnya.


Tampaknya Khaleed ingin kembali meraih Dita dengan menggunakan identitas yang berbeda. Akankah usaha Khaleed berhasil? Ragu, pria itu sempat meragu tapi lagi, dia jika sudah berkemauan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.


🍀🍀🍀


Bagio sedang berpikir mendapatkan uang, segala hal ia lakukan. Entah untuk apa uang yang mereka dapat karena setiap memilikinya pasti langsung habis. Terlebih kedua anaknya yang sudah dewasa itu hanya berpangku tangan.


" Kampret bener Reno sama Resa. Mereka tidak bisa diandalkan. Percuma aku punya anak-anal itu. Masih bagus dulu hidup dengan ibunya Al tidak pernah merepotkan ku. Menikah dengan Tanti malah membuatku susah."


Bagio termenung mengingat kehidupannya dulu bersama istri pertamanya. Tidak pernah ada keributan, tidak pernah ada adu mulut. Semuanya begitu damai. Tapi semua berubah saat Tanti masuk ke kehidupan rumah tangga mereka.

__ADS_1


Tanti adalah karyawan pabrik tempat Bagio juga bekerja. Gadis itu tertarik dengan Bagio saat pertama kali masuk bekerja. Tanti tidak tahu jika Bagio sudah berkeluarga. Gadis itu pun semakin gencar mendekati Bagio. Hingga akhirnya dia tahu bahwa pria tersebut sudah beristri. Tapi karena sudah kepalang cinta, Tanti pun mengabaikan status Bagio. Awalnya Bagio juga acuh. Tapi semakin hari Tanti semakin berani mengejar Bagio.


Hingga suatu ketika saat acara gathering perusahaan Tanti berniat memikat Bagio. Waktu itu ibu Alsaki tidak bisa ikut dikarenakan tidka mendapat jatah cuti dari kantor sehingga Bagio menghadiri acara itu sendiri.


Kesempatan itu tentu digunakan Tanti untuk untuk mengikat Bagio, dan hal tak pantas pun terjadi. Bagio tentu bingung hingga Tanti menawarkan meminta pernikahan siri. Wanita itu berjanji tidak akan membocorkan rahasia tersebut kepada istri pertamanya.


Namun, tampaknya rencana Tanti lebih dari itu. Ia menginginkan Bagio menjadi satu-satunya miliknya.


" Aku akan membuat wanita itu menyingkir untuk selamanya. Lumayan juga dia punya dana pensiun bukan. Jadi mati pun tetap berguna."


Sungguh Tanti begitu keji. Dia menjalankan rencananya saat mendapat jatah off dari pabrik, saat itu Bagio sedang bekerja. Tanti mendatangi rumah Bagio.


Dengan membawa dua buah botol minuman kesehatan. Tapi ternyata salah satunya sudah ia beri sianida.


Ibu Alsaki yang pada dasarnya adalah wanita baik tentu menerima Tanti dengan tangan terbuka. Dan mulailah akting Tanti, seolah menjadi wanita yang paling tersakiti ia mengatakan Bagio telah meradupaksa dirinya dan kini dirinya hamil.


" Mbak, aku hanya tidak ingin anak ini tidak berbapak."


Sakit hati ibu Alsaki mendengar semua penuturan wanita itu. Ia tidak menyangka suami yang selama ini baik bisa berbuat hal keji dibelakangnya.


Saat melihat ibu Alsaki yang tengah sedih, Tanti pun memberikan satu botol minuman itu. Ia mengajak wanita yang duduk di depannya untuk minum bersama. Ibu Alsaki tidak menaruh curiga apapun, Tanti terlihat seperti wanita baik yang sedang memperjuangkan hak nya.


Tak berselang lama Ibu Alsaki langsung jatuh tak sadarkan diri, Tanti bergegas pergi sambil membawa sisa minuman yang masih ada di dalam botol. Wanita itu menyeringai, rencananya sungguh berhasil tanpa ada hambatan sedikitpun.

__ADS_1


TBC


__ADS_2