Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Yuk pulang


__ADS_3

“Milka ini bukunya gue balikin, makasih yah” Evan mengembalikan buku Milka sebelum dia pulang sesuai janjinya. “Sama-sama Kak, sudah selesai? Gak apa kalau masih mau pinjam” kata Milka tulus. “Udah koq, udah gue scan yang gue perluin, loe gak pulang? Apa nginep di kantor” canda Evan ke Milka yang tampaknya masih asik kerja walau jam kerja sudah selesai. “pulang Kak sebentar lagi, masa aku nginep di kantor” jawab Milka polos. “hahaha, iyalah gue becanda koq, maksud gue kalau udah mau pulang, mau bareng gue gak? Hari ini gue lagi bawa mobil, kan kost loe searah sama rumah gue, anggap aja sebagai ucapan terima kasih gue tadi udah dipinjemin buku”. Evan bilang seperti itu sambil ngebatin, gue disangka modus gak yah sama Milka. Milka yang tidak menyangka akan diajak pulang bareng Evan tergagap dan berkata “makasih yah Kak tawarannya, tapi gak usah repot-repot Kak” tolak Milka sopan sambil mengambil tas dan memasukkan buku yang dikembalikan Evan ke dalam tasnya. “Ya elah Mil, gak repot lah kan searah, kalau gak searah baru namanya ngerepotin” Evan masih berusaha, karena entah kenapa dia ingin lebih kenal dan dekat dengan Milka. Milka berpikir dan akhirnya berkata “hm iya Kak kalau gitu, makasih ya sebelumnya”. Evan memang cowok yang jahil, dia balas jawaban Milka dengan candaan “makasihnya sebelumnya aja nih? Sesudahnya gak mau sekalian? Hahhahaa” Evan tergelak sendiri. Milka yang dibecandain Evan hanya melongo dan tersenyum malu-malu.


Di dalam mobil awalnya hanya suara radio yang menemani perjalanan pulang Evan dan Milka, tapi karena memang pada dasarnya Evan tipe yang gak bisa diem, mulai lah dia ajak Milka ngobrol yang sedari tadi hanya menatap lurus kedepan. “Milka, orang tua loe gak di Jakarta ya? Koq loe nge kost?” tanya Evan mengawali percakapannya, Evan memang sudah tahu Milka kost pada saat mereka bertemu di rooftop pagi hari. “Iya orang tua aku di Lembang mengelola resto bakmi turun temurun, yang nanti harus aku yang melanjutkan usaha itu” ucap Milka sedikit sedih. Evan menangkap apa yang Milka maksud. “sabar dan semangat yah” balas Evan menyemangati Milka yang dulu pernah diucapkan Milka ke Evan. “Makasih Kak”. “selow aja kali, kan loe dulu juga semangatin gue dengan kata-kata itu, itu gue inget terus lho Mil” sahut Evan sambil tersenyum dan sedikit melirik ke arah Milka yang duduk disampingnya. “ini anak manis juga yah dilihat dari deket gini” batin Evan sambil senyum dan kembali melihat kearah depan.

__ADS_1


Karena ini hari jumat, kemacetan luar biasa di ibukota, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 ketika mereka hampir sampai daerah kost Milka. “Mil, makan dulu yuk, gue dah laper niey gara-gara macet” ajak Evan, “oh, ok” karena tidak enak hati juga Milka nebeng tapi yang nebengin kelaperan, tapi Milka juga pikir daripada nanti di kost dia juga harus keluar beli makan lagi, jadi memang ada baiknya sekalian makan, apalagi sama Kak Evan, Milka bahagia banget diajak makan walau deg-degan.


