Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Izin Melamar


__ADS_3

Sesampainya dirumah Milka mereka menyapa orang tua Milka dan menurunkan barang-barang Milka dan Lani. “Papa Mama” seru Milka senang ketika disambut orang tuanya, diapun langsung memeluk mereka melepas rasa rindu beberapa bulan tidak bertemu. “Kak Mike belum ada Ma?” tanya Milka lagi celingukan “Belum ada sayang, nanti malam baru tiba di Indonesia, jadi kemungkinan besok baru tiba di sini” kata Mamanya. “Ohya Ma Pa, kenalin ini teman-teman Milka, dan ini pacar Milka” sambil memperkenalkan Brian dan Lani, Milka juga sedikit malu-malu mengatakan kata pacar ke Mama Papanya. “Siang Om, Tante, perkenalkan saya Evan” kata Evan sopan sambil mengulurkan tangan untuk berjabat. “Siang Nak Evan” kata Papa Mama Milka, “Tolong jaga Milka ya, ajarin dia jika ada yang tidak mengerti” Kata Mamanya Milka lembut. “Hayo pada masuk, jangan di depan aja” kata Papanya Milka ramah.


Merekapun duduk-duduk diruang tamu yang cukup asri dan nyaman, sedangkan Milka dan Lani masuk ke kamar untuk menaruh barang-barang. “Berangkat jam berapa tadi?” tanya Papa Milka. “Saya dari rumah jam 4 Om, terus jemput Milka lalu Brian dan Lani” kata Evan menjelaskan detail. “Wah pagi juga ya, pantes jam segini sudah sampai, belum kena macet” kata Papa Milka. “Iya Om, bersyukur jalanan lancar” kata Evan. “Ohya kamu tinggal dimana Evan?” tanya Papa Evan lagi. “Di lembang atas Om, didaerah BC” kata Evan lagi. “Oh deket itu mah, sering-sering kesini ya kalau lagi di lembang” kata Papanya Milka lagi. “Iya Om pasti.” Kata Evan.

__ADS_1


“Ohya Om, mumpung gak ada Milka, saya mau minta izin dulu ke Om, kalau rencananya tanggal 1 januari, keluarga saya mau bertamu untuk melamar Milka Om, mungkin kelihatannya terburu-buru, tapi saya sudah yakin Om dengan hubungan kami, tapi ini saya belum sampaikan ke Milka, pengen buat kejutan aja, tapi saya sudah positif dan yakin Om untuk hidup bersama Milka” kata Evan dalam sekali tarikan nafas.


“Wah hebat kamu Evan, sudah berani ambil keputusan secepat ini, tapi apa kamu benar-benar yakin dan sudah mengenal Milka seutuhnya?” selidik Papa Milka. “Iya Om sudah, beberapa bulan ini saya dekat dengan Milka, saya yakin dia yang terbaik buat saya Om, saya sudah mantap untuk ke jenjang berikutnya, saya rasa dari umur dan finansial saya sudah dapat menafkahi Milka Om” jawab Evan lagi sebenernya dengan deg-degan, tapi dia meyakinkan dirinya sendiri, dia bisa mendapatkan izin dari orang tua Milka.

__ADS_1


“Baik Om, terima kasih Om dan mohon doa restunya ya Om” balas Evan santun dan merasa lega. “Pasti, Om pastikan doa untuk kebahagiaan kalian” kata Papa Milka. “Terima kasih Om, mohon kerjasamanya ya Om sampai tanggal 1, saya benar-benar pengen buat kejutan untuk Milka” kata Evan penuh senyum dan semangat. “pasti, nanti Om sampaikan ke Mamanya Milka juga Kakaknya” kata Papa Milka lagi tersenyum.


“Ngobrolin apa sih serius ama ni Pa” kata Milka yang datang dari kamar dengan Lani dan merekapun bergabung duduk di ruang tamu. “Gak, Papa Cuma nanya tadi berangkat jam berapa dan bagaimana di perjalanan” jawab Papa Milka tidak berbohong, hanya saja tidak membahas setelah pertanyaan itu. Evan dan Brian pun hanya tersenyum. Mama Milka pun datang dengan membawa minuman, “ayo diminum dulu teh hangatnya” kata Mama Milka. “Makasih Tante” jawab Evan, Brian dan Lani lalu meminum teh yang disediakan. Setelah ngobrol-ngobrol, Evan dan Brian pamit pulang ke Villa Evan dan nanti malam mereka kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2