Satoe Tanda Cinta Letnan

Satoe Tanda Cinta Letnan
STCL 34. In Action


__ADS_3

Dita memberi aba-aba untuk anggotanya bergerak maju. Mereka tidak mengepung tapi memilik menggunakan metode sandwich yakni dua orang berjalan lebih dulu lalu di susul dua orang lainnya. Sedangkan dua orang terkahir masih berada di posisi belakang sedikit jauh dari permukiman.


Dita kali ini yang memimpin langsung. tangannya bergerak ke kanan memberi aba-aba kepada Brahma dan Indra untuk berjalan menuju sisi kanan. Jika Dita tidak salah maka di sana adalah tempat dimana rekan-rekan mereka disekap.


" Masuk dan lakukan dengan cepat!"


Brahma dan Eka mengangguk patuh dan langsung bergerak sesuai perintah dari Dita. Dan benar saja, di dalam sebuah rumah yang tidak layak huni terdapat 5 orang rekan mereka yang terbaring lemah. Tampak luka di sekujur tubuhnya. Bahkan dua diantaranya tampak menggigil kedinginan. Eka kemudian memberi kode kepada Dita bahwa benar rekan mereka ada disitu. Dita lalu bergegas masuk ke dalam ruangan, tapi sebelumnya ia meminta Ady untuk berjaga.


Di sisi lain tempat Alsaki dan Indra berdiri sekarang, keduanya memicingkan matanya untuk melihat ke sekeliling memastikan bahwa belum ada orang yang bangun.


Tampak Brahma dan Eka menggendong 2 orang yang sangat lemah, dan ketiga yang lainnya masih bisa berjalan meski sedikit tertatih. Oleh Dita dan dan Ady mereka dibantu dengan dipapah.


Alsaki dan Indra bernafas lega. semuanya bisa segera diselamatkan. Tapi apakah semudah dan selancar itu? Tentu tidak, mata Alsaki menangkap pergerakan beberapa orang dari kelompok itu yang mulai bangun dan bergerak. Melalui earphone nya Alsaki memberi tahu Dita akan hal itu.


Dita mempercepat langkahnya bersama dengan yang lain juga. Akan tetapi tampaknya mereka sedikit terlambat.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan dilepaskan oleh mereka saat mengetahui bahwa ada penyusup. Alsaki dan Indra yang sedari tadi sudah berlari mencoba melindungi Dita dan rekannya yang lain. Akan tetapi Dita malah menyerahkan rekan mereka yang lemah kepada Indra.


" Amankan mereka dengan cepat, SEKARANG!!"


Dita langsung membalikkan tubuhnya lalu mengangkat senjatanya dan melepaskan tembakan ke arah kelopok tersebut yang mulai terbangun dari tidur mereka. Alsaki yang tidak sabar memapah rekannya yang terluka itu langsung menggendong dan berlari. Ia harus cepat kembali untuk membantu Dita melawan kelompok bersenjata itu.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan saling bersautan. Bukannya mundur Dita malah terus merangsek maju. Ia kini mengeluarkan pistol kecil buah tangan dari Jason. Gais itu menyeringai di bawah langit yang masih gelap.


" Habis kalian kali ini. Aku tidak akan memberi kalian ampun."

__ADS_1


Blub


Blub


Tidak ada suara tembakan yang keluar dari senjata Dita. Namun, bidikannya yang tepat membuat satu persatu dari kelompok tersebut itu tumbang jatuh ke tanah. Rekan sesama mereka tentu terkejut, bahkan mereka menghentikan aksi tembak menembak tersebut.


" Apa yang terjadi? Mengapa mereka langsung jatuh?"


Keheranan mereka terus berlanjut saat melihat teman sekelompoknya yang terjatuh itu kejang lalu mengeluarkan busa dari mulutnya. Racun, satu kesimpulan yang merek ambil saat melihatnya. Bukannya takut, kelompok tersebut malah kembali mengangkat senjata mereka dan mengarahkan kepada Dita.


" Wohoo tidak gentar rupanya. Baiklah, aku semakin suka jika lawan ku begini. Tidak mudah menyerah."


Kali ini Dita menyimpan kembali pistol racun nya dan mengganti dengan senjata laras panjang. Alsaki dan Brahma yang baru saja meletakkan korban langsung berlari kembali ke permukiman guna membantu Dita.


" Kapt Al!"


