
“Sayang, nanti kalau mau ke toilet, kabarin aja ya, jangan sendirian atau hanya cewek-cewek saja, biar aku or ada yang lain untuk temani” kata Evan. “Iya Kak, ini masih sore koq, gpp aku dan Lani juga Alex bertiga juga, nanti malam baru kami minta temani ya” Kata Milka tidak mau merepotkan Evan. “Jangan sayang, walau masih sore tapi sudah mau gelap, pokoknya nanti harus ditemani ya” kata Evan cemas.
Milka yang melihat raut muka cemas Evan langsung mengelus pipi Evan “Iya Kak, tar kami info ya jika mau ke toilet, sekarang mau ambil yang perlu dibawa dulu” Kata Milka akhirnya mengalah daripada membuat tunangannya cemas. “Iya sayang, aku tunggu disini ya” kata Evan sebelum Milka masuk ke tenda. Tenda mereka memang bersebelahan, dan diarea tersebut sudah disiapkan untuk acara api unggun dan untuk bakar-bakar, serta 6 kursi lipat sesuai jumlah pengunjung diarea yang dibooking tersebut.
Tak lama Milka, Lani dan Alex pun keluar untuk ke toilet yang letaknya lumayan dari lokasi mereka camping. “Aku temani mereka dulu ya Kak, nyet” kata Evan kepada Mike dan Brian. “Ok, kita di sini ya siap-siapin buat nanti” kata Brian. Mike hanya mengangguk. Tak lama mereka tiba di toilet, para cewek masuk ke dalam toilet yang untungnya tidak antri. Evan pun ke toilet untuk buang air kecil sekalian cuci muka. Setelah para cewek selesai mandi, mereka lalu kembali ke tenda. “nyet gantian gue ke kamar mandi ya” kata Brian. “Kak Mike ayo sekalian bareng ke kamar mandi” kata Brian lagi. “ok” jawab Mike singkat lalu beranjak dari duduknya menyusul Brian.
__ADS_1
Setelah mereka semua selesai dari toilet, mereka bersiap-siap menyalakan api unggun untuk menghangatkan badan dan memulai acara bakar-bakaran, ada alat bbq disediakan dari pihak camping ground. “Sayang sini aku aja, kamu duduk manis aja gih” kata Evan ketika melihat Milka mulai sibuk dengan alat BBQ, “De kamu juga gih duduk aja kata Evan ke Alex.
Akhirnya para pria lah yang ambil alih, para cewek hanya santai sambil ngobrol dan makan cemilan yang ada, mereka sangat menikmati malam tersebut. Setelah makanan siap, mereka pun bersantap dengan bahagia walau menunya sangat sederhana dan simple karena biar tidak repot, tapi yang penting bagi mereka adalah makan dengan siapanya, bukan makan dengan apanya.
“Sayang, mau tambah lagi?” tanya Evan kepada Milka, “gak Kak sudah cukup, da kenyang, makasih yaa Kak” jawab Milka. Evan pun mengambil piring bekas Milka dan menggabungkannya dengan piringnya lalu Evan taruh di tempat piring-piring kotor, lalu menyodorkan minum ke Milka. Milka pun sangat senang atas perhatian Evan yang begitu manis. Dalam hati Milka bersyukur memiliki calon suami yang begitu perhatian kepadanya.
__ADS_1
Karena semua setuju, lalu Brian mengambil botol mineral sisa air setengah untuk diputar. Putaran pertama mengarah ke Evan yang langsung pada heboh bertepuk tangan dan tertawa. “Loe pilih truth or dare nyet?” tanya Brian kepada Evan. “Hm.. truth deh” jawab Evan santai. “Okeh gw yang tanya yak arena gue yang puter botol tadi” kata Brian. “iyee serah, udah buruan lo emo nanya apa dah?” tanya Evan tidak sabar. “Selow broo” ledek Brian lagi. Evan cm cengar cenger aja. “Hm, udah pernah ciuman di bibir sama Milka belum?” tanya Brian. Yang lain langsung pada heboh dan Mike hanya tersenyum atas pertanyaan yang dilontarkan Brian, dia jadi inget ketika dia mencium bibir Milka.
“Buseh kayak kagak ada yang lain aja Nyet nanyanya, ya kan sayang?” jawab Evan sambil meminta dukungan dari Milka karena pertanyaannya menyangkut mereka berdua. Milka yang dilihat Evan hanya tersenyum malu-malu sambil geleng-geleng atas pertanyaan Brian. “Kalau gue bilang belom kan loe pasti pada gak percaya, jadi yah gue jawab udah pernah, puas loe?” jawab Evan santai. “Kapan nyet?” tanya Brian lagi. “Et dah 1 pertanyaan kali nyet, kepo banget loe” jawab Evan sambil tertawa atas kekepoannya Brian. “Sekarang giliran gue ya muter ni botol” jawab Evan mengalihkan pertanyaan-pertanyaan Brian selanjutnya.
Kali ini kepala botol mengarah ke Milka. “Huaa maaf sayanggg” kata Evan. Yang lain pun tertawa melihat tingkah konyol Evan. “Sayang kamu pilih truth or dare?” tanya Evan dan langsung menyambung bilang “Dare aja sayang, aku kasih yang gampang koq” kata Evan. Yang lain pun bersorak “huuuu curangggg”. “Yee suka-suka gue dong” tawa Evan. “Iya deh dare aja, ngikut aja” kata Milka sambil senyum, “wah beneran dah ni berdua” kata Brian. “Makasih sayang, darenya, kamu bisa peluk orang yang paling kamu cinta yang ada disini” kata Evan yang sudah tentu dia tahu Milka akan memeluknya. “yeee enak di loe itu sih” kata Brian sambil menimpuk Evan dengan botol plastic kosong. Milka pun berdiri lalu tanpa ragu memeluk Evan, yang lain pun langsung bersorak.
__ADS_1
Mike berusaha mengalihkan pandangannya, dia memang sudah bertekad untuk tidak mencintai Milka lagi, tapi dia tidak bisa mengatur hati secepat itu, diapun berusaha belajar dan berusaha untuk secepatnya move on 100%.