Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Libur


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinanti pun tiba, hari libur bagi para karyawan. Hari sabtu ini Evan dan Milka janjian mau pergi ke taman bunga puncak, ingin melepas penat dan menghirup udara segar, mereka berangkat subuh agar tidak kena macet. “Pagi sayang, aku sudah di depan kost ya” chat Evan jam 4.45, seperti biasa Evan selalu lebih awal 15 menit. “iya Kak, aku turun sekarang ya” jawab Milka.


Evan pun sudah setia menunggu depan mobil, dia menggunakan sweater warna hitam, ternyata Milka pun sama tanpa janjian. “kita kayak mau ke rumah duka ya Kak, couple hitam-hitam gini” canda Milka. “hahaha iya ya padahal mau lihat yang indah-indah, kapan-kapan kita beli baju couplean warna yang cerah yah” jawab Evan lalu mengecup kening Milka dan mengelus kepalanya, terasa sekali sayangnya Evan ke Milka. Merekapun berangkat.

__ADS_1


Perjalanan cukup lancar, mungkin karena bukan hari libur panjang dan juga bukan tanggal muda. Mereka sudah mau sampai di taman bunga walau jam masih menunjukkan pukul 07.00 pagi. “Kita sarapan dulu yah” ajak Evan menepi dipinggir tempat orang beristirahat. “Makan bubur ayam mau?” tanya Evan. “Iya mau Kak, yu” ajak Milka menggandeng tangan Evan, Evan senang bukan main atas inisiatif Milka menggandeng tangannya. Lalu Evan pun menggenggam erat tangan Milka.


Mereka lalu makan bubur ayam hangat. Setelah selesai sarapan, mereka melanjutkan menuju taman bunga, sesampainya disana mereka berjalan-jalan sambil menghirup udara pagi juga memandang indahnya bunga-bunga yang ada. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, sesekali mengabadikan foto mereka. Akhirnya mereka punya foto berdua yang akan mereka jadikan wallpaper hp mereka.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah siang, mereka memutuskan untuk makan siang lalu turun karena takut kena buka tutup. Mereka mencari tempat makan siang dulu, lalu mereka melanjutkan perjalanan, mereka mampir ke Cimory untuk sekedar beli oleh-oleh kecil. Setelah selesai merekapun lanjut perjalanan, tiba di Jakarta masih sore, Evan sangat menyayangkan jika harus segera berpisah dengan Milka, dia memberanikan diri bertanya “Mil, aku boleh lihat kost an mu gak?” tanya Evan hati-hati. “Oh tapi kamar aku berantakan Kak” Jawab Milka gugup, sebenernya tidak berantakan hanya saja dia malu jika ada laki-laki masuk ke kamarnya, karena sampai saat ini Kakaknya saja Mike belum pernah datang. “Gpp sayang, aku cuma mau tahu tempat kesayangan aku beristirahat dikala malam” jawab Evan ala-ala pujangga. “Ih Kakak norak” Jawab Milka tersenyum. “Gpp donk norak sama pacar sendiri” jawab Evan. “Ya udh gpp Kak, yu tapi ada jam malam sampai jam 9” kata Milka menginformasikan, padahal Evan sudah tahu hal tersebut, toh ini masih sore pikir Evan, dia hanya sebentar melihat-lihat. Walau dia agak deg-deg an juga masuk ke kamar cewek. Semoga tidak ada setan lewat batin Evan.


Setelah parkir kendaraan, Milka dan Evan naik ke kamar Milka, 1 kost an tidak terlalu banyak hanya ada 10 kamar dan masing-masing dihuni para wanita, boleh ada tamu asalkan pintu kamar dibuka dan tidak melebihi jam 9 malam. Sistem lock sudah menggunakan pin code, Milka memencet code dan tanpa sengaja Evan melihat codenya yang terlalu simple 3 enam kali. Next Evan akan minta Milka mengganti code supaya lebih aman.

__ADS_1


Ketika sudah masuk kamar, Milka mempersilahkan Evan masuk, kamarnya lumayan luas, Milka memilih karpet ala lesehan untuk duduk-duduk juga meja kerja kecil, jadi kamarnya terkesan luas. Kamar mandi pun ada tersendiri. Evan cukup lega melihat kamar Milka yang aman dan nyaman. Diapun duduk di karpet dekat jendela balkon. “Wah enak juga yah kamarnya, cahaya juga masuk, syukurlah” kata Evan. “Kak diminum” kata Milka sambil menaruh sebotol air mineral untuk Evan, “Maaf yah Cuma ada air mineral” kata Milka lagi sambil duduk disamping Evan. “Gpp sayang, tadikan kita juga sudah makan dan minum” jawab Evan sambil mengelus kepala Milka.


__ADS_2