
" Saya mencintai Anda dengan tulus dan sepenuh hati Anda. Saya sungguh tidak main-main, saya akan menemui ayah Anda untuk meminta Anda menjadi istri saya."
Sebuah ungkapan cinta yang sangat formal Alsaki tujukan kepada Dita. Layaknya seorang bawahan memberikan laporan kepada atasannya. Itu lah yang Alsaki lakukan saat ini. Tidak romantis? biarlah dikatakan begitu. Yang terpenting ia bisa mengungkapkan rasa hatinya. Alsaki tidak ingin ada hambatan lagi saat keinginan menyatakan cinta sudah di depan mata.
Kali ini hanya sebuah luka tembak. Entah apa lagi nanti. Ia tidak ingin meregang nyawa sebelum menyatakan perasaannya. Diterima atau tidak itu urusan nanti.
" Tapi bang aku~"
" Aku tahu, kamu sudah punya kekasih. Aku hanya sekedar mengungkapkan hatiku. Ibarat sebuah pertaruhan, jika kamu menerima berarti itu sebuah keberuntungan buat ku. Tapi jika tidak, maka aku akan membuat kamu mengatakan iya."
Laah maksa, hahah othor be like.
Dita membulatkan matanya mendengar ucapan Alsaki terlebih kalimat yang terakhir. Apakah Dita boleh mengambil kesimpulan bahwa Alsaki benar-benar menginginkan mereka bersama? tapi sejauh apa yang Dita tangkap memang seperti itu adanya.
Ada getaran berbeda yang Dita rasakan saat mendengar ungkapan cinta formal dari Alsaki. Jantungnya berdetak lebih cepat dan dadanya bergemuruh. Hal tersebut tidak ia rasakan saat Ameer aka Khaleed mengutarakan cinta nya. Terlebih dengan tegas dan berani Alsaki mengatakan akan langsung menemui papa nya. Itu merupakan sebuah rasa tersendiri yang menurutnya begitu dalam.
" Gimana Ta, aku tidak akan memaksamu untuk menjawab cepat. tapi aku harap kamu bisa menjawab dengan cepat."
" Lah piye to uwong iki, itu bukannya sama ya bang, haish."
" Yo podo, makane ndang dijawab ( ya sama, makanya buruan dijawab)."
Dita menepuk keningnya, tampaknya Alsaki sungguh ingin segera mendapat jawaban. Tapi Dita harus mengikuti prosedur yang ada. Ia harus mengakhiri hubungannya dengan Khaleed dulu baru bisa menerima Alsaki. Bagaimana pun saat ini Dita adalah kekasih Khaleed. Akan tetapi mengetahui identitas Khaleed sebenarnya merupakan sebuah celah untuk mengakhiri hubungan mereka.
Dita membuang nafasnya kasar. Tidak pernah bersinggungan dengan cinta, kini ia dihadapkan dengan masalah yang rumit. Itu menurut gadis itu.
__ADS_1
Alsaki bisa melihat wajah kebingungan dari gadis yang duduk disebelahnya itu. Sebuah kesimpulan yang Aslaki ambil bahwa Dita juga memiliki rasa padanya. Mungkin gadis itu saat ini tengah dilema.
" Jangan terlalu dipikirkan, aku akan menunggumu. Sekarang kembalilah dulu untuk istirahat. Bukankah kamu juga harus membuat laporan kepada atasan?"
Dita mengangguk, ia memang belum sempat melaporkan apa yang terjadi kepada atasan nya. Meskipun ia yakin Ahmad sudah melakukannya akan tetapi dia juga punya kewajiban untuk lapor.
" Baiklah bang, aku akan membuat laporan dulu. Setelah itu aku akan kembali."
Saat Dita hendak membalikkan badan untuk keluar dari ruang rawat tersebut, Alsaki menarik tangan Dita hingga tubuh Dita terhuyung dan jatuh diatas tubuhnya. Dita sedikit panik, takut ia menekan dada Aslaki. Gadis itu hendak bangkit tapi oleh Aslaki ditahan.
Wajah keduanya sangat dekat. Mata mereka saling bertemu, Alsaki mencari dirinya di mata gadis itu. Ia pun tersenyum, lalu sedetik kemudian Alsaki sudah mendaratkan bibirnya pada bibir Dita. Ciuman itu semakin dalam, Dita bahkan sudah memejamkan matanya menikmati setiap sesapan dan belitan lidah Alsaki. Sejenak keduanya hanyut dalam ciuman mereka hingga Aslaki melerainya.
