
" Bagaimana, kau mau tidak? Jangan terlalu banyan berpikir. Kecuali kamu mau berbulan-bulan tinggal di sini."
Khaleed menimbang saran Odion. Odion memberi dua pilihan kepada Khaleed akan tetapi Khaleed tidak akan memilih salah satu, dia akan memilih keduanya.
" Jika hanya oplas maka aku tetap akan diburu. Oleh karena itu aku harus membuat Khaleed Hoseein Jones mati. Setelah itu aku akan mengganti seluruh identitasku."
" Cerdas."
Odion tersenyum puas dengan jawaban Khaleed. Jika hal tersebut benar akan dilakukan maka Khlaeed benar-benar bisa terbebas. Saat sekarang ini benar-benar harus berani mengambil keputusan yang ekstrim. Sudah beberapa hari nama Khaled menjadi pencarian nomor satu di jagat maya.
Jasper pun mengatakan hal ynag demikian. Saat ia tengah pergi ke luar dari daerah terpencil ini, banyak orang membicarakan Khaleed. Dan jika Khaleed tidak segera bergerak maka dipastikan Vugel Celio akan musnah tidak lama lagi.
Tentu saja baik Jasper maupun Odion tidak mau itu. Apa yang sudah diusahakan dari dulu hancur sia-sia hanya karena kecerobohan Khaleed kemarin. Tapi percuma juga untuk disesali, semua sudah terlanjur terjadi.
" Aku harap ini akan jadi pelajaran untukmu Ed. Kedepannya jangan bertindak bodoh dan sembarangan jangan melakukan segala sesuatu sesukanya sendiri."
Khaleed mengangguk mengerti. Apa yang dikatakan Odion sepenuhnya benar semua. Ia memang ceroboh waktu itu. Melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang ke depan.
Pria itu kemudian bangkit dari duduknya dan melenggang masuk ke dalma kamar. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar. Bayangan wajah Dita ada di sana. Khaleed membuang nafasnya kasar.
" Pemalsuan kematian dan oplas akan membuatku hidup lebih lama tapi ... ."
__ADS_1
Khaleed memejamkan matanya sejenak dan bayangan Dita masih ada di pelupuk matanya. Ia merutuki kebodohannya untuk sesaat. Kalimat pengandaian pun muncul di sana. Andai dia tidak ceroboh, semua ini pasti tidak akan terjadi. Andai dia lebih berhati-hati dan bersikap waspada, semua ini tak perlu dilakukan.
" Dita, apa mungkin kamu hanya mampir sejenak di hidupku. Kenapa semuanya seakan sudah digariskan dari awal. Keberadaan ku sebagai buron interpol pasti kamu juga tahu. Dan mungkin memang dari awal kita sudah tidak ditakdirkan bersama. Tapi, apakah aku harus menyerah padamu? Kamu satu-satu nya wanita yang bisa membuatku merasa nyaman Ta."
Khaleed membuang nafasnya kasar. Banyak hal yang ia pikirkan saat ini tentang gadisnya itu. Tapi sepertinya ia benar-benar harus mengesampingkan semuanya sekarang. Hal mendesak yang harus dilakukan adalah menjalankan dua rencananya itu.
Jika Khaleed tengah galau, gundah gulana serta gelisah maka dibelahan bumi lain dua orang anak manusia tengah diliputi rasa bahagia. Meskipun tidak terucap langsung dari bibir tapi perasaan cinta keduanya terbalas.
Sebuah ucapan syukur Alsaki utarakan dalam hati saat dia tahu Dita merasakan hal yang sama terhadapnya. Rupanya tidka sia-sia dia harus masuk meja operasi karena hasil yang di dapat sesuai ekspektasi.
" Ta, ada yang harus ku beritahu padamu," ucap Alsaki di sela-sela kegiatan makan malam nya. Ya saat ini di bagian timu negara ini sudah memasuki waktu malam. Satu hal yang dapat diketahui, pada akhirnya Dita tidak jadi kembali ke barak dna anggota tim Bravo tidak jadi menjenguk Alsaki.
Eka dan Indra tentu bingung mengapa mereka kembali ke barak tanpa menemui Alsaki dulu. Brahma hanya menjelaskan bahwa Alsaki butuh istirahat dan sebaiknya tidak mengganggu. Duo bebek itu tentu sedikit heran terlebih mereka tidak menemukan Dita berada.
