Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Karena Arang


__ADS_3

“Kita mau bikin apa aja ni?” tanya Evan sambil melihat-lihat persediaan yang ada di cooler box yang ada di taman. Di taman sudah tersedia meja makan dan kursi untuk 8 orang dan peralatan bbq an. “Karena ga bisa bbqan malam, kita bbqan sekarang aja gak apa ya sayang?” Evan merasa tidak enak ke Milka. “Gak apa dong Kak” jawab Milka sambil tersenyum.


“astaga arangnya lupa” kata Evan sambil tepok jidat melihat alat bbq nya masih kosong arangnya, karena di villa hanya ada yang alat bbq manual pakai arang. Kak Mike yang tahu langsung mengajukan diri untuk keluar membeli arang. “Ya udah Kakak aja yang cari ya” kata Mike sambil beranjak dari duduknya. “Eh gak usah Kak, Evan aja yang beli, Evan tahu koq tempatnya” kata Evan merasa tidak enak. “Santai Van, kamu kasih tahu Kakak saja dimananya” jawab Mike lagi.

__ADS_1


“Hm agak ribet sih Kak jelasinnya, karena mayan juga tempatnya, ohya sama Alex aja Kak perginya, dia tahu tempatnya, sebentar Kak aku panggil Alex” kata Evan langsung ngacir ke dalam mencari Alex tanpa Evan tahu, Mike langsung sedikit senang tapi disatu sisi Alex yang lagi mau menghindar malah disuruh berduaan lagi sama Kak Mike.


“Deeee” teriak Alex dari bawah. “Duh apa sih Kak? Pake teriak-teriak segala kayak dihutan” jawab Alex sambil turun sama Mamanya karena kebetulan sudah selesai beres-beresnya. “Iya Van, kamu kayak ada kebakaran aja” kata Mamanya lagi. “Dek tolong temenin Kak Mike beli arang ya” kata Evan. “Lah kenapa aku sih Kak, kenapa gak Kakak aja?” kata Alex berdebar. “Lah Kakak mau bersihin ikan, kamu mau yang bersihin ikan?” Kata Evan. “Ih ogahh” Kata Alex, walau dia kuliah jurusan tata boga tapi kalau sudah urusan membersihkan ikan, jika bisa menghindar, dia pasti lebih memilih menghindar, membayangkannya aja dia udah gak suka. “Nah makanya, kan kamu tahu tempatnya, kasihan Kak Mike bisa muter-muter nanti dia” kata Evan lagi. “Hm iya deh” jawab Alex akhirnya mengiyakan.

__ADS_1


Mereka berduapun lalu pergi membeli arang menggunakan motor yang ada di villa. “Lex ngasih tahu jalannya pas belok-belok jangan dadakan ya” warning Mike, karena Mike suka ngebut kalau bawa motor, maklum deh cita-cita jadi pembalap motor tidak kesampean. “Iya Kak” jawab Alex padahal Alex deg-degan setengah mati, kalau naik mobil mungkin gak seberapa, ini boncengan naik motor, dimana dia berada begitu dekat dengan Mike. Alex berusaha hanya pegangan ke motor, tapi ketika jalanan bergelombang dia seperti terlempar-lempar.


Mike yang sadar langsung berkata kepada Alex untuk memegang pinggangnya Mike. Alex gugup, tapi dia akhirnya melingkarkan tangan dipinggang Mike. “Kak itu nanti didepan belok kiri” kata Alex, cuma karena angin Mike tidak begitu dengar “apa?” tanya Mike, akhirnya Alex terpaksa mendekatkan bibirnya ketelinga Mike. “Depan belok kiri Kak” kata Alex ditelinga Mike, Mike tiba-tiba merinding merasakan hembusan nafas Alex yang bahkan sebenarnya tidak lebih kencang dari angin alam, tapi entah kenapa dia merasa aneh, begitu juga dengan tangan Alex yang melingkar dipinggangnya. Mike berusaha meredam gejolaknya sebagai pria, pria normal mana sih yang gak deg-degan dibelakangnya ada wanita yang menempel dibadannya dan merasakan sensasi yang beda. Untungnya tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan, setelah membeli arang merekapun langsung kembali ke Villa.

__ADS_1


__ADS_2