
Hari demi hari berlalu, tak terasa libur akhir tahun pun sudah tinggal 1 hari ini lagi “Sayang, Mama, Papa dan Alex juga akhir tahun akan ke Lembang, karena sudah lama juga tidak mengunjungi villa disana” kata Evan disela-sela makan malam mereka di taman jajan dekat kost Milka. “Ohya wah seru Kak jadi rame-rame, nanti mampir-mampir yah ke rumah aku” kata Milka senang.
__ADS_1
“Lho gak apa orang tuaku main ke rumah mu?” tanya Evan. “Lho gak apa dong Kak, kenapa gak boleh?” Tanya Milka bingung. “Hm takutnya disangka mau lamaran nanti, hehehe” kata Evan lagi. “Hehehe orang asumsinya selalu begitu ya Kak, kalau keluarga pacar datangin asumsinya jadi kayak mau di lamar aja” jawab Milka. “Hehehe mau sih kalau boleh sekalian” kata Evan lagi sekilas. “Hm emang Kakak yakin sama aku?” tanya Milka sungguh-sungguh, karena dia takut dia tidak seperti yang Evan bayangkan selama ini. “Yakin dong sayanggg, kalau gak masa kita masih bisa pacaran sampai sekarang, aku tuh sayanggg dan cinta banget sama kamu Mil” kata Evan sambil memegang tangan Milka. “Makasih yah Kak, aku juga sayang dan cinta banget sama Kakak” kata Milka sungguh-sungguh. “Makasih juga ya sayang” jawab Evan sambil memandang lembut Milka. “Ohya sayang nanti aku mau pinjam buku yang dulu aku coret-coret ya” kata Evan. “Iya Kak boleh dong” jawab Milka dengan senyumnya yang bikin Evan gak tenang.
__ADS_1
Selesai makan Evan pun mengantar Milka ke kost nya, setiba di kostnya Evan ikutan turun dari mobil, karena dirasa masih jam boleh berkunjung, supaya Milka tidak repot bolak balik anter buku untuk Evan, selain itu sih karena dia bakal minta kiss aja sama Milka, dasar Evan mulai nakal, maklumlah kelamaan jomblo, haus kasih sayang, hahaha. Setiba di depan kamar kost, Milka memencet code pintu kamarnya, Evan pun sengaja memalingkan mukanya agar dia tidak melihat code nya yang baru karena dia sudah berjanji pada Milka untuk tidak sembarangan masuk ke kamarnya. Ketika pintu terbuka, Milka mempersilahkan Evan masuk. “Evan pun masuk tapi tidak langsung duduk, dia menunggu tawaran dari Milka dulu agak tidak dibilang tidak sopan. “Silahkan duduk Kak” kata Milka sambil menaruh tas dan mencari buku yang Evan maksud. “Iya sayang, makasih ya” jawab Evan sambil menuju dekat jendela.
__ADS_1
“Hehehe iya sayang, Kakak juga gak sabar mau ketemu calon mertua” kata Evan sungguh-sungguh. Milka hanya tersenyum mendengarnya. Tanpa beranjak dari duduknya Evan bilang mau pamit pulang. “Aku pulang dulu ya sayang” kata Evan lembut sambil memegang tangan Milka” Iya Kak, hati-hati dijalan yah, kalau sudah sampai rumah tolong kabarin seperti biasa ya” jawab Milka. “Iya sayang, pasti” jawab Evan sambil mendekatkan kepalanya ke kepala Milka dan melihat apakah Milka akan menjauh atau tidak, dia takut malu jika Milka menolak, tapi karena Milka tidak bergerak, Evan memberanikan diri mencium bibir lembut dan kenyal Milka pelan. Evan sangat menikmati mencium Milka, Milka pun merasakan hal yang sama. ciuman mereka makin dalam, tangan Evan sambil mengelus kepala Milka dan turun kepunggung Milka, tangan Milka melingkar di leher Evan, mereka terbuai oleh suasana hingga nafas mereka terengah-engah. Evan kembali sadar dan menghentikan ciumannya perlahan takut kebablasan karena rasanya sudah ada setan menunggu disitu untuk ganggu mereka. “Love you sayang” bisik Evan sambil mengecup kening Milka, “Love you too Kak” jawab Milka.
__ADS_1
#haduh jadi gimana gitu kan yah si setannya, hehehe
__ADS_1