Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Tentang Dia


__ADS_3

Bab 1 – Tentang Dia


Waktu masih menunjukkan jam 8 pagi. “Pagi” sapa sebuah suara kepada Milka yang tengah asik sarapan di meja makan di rooftop kantor mereka.


Milka yang memang lebih suka memilih sarapan di kantor karena bisa menikmati pagi cerah dan pemandangan yang lumayan dari rooftop kantor yang disulap menjadi ruang santai yang bisa dipakai untuk ruang makan karyawan.


Milka tidak menyangka akan ada orang lain di atap pagi hari ini karena masih bisa di bilang terlalu pagi, terlebih lagi orang itu adalah Evan, kakak senior yang selama ini Milka sukai. “Pagi Kak” jawab Milka pelan hampir tidak terdengar. Milka melihat Evan datang mendekat ke arah Milka sambil membawa segelas kopi.


'Loe sarapan di kantor Mil?' Evan bertanya sambil duduk di hadapan Milka. Milka yang hampir selesai makan berkata 'iya Kak, aku lebih suka sarapan disini daripada di kost, lalu Milka melihat ke arah Evan yang entah kenapa melihatnya membuat Milka deg-degan.


“Loe kost dimana Mil?” “di daerah A” “Oww dekat lah sama rumah gue itu” sahut Evan. “di rooftop enak yah, tenang, matahari juga bersahabat dan hangat, gue sih ada disini jam segini karena mau meeting ntar jam 9 sama client, daripada telat jadi gue berangkat pagian”. Jelas Evan tanpa diminta.


Mereka kembali terdiam, Milka cepat-cepat menghabiskan makanannya dan Evan pun tampak asik menikmati kopi dan melihat pemandangan.

__ADS_1


Tiba-tiba Evan berkata sambil tetap melihat pemandangan “Semoga gue bisa terus begini, mengerjakan apa yang gue suka, bukan apa yang orang tua gue suruh”.


Milka berhenti sejenak dari aktivitasnya menghabiskan sarapannya, dia lalu memandang Evan dan berkata dengan suara lirih “sabar dan semangat yah Kak” hanya itu yang bisa Milka katakan, karena dia tidak berani banyak bertanya atas pernyataan Evan barusan.


Milka hanya merasa paham atas pernyataan Evan, karena hampir sama dengan kondisi Milka yang harus merelakan apa yang dia sukai demi keinginan orang tuanya.


Evan lupa kalau di hadapannya ada Milka, dia mengeluarkan pernyataannya tanpa sadar, dan dia heran mendapati respon Milka yang hanya mengatakan sabar dan semangat, karena biasanya jika dia mengeluh ke orang lain pasti hanya ceramah dan nasehat yang dia dengar.


Dua kata Milka ini selalu Evan ingat, perkataan yang simple tanpa menghakimi dan menasehati. Evan melihat Milka yang sedang melihatnya juga, Evan berkata "thank's Mil" lalu mengarahkan pandangannya kembali melihat matahari yang hangat.


Evan yang selalu sibuk dan dikelilingi teman-temannya seperti susah digapai oleh Milka yang cenderung introvert.


Milka kembali mengingat apa yang Evan sempat katakan tentang keinginannya untuk terus mengerjakan apa yang dia suka, Milka memang tidak pernah tahu ataupun mencari tahu latar belakang keluarga Evan.

__ADS_1


Dia cukup menjadi secret admirer yang masih dalam tahap hanya suka tanpa kepo dengan latar belakangnya. Tetapi karena obrolannya tadi pagi, rasa kepo nya mulai tergelitik.


Dia pun membuka laptopnya, dia searching nama Evan Alexander Negoro, keluar beberapa artikel mengenai Bramantyo Negoro, dia pun membuka dan membacanya, dan dari artikel tersebut dia tahu bahwa Evan adalah putra pertama dari pengusaha IT sukses yang diinfokan akan meneruskan usaha tersebut.


“Hm kayaknya aku paham apa maksud perkataan Kak Evan tadi pagi, dia ingin terus menjadi arsitek tapi dia harus meneruskan perusahaan IT ayahnya” Milka merasa mengerti apa yang Evan rasakan, kurang lebihnya sama dengan Milka, walau Milka hanya meneruskan usaha resto bakmi orang tuanya karena itu turun temurun, sedangkan kakaknya Mike tidak mungkin melanjutkan karena dia tinggal di luar negeri karena dipercayakan perusahaannya untuk memegang cabang disana, Mike meyakinkan orang tuanya bahwa dia tidak bisa melepaskan pekerjaannya tapi dia berjanji akan selalu support usaha resto bakmi milik orang tuanya.


Jadilah Milka yang diharapkan dapat meneruskan usaha resto bakmi tersebut, orang tua Milka memang tidak memaksa tapi mereka sangat berharap anak mereka bisa meneruskan usaha tersebut.


Milka merasa dia tidak bisa egois tapi juga tetap mau mengerjakan apa yang dia sukai, dia berpikir toh resto bakmi hanya di jam-jam tertentu sibuk dan dia harus mengawasi walaupun dia pun tetap harus memikirkan bagaimana memajukan usaha tersebut, selebihnya dia bisa punya waktu mengerjakan pekerjaan yang dia sukai, dia sudah memikirkan hal tersebut, karena itu, selama dia bekerja sekarang, dia sangat bersungguh-sungguh mempelajari semua hal, kelak ketika dia berusaha sendiri, dia sudah banyak pengalaman.


Kasihan juga Kak Evan, pikir Milka, andai ada yang bisa dia bantu untuk mengurangi sedikit keresahan Evan yang diinfokan diberita bahwa dalam beberapa tahun lagi harus melanjutkan usaha bisnis ayahnya dan Kak Evan pasti tidak akan punya waktu seperti Milka untuk melakukan apa yang disukainya, karena penerus perusahaan pasti banyak yang diurusnya.


Milka sedih memikirkannya, dan saat ini dia hanya bisa berdoa semoga Evan sabar dan tetap semangat, apapun yang akan dihadapi kedepannya.

__ADS_1


Milka jadi kangen Papa Mamanya di lembang juga Kakaknya yang lagi di luar negeri. Milka berharap mereka selalu baik-baik saja, rencananya Desember ini Milka akan pulang ke lembang untuk mengisi liburan akhir tahun. Dia tidak sabar menunggu bulan Desember. Tak lama Milka pun tertidur lelap.


__ADS_2