
Sebelum jam makan siang Milka chat ke Evan “Kak, aku makan sama Lani dan Dian ya, mereka ada yang mau dibeli sekalian di Mall X katanya urusan cewek, jadi gak bisa ajak Kakak dan temen-temen cowok”. Evan yang membaca chat Milka tersenyum, rencana berhasil “Iya sayang gak apa, nanti aku makan sama Brian dan Dion, biasa deh trio kwek kwek, hehehe” balas Evan. “hehehe iya Kak, love you Kak, hehehe besok yaa kita lunch bareng dan jalan-jalan bareng” jawab Milka dengan bahagia. “Iya sayang, love you too, nanti malam kita dinner berdua yaa” jawab Evan lagi. “Iya Kak” Jawab Milka diakhiri emot kiss. Evan senyum-senyum dibuatnya, diapun chat ke Brian dan Dion untuk bersiap-siap ke Mall Q.
__ADS_1
Setibanya mereka di Mall Q, mereka makan siang terlebih dahulu, setelah makan siang merekapun diajak Evan ke toko perhiasan. “Emang loe tahu ukuran jari Milka, Van?” tanya Dion. “Tahulah” Evan PD menjawabnya. “Iya dah yang sering gandengan kayak truk gandeng” balas Dion meledek. “Sayang gue gak bisa lihat moment loe ngelamar Milka” Dion berkata dengan sedih. “Hahaha selow nyet, tar gue live deh pas acara lamarannya Evan” kata Brian. “Iya yak hari gini udah canggih teknologi, hahaha” kata Dion kembali tertawa. Setibanya di dalam toko, Evan disambut pramuniaga. “Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya salah satu pramuniaga wanita.
__ADS_1
“Saya mau beli cincin Mba untuk tunangan saya” jawab Evan to the point. “Baik Pak, mari Pak disebelah sana” jawab pramuniaga tersebut. Pramuniaga tersebut menunjukkan cincin-cincin couple. “Saya mau yang ini Mba” jawab Evan menunjuk salah satu cincin couple yang cantik. “Silahkan di lihat Pak” tapi mohon maaf ini pre-order ya Pak. “Yah Mba gak bisa ini diambil aja?” tanya Evan memelas. “Bisa Pak hanya saja apa sizenya cocok? Karena biasanya pre-order karena size tidak cocok Pak” jawab pramuniaga tersebut.
__ADS_1
Selesai membeli cincin, Brian bertanya lagi ke Evan apa saja yang mau dibeli, “Apa lagi yang mau loe beli nyet selain cincin?, “Cincin doang” kata Evan singkat tanpa menjelaskan lebih lanjut. “Lah emang kagak beli yang lain? Emang cincin doang ya?” tanya Dion lagi tidak mengerti. “Hahaha selow, yang lain udah diatur sama nyokap and adik gue” jawab Evan santai. “Ohh pantesan loe beli cincin doang, gue kira lamaran cincin doang, gue mau langsung beli juga tadinya” kata Dion. “Buseh mo lamar siapa loe nyet? Da mo beli cincin aja” tanya Brian sambil tertawa. Yang ditanya hanya garuk-garuk kepala yang gak gatal sama sekali. Lalu mereka pun kembali ke kantor karena jam istirahat juga sudah habis dan mereka harus memback up pekerjaan yang ada karena akan libur panjang.
__ADS_1
“Sayang aku udah di kantor, mau back up kerjaan dulu trus beres-beresin dokumen trus bisa pulang deh kita” Chat Evan ke Milka. “Iya Kak aku juga udah di kantor, sama lagi mo back up dan beres-beres juga, semoga beres semua sebelum jam pulang, mau packing-packing tar malam” balas Milka. “ok sayang, met bekerja ya, nanti malam aku bantuin packing-packingnya ya” balas Evan lagi. “Iya, makasih Kak, sampai ketemu nanti yah, love you” balas Milka lagi. “Iya sayang, love you too” balas Evan. Evan membayangkan hari bahagianya besok bisa jalan-jalan dengan Milka juga membayangkan hari bahagianya melamar Milka tanpa sepengetahuan Milka, jadi kejutan di tahun baru, hidup yang baru dan rencana baru. Evan dan Milka pun segera membereskan pekerjaannya agar bisa pulang tepat waktu untuk mempersiapkan keberangkatan mereka besok subuh.
__ADS_1