
Setiba di kost Milka sehabis makan malam, Evan duduk dan memanjangkan kakinya sekedar meluruskan kakinya yang pegal. “Sayang kamu mandi dulu gih keburu malem, yang mau dibantu yang mana? Biar aku beresin selagi kamu mandi” kata Evan kepada Milka. “Ok Kak, maaf yah ngerepotin, yang ini aja Kak yang buku-buku aku sudah gak baca” jawab Milka. “Ok sayang” jawab Evan lembut.
Evan membereskan buku-buku Milka sambil membaca sekilas, mungkin ada info-info tambahan untuk rumah impian Milka, dia lihat dan lalu masukkan ke dalam kardus. “banyak juga buku-bukunya” batin Evan. Ketika sedang melihat-lihat, ada satu buku yang ada tulisan tangannya, tertulis disitu “Happy birthday adikku sayang, Kakak doakan semua yang terbaik untukmu, jaga kesehatan dan jaga diri ya kamu disana, jika ada apa-apa langsung telepon Kakak yah, Love you dik. With love Mike” Evan bingung mengartikan kata-kata tersebut, perasaan dia ke Alex tidak pernah nulis ucapan ulang tahun semesra ini, dia pikir apa dia yang kurang perhatian ke Alex. Yang pasti Mike sayang banget sama Milka, batin Evan berpikiran positif saja, mungkin karena Milka anak bontot dan adik satu-satunya.
__ADS_1
Milka yang keluar dari kamar mandi mendapati Evan sedang membaca buku, diapun mendekati Evan. “Kak lagi baca apa?” tanya Milka sambil mengeringkan rambutnya pakai handuk. “eh sayang da selesai mandi, ini lagi baca ini” jawab Evan menunjukkan buku yang ada tulisan tangan Mike. “Oh buku hadiah ultah dari Kakak aku” jawab Milka santai sambil melanjutkan mengeringkan rambutnya.
Evan mengurungkan niatnya untuk bertanya karena melihat Milka santai saja tanpa ada niat menutup-nutupi apapun. “Sini sayang aku bantu keringin rambut, kamu ada hairdryer?” tanya Evan. “Ada tapi aku jarang pakai” kata Milka sambil mengeluarkan hairdryer dari dalam laci lalu mencolok ke listrik dan diberikan kepada Evan. “Sini sayang duduk depan aku” kata Evan kepada Milka. Milka menurut dan duduk didepan Evan, membelakangi Evan. “Kalau gak dikeringin dan kamu langsung tidur, kamu bisa sakit sayang” kata Evan di telinga Milka karena berisik suara hairdryer.
__ADS_1
Evan mengerjap-ngerjapkan matanya dan tidak percaya sama yang dia dengar, Milka memanggil dia sayang dan dia senang karena Milka juga berterus terang dan tidak munafik tapi masih dalam batasan. Tanpa permisi Evan yang langsung mencium Milka dengan penuh kerinduan. Ya bibirnya terus rindu bertemu dengan bibir Milka. Mereka berciuman dengan sangat lama, seperti tidak ada hari esok, berhenti lalu lagi dan lagi, untungnya Evan masih bisa menahan hasrat tangannya yang ingin meraba yang lain, apalagi melihat Milka menggunakan pakaian tidur yang berpotongan leher rendah, sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Sungguh susah Evan menahan, tapi dia sudah berjanji untuk menjaga Milka hingga mereka menikah nanti. Jadi sudah cukup puas dengan berciuman yang sudah menjadi candu bagi Evan juga Milka.
Ini kenapa Evan mau cepat-cepat melamar dan menikah dengan Milka, Evan sudah gak sanggup rasanya menahan hasrat laki-lakinya, jomblo seumur hidup, sekalinya punya kekasih udah gak mau lama-lama untuk dihalalkan, daripada dia melakukannya sebelum nikah yang berakibat tidak baik nantinya, apalagi keluarganya pasti akan memberinya bogem mentah. Dia juga tidak mau karma berlaku ke adiknya yang perempuan. Jadi sekarang ini dia puas bisa ciuman dengan Milka, ciuman panas yang bisa berujung lebih, tapi Evan dan Milka masih bisa menjaga hasrat mereka untuk tidak lebih dari ciuman panas.
__ADS_1
#ditunggu aja ya malam panasnya setelah menikah