Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Father and Son


__ADS_3

“Gimana Van kerjaan kamu di kantor? Sudah banyak pengalaman kan? Kapan ni mau belajar di kantor Papa?” tanya Papa Evan santai. “Iya Pah nanti yah, aku pasti koq nerusin usaha Papa, tapi saat ini aku masih ingin bekerja sebagai arsitek dulu Pah, ada target yang mau aku selesaikan dulu” jawab Alex pasti. “Ok, Papa pegang janjimu Van” kata Papa lagi. “Trus gimana hubungan kamu sama Milka?” tanya Papa sambil lirik-lirik dapur. “Hehehe so far so good Pa, aku mau bahagiain Milka terus pokoknya, gak mau jauh dari dia, mau wujudin rumah impiannya” jawab Evan sambil lirik dapur juga.

__ADS_1


“Oww jadi tadi maksud kamu ada target, jangan-jangan mau buat rumah buat Milka ya?” Tanya Papa penasaran. “Ih Papa hebat bener nebaknya, yup benar Pa, aku mau buat rumah impian Milka untuk kami berdua” kata Evan jujur. “Iya tapi ingat ya, yang namanya rumah bukan hanya bangunannya, tapi isi di dalamnya, maksudnya orangnya, jadikan dia tempatmu pulang, jangan sampai menyakiti hatinya ya, jadi laki-laki yang gentle dan bertanggung jawab terhadap istri dan anakmu kelak” wejangan Papa buat Evan. “iya Pa, doain Evan ya Pa semoga semua berjalan lancar hingga kami menikah nanti dan bisa membina rumah tangga kayak Papa dan Mama, aminnn” pinta Evan. “Aminn, pasti nak” jawab Papa Evan sambil menepuk pundak anaknya.

__ADS_1


“Kamu sudah kenalan dengan keluarganya belum?” tanya Papa lagi. “Belum Pa, tapi rencananya Evan dan Milka mau kerumahnya di akhir tahun Pa, pas liburan, mereka rumahnya di lembang Pa, mudah-mudahan deket sama villa kita ya Pa, jadi nanti Evan bisa sekalian nengok Villa” kata Evan. “Oh akhir tahun, wah iya ya kita sudah lama gak kesana, apa sekalian aja kita semua liburan kesana?” Tanya Papanya Evan. “Wah Evan sih setuju banget Pa, eh tapi koq kayak mo ngelamar aja semua dateng, hahaha” celetuk Evan “Mau sekalian juga boleh” kata Papa sambil senyum penuh arti. “Hahaha jangan lah Pa, baru juga pertama ketemu, kaget tar kalau langsung lamaran, walau aku sih mau aja, hahaha” jawab Evan. “Hahaha udah gak sabar ni kayaknya” ledek Papanya Evan. “Semoga aku bisa sabar Pa sampai Milka siap, aminn” kata Evan sungguh-sungguh. “Amin” jawab Papa Evan.

__ADS_1


Evan hanya nyengir lalu menuju dapur. “Hai sayang, cape ya?” tanya Evan sambil mengelus kepala Milka. “Hehehe gak koq Ka, ga cape, seneng malah, yang cape Tante sama Alex, aku gak banyak bantu koq” jawab Milka. “Ih Kak Milka bantu juga koq, hehehe makasih lho Kak udah mau nemenin aku sama Mama masak, biasanya kalau cuma berdua doank, ni dapur da kayak medan perang lho” jawab Alex jujur. “Hahaha bisa aja kamu Lex” jawab Milka, tampak sekali wajah riang Milka ditengah-tengah keluarganya Evan, Milka jadi merasa ada keluarga disini, karena keluarganya jauh di Lembang. “Dah selesai kan?” tanya Evan. “Sudah Kak tinggal nunggu mateng aja” jawab Milka. “Ya udah sini kulepasin apron nya” kata Evan sambil membalik badan Milka untuk melepaskan apronnya Milka. Mama dan Alex yang melihat kelakuan Evan hanya tersenyum.

__ADS_1


Setelah semua makanan matang, merekapun makan bersama, makan siang yang penuh kehangatan. Milka juga sudah merasa nyaman dengan keluarga Evan. Dia berharap hubungannya bisa berlanjut hingga ke jenjang berikutnya. Karena Milka pengennya pacaran hanya sekali dan langsung serius, tidak mau main-main dengan hati orang.

__ADS_1


__ADS_2