Satoe Tanda Cinta Letnan

Satoe Tanda Cinta Letnan
STCL 45. Akan Ku Balas


__ADS_3

Bukannya dibawa ke RSMH, Robertho aka Khaled dibawa ke rumah sakit milik jason. Tentu ambulan yang dipesan oleh Dita sudah disabotase oleh Silvya. Bahkan Dika, sang suami sudah diajak kerja sama. Saat ini pun Dika sudah berada di rumah sakit Jason menunggu kedatangan ambulan yang membawa Khaleed.


Seuai keinginan Silvya, ia menginginkan Robertho di tangani oleh Jason. Jika dibawa ke rumah sakit biasa maka nanti ia hanya akan diberikan ke negaranya untuk diadili dan tentu hal tersebut tidak diingkan oleh Silvya.


Pasti pemuda itu akan bisa melarikan diri kembali. Maka lebih baik biarkan Jason yang menanganinya di sini.


Akan tetapi, tentu hal utama yang mereka akan lakukan yakni melakukan pertolongan terlebih dulu. Sebagai dokter mereka memiliki sumpah untuk menyelamatkan siapapun yang tengah terluka di depan mereka tanpa memandang suku, ras, agama ataupun status.


" Langsung bawa ke ruang operasi. tampaknya dia mengalami pendarahan yang serius," perintah Dika kepada beberapa tim medis dan juga Jason. Keduanya langsung mesuk ke ruang operasi dan melakukan tindakan terhadap Khaleed.


Di sisi lain, Alsaki dan beberapa prajurit di bawah kolonel Hendar langsung mengepung kapal di dermaga yang di duga kuat terdapat obat-obatan terlarang. Tidak ada perlawanan yang berarti karena disana tidak ada penjaga atau sejenisnya.


setelah itu mereka pun beringsut menuju rumah yang di duga sebagai markas Vugel Ceilo. Odion dan Jasper yang sedang asik berbincang sedikit terkejut saat mendengar pintu rumah mereka diketuk. Mereka berdua saling pandang. Keduanya yakin itu pasti orang lain. Selama ini Jika Khaleed pulang maka ia akan langsung masuk karena Khaleed memiliki kunci rumah sendiri.


Odion dan Jasper langsung mengambil pistol mereka. Dengan langkah perlahan kedua orang itu berjalan menuju pintu belakang. Tampaknya mereka bersiap untuk kabur.


Namun nahas, rumah mereka sudah dikepung. Odion dan jasper terus nekat berlari melalui pintu belakang. Mereka masih berharap bisa lolos.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan saling bersautan. Odion dan Jasper menembak terlebih dulu para anggota tentara. Namun semua tidak berjalan lancar. Mereka berdua jelas kalah jumlah. Keduanya jatuh tersungkur saat lengan dan kaki mereka mendapat sasaran timah panas.


Pasrah, hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini saat tubuh mereka diangkat dan dimasukkan ke mobil para prajurit tersebu


" Terimakasih Kapten Alsaki, ini benar-benar tangkapan besar. Kamu berhasil mengetahui letak orang-orang gangster Vugel Celio yang jadi incaran interpol. Aku yakin kamu akan dapat balasan yang semestinya. tunggu saja panggilan dari pusat."

__ADS_1


" Terimakasih kolonel."


Meskipun dalam hati Alsaki merasa tidak puas tapi sat mengingat kata-kata Dita soal menolong mamanya membuat Aslaki menghela nafas.Ya, ia meyakinkan hatinya bahwa apa yang dilakukan saat ini semata-mata menolong calon ibu mertuanya. Meskipun begitu, sungguh Alsaki masih sangat penasaran siapa Silvya Bellona Linford sebenarnya.


Pria itu hanya menggaruk kepalanya. Bingung dengan semua pemikiran dan praduga yang jelas tidak bisa ia pecahkan.


" Aishh mbuh lah."


🍀🍀🍀


Dua hari berlalu setelah penangkapan di rumah Bagio. Jika kemarin Tanti masih berpikir positif bahwa Bagio dna kedua anaknya akan segera pulang, kini tidak lagi. Wanita itu sedari tadi hanya mondar mandir seperti setrikaan. Ia tentu bingung dengan apa yang terjadi. Ingin sekali ia pergi ke kantor polisi tapi sungguh ia takut.


Tanti meraih ponselnya, ia mencoba menghubungi masing-masing ponsel dari Bagio, Reno dan Resa namun nihil tidak ada jawaban dari ketiganya. Wanita itu berteriak penuh dengan rasa frustasi. Ia diliputi rasa bingung dan gelisah. Sebuah rasa takut kini menjalar di dalam dirinya.


