
“Ohya Mil kalau Papa dan Mama bekerja atau wirausaha?” tanya Evan karena dia mulai ingin mengenal Milka lebih lagi. “Papa dan Mama wirausaha Kak, punya resto bakmi dan beberapa cabang, tapi khusus bakmi tidak yang lain, karena sudah turun temurun kata Papa, dan ini yang nantinya aku harus bantu kelola, karena Kakak aku Kak Mike namanya dia sudah memiliki pekerjaan yang mapan di LA dan Kak Mike menolak meneruskan usaha ini.” Jawab Milka panjang lebar.
“Kalau Kakakmu sudah menikah?” tanya Evan lagi. “Belum, Kak Mike masih single dan belum punya pacar, padahal kakak ku ganteng dan baik, heran juga kenapa belum punya pacar padahal sudah umur 27 tahun” jawab Milka. “Hehehe sama kayak kamu dong sayang, cantik, baik tapi kemarin belum punya pacar, bersyukur deh aku jadi bisa sama kamu, hehehe” Jawab Evan sambil menjawil hidung Milka gemas. “Ih Kakak bisa aja ni” jawab Milka manja.
“Sayang gak mau mandi? Sudah sore lho, nanti habis mandi kita makan malam dulu ya sebelum aku pulang” kata Evan. “Hm.. tapi Kakak gak cape nunggu lagi?” tanya Milka. “Gak sayang, ini kan sambil istirahat, gih sana mandi dulu, aku tunggu sini sambil baca-baca, pinjem yah ini majalahnya” kata Evan. “Ok Kak, sebentar ya Kak” jawab Milka sambil beranjak ke kamar mandi.
__ADS_1
Evan membalik-balik majalah sambil menunggu Milka, angin sejuk dari balkon membuatnya mengantuk, tanpa sadar dia tertidur dengan kepala di tempat tidur Milka. Ketika Milka keluar dari kamar mandi, dia melihat Evan tertidur lelap, pasti kecapean batin Milka karena bangun subuh terus nyetir Jakarta-puncak.
Milka pun mengendap-endap dan membenarkan posisi tangan Evan yang tertindih, tapi gerakannya itu malah membuat Evan kaget dan tanpa sadar menarik tangan Milka, Milka pun kehilangan keseimbangan dan jatuh keatas tubuh Evan. “Maaf Kak, kaget ya jadi bangun” jawab Milka pelan tanpa bisa merubah posisinya sekarang yang dalam pelukan Evan.
Evan pun melepas dengan enggan dan memeluk Milka dan mencium keningnya. “Makasih ya sayang” kata Evan lembut. Milka pun berusaha berdiri karena dia sangat malu rasanya karena baru kali ini merasakan ciuman yang ternyata sangat nikmat terutama karena ciuman dengan orang yang kita sayangi. Milka masuk kembali ke kamar mandi hanya untuk menghindari tatapan Evan, dia malu sekali. Evan hanya tersenyum melihat tingkah Milka, diapun memegangi bibirnya yang tadi sudah merasakan bibir lembut dan kenyal Milka, sepertinya Evan sudah mulai kecanduan.
__ADS_1
Sekembalinya Evan dari kost Milka dan makan malam, dia langsung pulang lalu mandi dan merebahkan badannya di tempat tidurnya sambil mengingat kembali rasa bibir Milka tadi. Dia pun tersenyum dan bergumam. “Gila.. enak ternyata ciuman bibir dan bibir Milka tuh gemesin banget, wah parah ni bisa kecanduan gue, duh gimana ya kalau Milka mikir gue pria mesum” tepok jidat Evan jadinya. Semoga gue bisa nahan diri gue untuk gak sering-sering minta cium bisa bahaya ni nanti kalau Milka marah dan berpikir gue cowok mesum, batin Evan.
Evan pun berusaha mengenyahkan pikiran buruknya dan chat Milka mumpung belum terlalu malam. “Sayang, lagi apa?” tanya Evan. “Hai Kak, lagi baca-baca buku aja dan aku nemuin tulisan Kakak di post it aku” jawab Milka diakhir emoticon kiss. “Dah ketemu yah, hehehe, maaf yah dulu aku malah tulis-tulis disitu” jawab Evan diakhiri dengan emot kiss juga.
Duh Milka, jangan mincing-mancing please, dalam hati Evan melihat emot kiss dari Milka. “Gpp Kak, aku malah suka ada yang semangatin aku” Jawab Milka lagi. “Ya udah sayang jangan malam-malam ya bobonya, besok aku jemput ya kita ke rumah aku kalau Milka gak cape aja tapinya, Mama da kangen katanya” kata Evan. “Iya Kak aku mau koq, jam berapa Kak? Biar aku gak kesiangan” jawab Milka. “Jam 7 aja ya, kita sarapan bubur dulu baru ke rumah” jawab Evan. “ok Kak” jawab Milka, “Ya udh ya sayang, met bobo, love you Mil” chat Evan diakhiri emot love dan kiss. “Love you to Kak” juga diakhiri emot love dan kiss.
__ADS_1