" Obati mereka, beri makan. Aku dan Lettu Brahma akan membantu Letnan Dita."


Indra mengangguk paham, bersama Adyaksa dan Eka mereka mengobati rekan mereka yang terluka dengan P3K yang mereka persiapkan.


" Kalian berdua tangani ini, aku akan menyusul mereka."


4 lawan banyak, seperti itu lah kondisi saat ini. Tapi hal itu tentu tidak membuat mereka gentar sedikit pun. Jika perlu dibersihkan, maka mereka akan membersihkan kelompok itu hingga bersih tanpa bekas.


Dor


Dor


Dor


Kembali suara tembakan terdengar saut menyahut. Dita sungguh sudah tidak tahan. Ingin ini segera berakhir, jika tidak maka hari semakin siang. Dan para rekan yang menjadi korban kelompok ini akan telat mendapat pertolongan.


" Kapten Alsaki lindungi saya!"


Alsaki mengangguk, ia kemudian berlari mendekat ke arah Dita. Dita menjatuhkan senjata laras panjang nya dan mengambil pistol racunnya kembali. Tentu saja apa yang di lakukan Dita itu membuat Alsaki terheran-heran. Tapi saat ini Alsaki tidak berani bertanya. Jika di lapangan begini Dita adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Alsaki hanya bisa patuh oleh perintah.


Blub ... blub ... blub.

__ADS_1


Satu persatu para anggota kelompok penyandera itu terjatuh ke tanah dan kejang-kejang lalu tak berselang lama nyawa mereka melayang. Alsaki, Brahma dan Ady tentu terkejut dengan apa yang terjadi. Bahkan Brahma sedikit lengah sehingga peluru hampir saja menyasar di kepalannya. Beruntung Ady dengan cepat menyambar dan mendorong tubuh Brahma sehingga keduanya juga jatuh di tanah namun lolos dari peluru.


" Lettu Brahma, FOKUS!" teriak Dita lantang.


" Siap maaf letnan."


Brahma dan Ady segera bangkit dan kembali mengacungkan senjata mereka ke arah kelompok tersebut. Satu demi satu lawan mulai berjatuhan. Title pasukan khusus Tim Bravo memang tidak perlu diragukan lagi. Meskipun jumlah mereka tidak sebanding dengan kelompok pemberontak tersebut nyatanya mereka bisa menang mutlak.


Keempatnya masih terus waspada, mencoba terus memasuki pemukiman dan membuka satu per satu rumah semi permanen yang ada di sana. Dita tersenyum lebar saat melihat semuanya bersih dan tidak ada lagi yang tersisa. Senjata pistol beracun tersebut benar-benar penolong ynag luar biasa saat ini.


" Clear!"


" Clear!"


Ady, Brahma dan Alsaki meneriakkan kata tersebut bersamaan sebagai tanda semuanya memang sudah bersih. Setelah berjibaku dengan saling menembak akhirnya kemenangan mutlak ada di kubu tim Bravo.


" Good job tim, terimakasih atas kerja kerasnya. Kita harus segera pergi. Aku yakin kelompok ini bukanlah satu-satu nya yang ada di daerah ini."


" Siap Letnan!"


Ketiga anggota tim Dita mengangguk paham. Ingin rasanya mereka menanyakan apa yang digunakan oleh Dita untuk membuat lawannya lumpuh seketika namun mereka urung. Saat ini tentu mereka harus segera kembali untuk mengobati rekan mereka.


Dita menghembuskna nafasnya lega. Mereka kemudian berjalan menjauh dari permukiman tersebut untuk kembali ke titik dimana tadi Indra dna Eka berada. Terlihat wajah-wajah lelah namun puas dari keempat ornag tersebut.


" Ta ... ."


" Ya bang."


Melihat Alsaki yang sepertinya ingin membicarakan sesuatu dengan Dita, Brahma dan Ady langsung berlari meninggalkan kedua orang itu. Brahma dan Ady akan memberi waktu bagi keduanya untuk berbicara.


" Ta, ada sesuatu yang ingin aku katakan," ucap Alsaki dengan menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah wanita yang ia tahu persis ia cintai itu.


" Apa bang?"


" Ta, aku ... ."


Mata Alsaki membulat sempurna. Ia seketika memeluk Dita dan membalikkan tubuh gadis itu.

__ADS_1


Dor


TBC


__ADS_2