" Apa mereka masih diperiksa tapi ini sudah lewat dari 2 hari. Apa jangan-jangan mereka ditangkap. Tapi apa benar anak sialan itu berani melakukannya. Tapi jika benar, lalu aku bagaimana. Aku tidak mungkin hidup sendiri. Lalu aku harus makna dari mana. Tidak aku tidak bisa begini."


Tanti duduk di kursi lalu menelungkupkan kepala nya di atas meja. Ia mencoba untuk berpikir saat ini. Satu hal yang harus ia lakukan adalah memberanikan diri menemui suami dan anak-anaknya di kantor polisi. Meskipun ia sungguh takut tapi Tanti harus memberanikan diri.


" Haish, kau masih cantik meskipun sudah akan kepala 5," ucap Tanti dengan penuh percaya diri.


Akan tetapi rasa percaya dirinya seketika pudar saat melihat bayangan wanita yang ada di cermin. Tanti langsung menoleh ke belakang tapi ia tidak melihat siapapun di sana. Tanti kembali melihat tampilannya di cermin dna ia kembali lagi melihat bayangan itu.


Seketika tubuh Tanti menegang. Rasa panas menjalar di tengkuknya.


" Tidak mungkin siang-siang ada hantu bukan. Tidak, aku yakin aku hanya berhalusinasi."


Tanti mencoba terus berpikir positif. Mungkin semua karena rasa bingung


Dna khawatirnya sehingga memunculkan persepsi yang ia buat sendiri.

__ADS_1


Wanita itu oun mengambil sebuah tas tangan dari lemarinya. Betapa terkejutnya dia saat tiba-tiba foto pernikahannya dengan Bagio jatuh dan pecah. Tanti langsung berlari keluar kamar dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Ia bahkan berlari keluar rumah dengan nafas terengah-engah.


" Hantu, itu pasti hantu. Aku tidak bisa tinggal di sini sendiri. Aku tidka mau."


Sedangkan di dalam kamar seekor tikus sedang berlarian. Rupanya yang menjatuhkan foto Tanti adalah tikus tersebut. Dna bayangan wanita yang Tanti lihat di cermin mungkin benar adalah halusinasi yang tercipta dari pikirannya sendiri.


**


Tanti memasuki kantor polisi dengan ragu-ragu. Ia sungguh merasa sangat takut. Tanti merasa seperti menyerahkan diri atas apa yang pernah dia lakukan.


" Tidak apa Tan, semua akan baik-baik saja. Tidak ada yang tahu mengenai kejadian waktu itu."


Tanti beberapa kali menepuk dada nya dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tanti berjalan perlahan memasuki kantor polisi tersebut lalu menanyakan mengenai Bagio dan kedua anaknya. Ia lalu diantarkan oleh seorang petugas.


" Ibu!"


Tangis Resa pecah saat melihat snag ibu. Gadis itu langsung memeluk Tanti dan menangis dalam pelukan Tanti. Tanti pun ikut menangis, ia mengusap lembut punggung anak gadisnya.


" Semua gara-gara kau. Jika kau bekerja anak-anakmu tidak akan di sini," teriak Tanti tepat di depan wajah Bagio. Bagio hanya melengos, entah mengapa 2 hari berada di dalam ruangan dingin itu membuat ia acuh dengan istrinya. Bahkan Bagio sama sekali tidak menyesal masuk bui.


" Dasar suami badjingan. Diajak bicara malah melengos."


" Tck, jika kau adalah istri dan ibu yang baik kau seharusnya tidka banyak menuntut. Kua seharusnya bisa mendidik anak-anakmu biar jadi anak yang mandiri. Paling tidak mereka berguna untuk diri mereka sendiri."


Tanti dan kedua anaknya mengerutkan alis mereka. Entah kerasukan setan apa mengapa tiba-tiba Bagio bicara dengan begitu bijak.


" Jika sudah begini maka rasakan. Aku sih nggak masalah. Malah bagus aku disini makan tidur gratis dan pastinya tidak pusing dengan rengekan kalian yang tiap saat tiap waktu meminta uang."


Bagio berdiri lalu meminta sipir penjaga untuk membawanya kembali ke sel tahanan. Terang saja hal tersebut membuat Tanti, Reno dan Resa membulatkan matanya. Tanti mengeram marah.

__ADS_1


" Lihat saja aku akan membalas ini semua."


TBC


__ADS_2