
“Kak emang kita nanti ke rumah Kakak lagi?” tanya Milka. “Oh gak sih Mil, tapi terserah kamu aja, tadi aku bingung aja mau jawab apa, eh gak sengaja aja gitu jawab begitu tadi” jawab Evan sedikit tidak enak hati karena menjawab tanpa minta persetujuan Milka. “Iya Kak gak apa, aku juga tadi males aja kalau tiba-tiba Kak Adit ajak kita bareng-bareng, aku gak mau” kata Milka.
“hahaha ada apa sih antara kamu sama Kak Adit?” Jawab Evan sambil menjawil hidung Milka gemas. “Ih Kakak, gak ada apa-apa koq, aku kan udah pernah bilang, aku gak nyaman aja sama Kak Adit, Kak” jawab Milka menjelaskan takut Evan salah paham.
Evan pun tak mau lama untuk ambil kesempatan, sambil meletakkan buku yang tadi sedang dia pegang, sekarang dia pegang tangan Milka dan untungnya Milka tidak menolaknya. “Mil maaf ya kalau mungkin ini terlalu cepat, tapi aku takut keduluan orang lain, jadi aku beraniin diri sekarang, ditempat yang gak proper sebenernya, tapi yang penting moment ini aku gak mau lewatin.
__ADS_1
“Milka, mau gak Milka jadi pacar aku?” tanya Evan sungguh-sungguh. Milka yang tiba-tiba ditembak sangat kaget tapi tidak disangkal bahwa dia menyukainya. “Kamu gak harus jawab sekarang Mil, aku tahu aku terlalu terburu-buru, padahal kita baru dekat beberapa hari aja, tapi aku udah nyaman banget sama kamu Mil, keluargaku pun tampaknya sangat suka sama kamu” kata Evan lagi. “Iya Kak, aku mau” Tiba-tiba Milka langsung menjawab, sebodo amat kata orang harus jual mahal jadi cewek, bagi Milka jika sudah suka kenapa harus pake tarik ulur segala.
Dia tidak mau kayak di drama-drama yang berepisode-episode untuk menjalin hubungan, kelamaan. “Hah? Gimana Mil?” tanya Evan gak yakin sama apa yang dia dengar. Milka mendekatkan bibirnya ke kuping Evan, “Iya Kak, aku mau jadi pacar Kakak” bisik Milka. Evan langsung berbinar-binar mendengar suara Milka di dekat telinganya dan jawaban yang ingin dia dengar.
Tanpa sadar Evan langsung peluk Milka, tapi Milka buru-buru mengingatkan kalau mereka lagi di toko buku. Evan langsung melepaskan pelukannya tapi tidak lepas menatap dan memegang tangan Milka. “Makasih yah Mil, ini hari terbahagia aku” kata Evan. “Iya Kak sama-sama, makasih juga yah sudah mau jadi pacar Milka yang banyak kurangnya ini” kata Milka tulus sambil menatap Evan. “Love you Mil” bisik Evan. “Love you too Kak” jawab Milka.
__ADS_1
Milka yang dipanggil sayang sangat senang, lalu dia mengangguk, “makasih ya Kak buat hari yang indah ini” kata Milka, lalu ia pun turun dari mobil, tak lama mobil Evan pun beranjak dari kostan nya Milka, Evan melambaikan tangannya ke Milka “dah sayang, love you” kata Evan. Milka hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Mimpi apa aku semalam kata Milka sambil melangkah kedalam kostnya. Setelah Mandi, Milka merebahkan dirinya di tempat tidurnya sambil mengingat-ingat kejadian tadi saat bersama Evan. Senyum tidak hilang dari wajahnya. “Love you Kak Evan” kata Milka sambil menatap langit-langit kamarnya.
Setelah Evan tiba dirumahnya, dia menyapa Mama Papanya dan langsung masuk ke kamarnya, diapun melakukan apa yang Milka lakukan. “Love you Milka sayang” kata Evan sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Hari yang sangat indah buat mereka berdua.