
Mereka pun mulai bbqan karena hari sudah menjelang sore, terasa hangat suasana di taman sore ini, mereka semua berkumpul dengan sukacita. Milka dan Evan pun tidak pernah jauh, melakukan apa-apa berdua, mulai dari tadi membersihkan ikan, sekarang membakar ikan, Mike yang melihat berusaha mengalihkan pandangannya dan menangkap sosok Alex yang sedang duduk memainkan ponselnya. “Gak baik lho main ponsel kalau lagi sama orang lain” sindir Mike halus. “Hehe gak koq Ka, ini cuma lagi lihat jadwal ujian” kata Alex. “oh” kata Mike. “Kamu kuliah semester berapa, ambil apa?” tanya Mike penasaran pengen tahu lebih jauh tentang Alex.
“Aku kuliah jurusan tata boga Kak, udah semester 6” jawab Alex singkat padat dan jelas. “Oh” jawab Mike lebih singkat dia menghitung berarti umur Alex 21 tahun kurang lebih, beda 6 tahun dengan dirinya. Lalu Mike sadar, kenapa dia hitung umur segala, lalu geleng-geleng sendiri, untuk Alex tidak melihatnya. “Kalau Kakak kerja dimana?” tanya Alex. “Di perusahaan IT, tapi dicabang LA” kata Mike. “Oh di Lenteng Agung” kata Alex polos tanpa tahu bahwa yang dimaksud Mike itu Los Angeles.
__ADS_1
“Hahaha, Los Angeles sayang” kata Mike sambil mengacak rambut Alex, untung yang lain tidak sadar karena sedang asik dengan dunianya masing-masing. Alex hanya bengong mendengar Kak Mike memanggilnya sayang. “Oh beneran LA itu” kata Alex masih sambil bengong-bengong. “yah jauh yah” kata Alex lagi masih sambil bengong. “Hehe iya jauh, kenapa memangnya?” selidik Mike mulai senang dengan obrolan mereka yang lebih terbuka. “Gak apa sih” elak Alex. Mike hanya senyum mendengarnya.
“Sayang, udah sana duduk aja gih, ini aku aja yang kerjain” kata Evan, kasihan melihat Milka berdiri dari tadi menemani dia membakar ikan. “Gak apa Kak, yang penting bisa sama Kakak” Kata Milka sambil senyum. Duh Mil senyumnya jangan menggoda gitu dong, batin Evan melihat bibir Milka. “Love you sayang” bisik Evan, “Love you too Kak” jawab Milka. Evan sangat tidak sabar menunggu hari esok, tapi dia juga tidak ingin hari ini cepat berakhir. “Sayang tadi udah makan siang?” tanya Evan takutnya Milka belum makan siang. “udah koq Ka, tadi sebelum berangkat udah makan siang dulu di rumah” jawab Milka. “Syukurlah, karena lama ini ternyata ya bakar ikannya” kata Evan.
__ADS_1
Tak lama makanan pun jadi, Evan memanggil Papa Mamanya untuk bergabung. Suasana sangat hangat, merekapun makan dengan sukacita sambil bercanda gurau. Papa Mama pun sambil memantau interaksi anak-anaknya, Evan Milka dan Alex Mike. Waktu cepat berlalu, selesai acara merekapun mulai beres-beres, Evan tampak enggan berpisah dengan Milka begitu juga Brian dan Lani, Mike pun tampak sangat menikmati kedekatannya dengan Alex. Tapi mengingat besok ada acara yang lebih penting, Evan pun merelakan berpisah sementara dengan Milka untuk besok berjumpa lagi.
“Sayang hati-hati ya pulangnya” kata Evan membelai rambut Milka, “iya Kak, makasih ya, besok Kakak juga hati-hati ya berangkatnya” kata Milka yang berpikir besok tidak akan bertemu dengan kekasihnya. “Iya sayang, pasti” jawab Evan. Mike, Milka dan Lani pun berpamitan pada kedua orang tua Evan, serta Evan dan Alex. Merekapun pulang ke rumah untuk beristirahat.
__ADS_1
Tanpa Milka tahu bahwa mereka semua sedang mempersiapkan sesuatu yang besar untuk Milka esok hari, hari yang akan membuat status Milka menjadi tunangan Evan.