Sebuah tatapan tajam Adyaksa tujuan kepada Brahma dan dijawab dengan kedipan mata. Awalnya Adyaksa tidak paham, tapi pada akhirnya pria itu mengerti juga apa yang tersirat dari semua perkataan Brahma
Kembali lagi dikamar rawat Alsaki, Dita membereskan wadah makanan yang sudah selesai. Ia menaruhnya diatas nakas, dan kembali duduk di kursi sebelah brankar. Dita siap mendengarkan apa yang akan Alsaki katakan atau bahkan ceritakan.
" Ta, aku hanyalah seorang pria biasa, tapi aku memiliki cinta yang luar biasa untukmu. Rasa ini sudah bernaung di sini selama kurang lebih 2 tahun," Alsaki mengehentikan ucapnya sembari menunjuk dadanya.
Sesaat Dita merasa bersalah, entah mengapa ia merasa begitu. Tapi dalam pikiran Dita jika Alsaki memang memiliki rasa kepadanya sudah sedari lama dan dia tahu hubungannya dengan Khaleed maka bisa dipastikan hati pria itu sakit juga.
__ADS_1
" Maaf," sahut Dita lirih sambil menundukkan kepalanya. Alsaki lalu meraih tangan Dita dan menggenggamnya erat.
" Jangan minta maaf, bukan salahmu Ta. Aku saja yang bodoh karena terlalu pengecut. Aku sama sekali tidak punya keberanian sedikit pun untuk mengungkapkan rasa hati ku. Perbedaan status kita membuatku minder setengah mati. Bukan hanya dari segi pangkat, bahkan kehidupan keluarga kita pun."
Dita mencoba mencerna apa yang dikatakan Alsaki. Apakah pria di depannya itu siap bercerita mengenai keluarganya yang jujur selama ini membuat Dita sedikit penasaran. Dita hanya akan menunggu dan tidak akan banyak menimpali.
" Siapa yang tidak tahu keluarga besar mu Ta. Keluarga Dwilaga memiliki tempat juga jajaran keluarga terpandang. Semua anggota keluarga mu adalah orang ynag memiliki nama dan prestasi yang luar biasa. Papa, mama, dan kakakmu semua sering jadi pembicaraan publik. Bahkan paman, bibi dna para sepupu mu. Tapi aku, aku sungguh juah. Keluarga ku berantakan. Entah aku bisa menyebut mereka keluarga atau bukan."
Cerita Alsaki mengalir begitu saja mengenai keluarganya. Sungguh tak kuasa ia menyebut bapak dan ibu tirinya itu sebagai keluarga. Mereka bahkan tidak masuk kualifikasi untuk disebut orang tua. Alsaki juga menceritakan bagaimana dia diperlakukan dari kecil hingga saat ini. Bahkan didoakan cepat mati sata bertugas pun ia sampaikan.
Bukan mencari simpati dari wanita yang saat ini menguasai hatinya. Alsaki hanya ingin Dita tahu bahwa keluarganya memanglah buruk. Alsaki ingin tahu bagaimana reaksi Dita terhadapnya. Apakah semua hal itu akan menyurutkan rasa Dita terhadapnya atau tidak.
" Bang, cukup. Cukup kamu mengorek lukamu itu. Aku tidak menyangka dibalik semua sikap hangat mu kepada tim, rupanya hatimu sangat dingin. Mereka yan mereka, kamu ya kamu. Satu hal yang ingin ku katakan, terimakasih sudah tumbuh dengan baik. Terimakasih sudah menjadi kuat hingga saat ini dan terimakasih sudah bertahan. Aku yakin semuanya tidak mudah untuk mu bang. Tapi kamu membuktikan bahwa dirimu layak untuk mendapatkan kebahagiaan."
Dita mengatakan semua hal tersebut dengan dada yang sangat sesak. Jika itu terjadi padanya ia yakin tidak akan sekuat Alsaki. Mungkin mentalnya akan jatuh se jatuh-jatuhnya.
Senyum Alsaki mengembang sempurna. Ia mengangguk sata Dita mengatakan semua hal tersebut. Semangatnya menjadi bertambah dan seketika hidupnya kembali memiliki warna.
" Terimakasih Ta sudah mengatakan itu semua."
" Ayo menikah!"
__ADS_1
" He ??"
TBC