Pria itu kembali menatap mata sang letnan. Mata Dita sungguh cantik, hidung mungil dan bibir yang membuatnya selalu tidak tahan sekarang jika melihatnya terlalu lama.
" Apakah bisa ku simpulkan bahwa kau juga memiliki rasa yang sama dengan ku?"
Alsaki tersenyum senang, paling tidak ia tahu jawaban Dita sekarang. Dita masih berada di atas tubuh Alsaki, ketika hendak turun Alsaki kembali meraup bibir Dita. Salahkan dia? biarkan saja, ia hanya ingin sesaat menikmati kesalahannya itu. Setelah pulang dari sini ia akan langsung menemui Dika dan Silvya. Bodo amat dengan pria yang bernama Khaled. Dan dalam hidupnya baru kali ini Alsaki ingin egois. Ia tidak akan melepaskan wanita yang sudah memenuhi relung hatinya tersebut.
Diluar Brahma yang hendak masuk ke ruangan Alsaki urung saat melihat kedua sejoli itu sedang berciuman. Brahma yang sempat membuka pintu kembali menutup pintunya. Tentu orang yang dibelakang Brahma merasa heran dengan apa yang dia lakukan itu.
Ya, siang ini anggota tim Bravo akan mengunjungi Alsaki sekalian menggantikan Dita berjaga. Tapi melihat apa yang terjadi di dalam rasanya ini bukanlah waktu yang tepat.
" Ada apa sih bang, katanya mau masuk?" tanya Eka dengan wajah keheranan.
"Eh itu nanti saja, ayo kita makan dulu saja," jawab Brahma sekenanya.
__ADS_1
Terang saja semua orang merasa aneh dengan sikap Brahma tersebut. Tapi akhirnya mereka setuju dengan usul Brahma. Kebetulan mereka memang belum makan.
" Ini yang namanya celaka membawa berkah," gumam Brahma dalam hati. Ia melenggang dengan penuh senyuman mengikuti rekannya yang lain yang sudah jalan terlebih dulu.
🍀🍀🍀
Kegundahan dan kegalauan jelas dirasakan oleh seorang pria berdarah eropa mix timur tengah. Pria itu sekarang hanya bisa duduk dan menunggu.
Baru kemarin mendapat kabar bahwa markas nya berhasil di sergap oleh pihak berwajib. Mereka yang waktu itu pergi tanpa bisa mengamankan apapun hanya bisa pasrah menerima fakta semua barangnya disita oleh kepolisian.
Akan tetapi bukan itu yang jadi pikiran Khaleed saat ini. Pikirannya saat ini melambung melintasi pulau, laut, dan benua. Tiba-tiba ada sesuatu di hatinya yang hilang.
Ingin sekali Khaleed menghubungi Dita. Akan tetapi hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan. Jasper meminta Khaleed untuk tidak menggunakan alat komunikasi apapun. Itu tentu akan membahayakan bagi dirinya sendiri.
" Sedang memikirkan apa?" tanya Odion sambil duduk di sebelah Khaleed menikmati gelapnya langit malam. Saat ini merek sedang ada di sebuah tempat persembunyian. Di mana tempat tersebut adalah sebuah tempat dimana gudang sesungguhnya gangster Vugel Ceilo. Buka hanya gudang, ditempat itu juga terdapat sebuah pabrik yang digunakan Khaleed untuk membuat obat-obat terlarang.
" Tidak ada, aku hanya berpikir bagaimana aku bisa kembali ke permukaan. Baru berapa hari di sini saja aku sudah bosan setengah mati."
Odion tentu sangat mengerti. Khaleed adalah tipe-tipe extrovert. Dia suka bersosialisasi dengan banyak orang. Jadi berdiam diri di tempat begini pasti membuatnya tidak paham.
" Ada satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari semua orang yang mencari mu."
" Apa itu?"
Khaleed membelalakkan matanya mendengar jawaban Odion. Ide yang sama sekali tidka pernah terlintas itu, kini sedikit membuat dia mempertimbangkannya.
__ADS_1
TBC