
Setiba di rumah Evan langsung mandi dan setelahnya dia langsung membereskan apa saja yang mau dia bawa besok, tak lupa cincin yang tadi dia beli. Kalau barang-barang lain nanti dibawa Papa Mama dan Alex. Evan berencana melamar pada tanggal 1 januari pas di awal tahun. Jadi masih bisa menunggu keluarganya datang. Setelah beres-beres, dia jadi ingat lagi kelakuan bodohnya tadi yang mencium tengkuk leher Milka. “duh abis gimana ya itu lehernya mulus bener, ahhh kacau jadi gak sabar mau nikah aja gue” batin Evan yang lagi berpikiran mesum. “bahaya ni gue mulai suka mengkhayal, ya Tuhan kuatkan imanku jangan sampai bertindak yang tidak-tidak, aminn” doa Evan dalam hati. Setelah selesai beres-beres, dia menemui Papa Mama dan Alex dibawah.
“Pa, Mama sama Alex dimana?” tanya Evan yang tidak melihat Mama dan adiknya di ruang keluarga. “Lagi dikamar Alex beresin barang bawaan, sana kamu bantuin, beresin keperluan lamaran juga” kata Papanya. “Ok Pa” kata Evan. Dia kembali naik ke atas dan menuju kamarnya Alex, tampak Mama dan adiknya sedang membungkus kado-kado. “Spada, ada yang bisa saya bantu?” canda Evan. “lah dia baru nongol” kata Alex. “Dah beres sayang” kata Mama Evan.
__ADS_1
“Makasih ya Mamaku sayang dan adikku sayang” kata Evan tulus sambil duduk disamping Mamanya. “Anak Mama da gede aja ni, da mau jadi suami orang” Kata Mama sambil mengelus rambut Evan dengan penuh kasih. Evan cengegesan sambil memeluk Mamanya. “Doain Evan ya Ma, bisa bahagiain Milka dan tentunya juga bahagiain Papa Mama” kata Evan. “Lha gue gak dibahagiain Kak?” protes Alex. “Loe tar juga ada yang bahagiain koq, hehehe, buruan cari” ledek Evan yang dibalas dengan lemparan bantal oleh Alex.
“Mama selalu mendoakan buat kebahagiaan anak-anak Mama” kata Mama dengan senyum yang menyejukkan hati. “Makasih Ma” balas Evan dan Alex bersamaan. “Ma besok Evan berangkat jam 4 ya, jemput Milka dan 2 teman Evan soalnya, mereka mau ikutan libur di Lembang, gpp kan Ma kalau yang cowok ikut nginap di Villa? Yang cewek nanti nginap di rumah Milka” kata Evan. “Iya gak apa dong, Mama malah seneng, kamu jadi ada temennya disana.” Kata Mama. “Makasih Ma” kata Evan lagi.
__ADS_1
“Pa aku pamit ya karena aku berangkat subuh-subuh besok, gak mau bangunin Papa Mama, makanya pamit sekarang, karena besok aku jemput temen-temen juga bukan Milka aja” kata Evan. “Aku da bilang Mama juga kalau ada 1 temen aku cowok yang nginap di villa ya Pa” kata Evan lagi. “Ok, kamu hati-hati ya dijalan, kalau sudah sampai jangan lupa kabarin.” Kata Papa. “Siap Pa, makasih ya Pa, aku mo tidur dulu ya” jawab Evan sambil beranjak naik kembali ke kamarnya. “Ok” jawab Papa singkat. Evan pun segera tidur dan gak lupa mengucapkan selamat malam dulu ke Milka via chat.
“Met malam sayang, sampai ketemu besok yah, met bobo” chat Evan diakhiri emot kiss. Tak lama Milka pun membalas chat Evan. “Makasih Kak, met bobo juga ya Kak, sampai ketemu besok, hati-hati besok ya Kak berangkatnya, gak usah ngebut-ngebut, kan kita gak kejar apa-apa, jadi santai aja” balas Milka panjang. “Hahha barusan Mama juga bilang gitu lho ke aku, koq kamu bisa sama sih pikirannya sama Mama aku, duhhh makin sayang deh” balas Evan. Milka cuma balas “Ih gombal, hehhe dah met bobo ya Kakak sayang” balas Milka lagi. “Aku seneng deh dipanggil sayang sama kamu, semoga embel-embel depannya cepat hilang ya, jadi sayang aja” balas Evan lagi jujur. “Hehehe iya Kak semoga nanti aku bisa manggil gitu yaa” balas Milka. “Ya udah yuu bobo, aku disini kamu disana” jawab Evan mulai nyerempet-nyerempet. “Iya Kak, met bobo ya, Love you” balas Milka. “Love you too sayang” Evan mengakhiri chatnya dengan emot kiss yang banyaaakkk benerrr..
__ADS_1