
Jam pulang kerja yang ditunggu-tunggu pun tiba. Evan chat Milka “Sayang sudah selesai?”. “”Belum Kak, sebentar lagi” jawab Milka. “Ok, aku tunggu dimobil yah sayang” balas Evan. “Ok Kak, maaf yah jadi nungguin” jawab Milka merasa tidak enak. “Gak apa sayang, take your time, santai aja” balas Evan.
Evan pun segera menuju ke basement bareng Brian dan Dion. “Lha loe gak bareng Milka nyet?” tanya Brian. “Barenglah, cuma dia belum selesai, gue tunggu dimobil aja, sekalian panasin mobil dan nyalain ac, jadi dia turun udah gak nunggu lama” jawab Evan. “Gilee yang lagi jatuh cinta, persiapannya mantap benerrr” celetuk Dion. “Awas loe ya jangan aneh-aneh dimobil” ledek Dion lagi yang langsung dijitak sama Evan. Merekapun berpisah menuju mobil masing-masing.
__ADS_1
Tak lama kaca mobil Evan diketuk, ternyata Milka. Evan langsung membuka pintu mobilnya. Milka pun masuk ke dalam mobil. Evan pun langsung menyambut dan memeluknya serta mencium kening Milka seperti biasa saat bertemu atau berpisah. Karena baru itu yang berani Evan lakukan, untuk cium bibir udah pengen banget tapi Evan rasa masih harus nunggu kesiapan Milka. Evan gak mau dicap cowok brengsek sama Milka. Semoga saja Evan bisa menahan hasratnya. Karena bibir Milka begitu menggoda untuk dicium.
“Sudah selesai?” tanya Evan. “Sudah Kak, makasih yah sudah nunggu aku” jawab Milka. “No worries sayang, pasti aku tunggu koq” jawab Evan. Mobil Evan pun bergerak menuju kemacetan untuk menuju kost-an Milka. “Kamu mau makan dulu gak sayang?” tanya Evan. “langsung pulang aja ya Kak, gak enak sama Mama Kakak tiap hari sudah masak tapi Kakak makan diluar” jawab Milka tulus. “Gak apa sayang, yang masak kan juga bukan Mama tiap hari koq, hari ini lagi Mbok Nah yang masak” jawab Evan meyakinkan, dia gak tega jika memikirkan Milka makan sendirian. Evan pun langsung berinisiatif ke rumah makan dekat kost Milka.
__ADS_1
Tapi Evan tidak menceritakan bahwa dulu Brian sempat ada rasa sama Milka, Evan gak mau Milka kepikiran tidak enak, karena Evan tahu sifat Milka yang sangat memikirkan perasaan orang lain. “Lani sama Dian juga sudah tahu kan?” Tanya Evan untuk memastikan walaupun dia yakin sudah. “Iya Kak sudah, aku rasa gak perlu ditutupi dari mereka” jawab Milka yakin. “Iya gak apa sayang, jika kamu pikir begitu, aku akan sangat menghargai setiap keputusanmu” Jawab Evan sambil mengelus sayang kepala Milka. “Makasih yah Kak” jawab Milka halus. Makanan merekapun datang.
Setelah Makan, Evan mengantar Milka pulang ke kost an. Sebenernya banyak yang ingin Evan tanyakan cuma karena hari sudah malam dan besok masih kerja, dia pikir nanti lagi saja. Evan mau tahu perihal keluarga Milka. Sebenernya Evan pengen lihat kost Milka seperti apa, tapi dia takut tidak sopan jika masuk ke kost-an Milka, walau kadang dia lihat ada beberapa orang pria keluar masuk area kost yang tampaknya bebas masuk jika dibawah jam 9 malam. Tapi dia urungkan niatnya, takut ada setan lewat kata hatinya. Seperti biasa Evan mengecup kening Milka dan mengucapkan selamat malam.
__ADS_1
Masa pacaran memang menyenangkan dan rasanya tiap berpisah berat benerrrrr, maunya bareng terus, harap sabar yaa hatiku, batin Evan. “Dah sana sayang masuk gih, trus mandi” kata Evan. “Iya Kak, Kakak hati-hati dijalan ya” kata Milka. “Iya sayang, nanti kalau sudah dirumah seperti biasa, aku pasti kabarin kamu yah, dah sayang, love you” kata Evan. “Love you too Kak” jawab Milka. Evan pun lalu beranjak dari depan kost Milka menuju rumahnya yang tidak begitu jauh.