Mereka melipir ke salah satu taman jajan terdekat, Evan pun memarkir mobilnya dibawah salah satu pohon. “Loe mo makan and minum apa Mil?” tanya Evan, karena Evan tidak suka memaksakan kemauannya, jadi dia bertanya lebih dulu ke Milka. “Aku mau makan nasi goreng sama the manis hangat aja, Kakak mau makan apa?” “ hm.. samain aja deh, da lama juga gue ga makan nasi goreng” sahut Evan. Mereka pun turun dari mobil dan menuju tempat yang menjual nasi goreng. Taman jajan malam ini tidak terlalu ramai, mungkin karena bukan malam minggu. “Pak nasi goreng specialnya 2 yah, ehya loe mo pedes apa gak Mil?” tanya Evan. “Iya pedes”. “Pedes 1, sedeng 1 sama 2 the manis hangat ya Pak” ucap Evan ke penjual. Lalu mereka pun duduk disalah satu sudut yang kosong. “Loe suka makan pedes Mil?” “Iya aku suka makan pedes” jawab Milka sambil tersenyum. Ampun dahhhh manis banget itu senyum, batin Evan sambil ngangguk-ngangguk. Milka bingung mau ngobrol apa dan sepertinya Evan paham karena Evan pun langsung bercerita tentang apa saja, mulai dari yang kecil hingga yang agak sensitive, keluarga. “Papa gue sih baik Cuma ya gitu, gue pokoknya tetep harus nerusin usaha Papa, padahal gue kagak tau menau tentang IT, yah even gue nanti bukan megang teknis tapi kan masa gue gak tau apa-apa tentang IT, jadi yah nanti gue tetep harus belajar-belajar deh” Milka hanya diam mendengarkan.

__ADS_1


Evan tanpa ragu menyendok nasi goreng di piring Milka “huaaaa gilaaa pedesss banget Mil” sambil Evan buru-buru minum teh manis hangatnya. “hahaha maaf ya Kak, aku kalau makan nasi goreng emang pasti pedes” tawa Milka tanpa bermaksud meledek Kak Evan yang kepedesan. Evan terpana melihat Milka tertawa, karena selama ini dia belum pernah melihat Milka tertawa seperti ini, dia tidak menyesal kepedesan dan rasanya jadi pengen makan lagi nasi gorengnya Milka biar bisa lihat Milka tertawa seperti ini terus. Tanpa sadar Evan menjawil hidung Milka yang mancung dengan gemas. Milka kaget dan sontak memundurkan kepalanya. “eh eh maaf Milka, gak sengaja, habis kamu kayak puas banget ngetawain aku” kata Evan sambil menangkupkan kedua tangannya tanda permintaan maafnya. Milka hanya terdiam tanpa bereaksi apa-apa karena masih kaget, dan sejujurnya Milka suka, hanya dia tampak malu dan terlihat pipinya mulai memerah. “ma..maaf Kak aku kaget saja, tidak apa koq, aku minta maaf yah, aku gak bermaksud meledek Kakak koq, beneran” kata Milka pelan sambil menundukkan kepalanya.


Evan merasa sangat bersalah karena suasana menjadi canggung. “eh gak apa Milka, aku yang salah koq, maaf yah kamu jadi kaget” Evan jadi sangat gemas melihat Milka, entah kenapa ada sesuatu dihatinya yang berdenyut dan tanpa dia sadari dia ikut ber ‘aku-kamu’ ke Milka. “ya udh lanjutin makannya yah” kata Evan ke Milka, mereka pun melanjutkan makannya. Evan makan sambil diam-diam melirik kearah Milka, dia gemes melihat Milka yang sedang makan dengan berhati-hati. Entah kenapa Evan malah pengen banget body contact lagi ke Milka, entah ngelap pinggir bibirnya yang sedikit berminyak, entah ingin merapikan poninya yang terjuntai, ada sesuatu dalam diri Milka yang sangat menarik bagi Evan.

__ADS_1


Tak lama mereka berdua selesai makan. Evan masih enggan berpisah dengan Milka, tapi apa daya hari sudah lumayan malam dan esok mereka masih harus bekerja lagi. “dah selesai Mil? atau ada yang ingin kamu makan lagi?” tanya Evan lembut. “Sudah selesai Kak dan terima kasih atas traktirannya” jawab Milka dengan senyum. “Sama-sama, yu kita lanjut, kuantar kamu dulu”, “eh gak usah Kak, sudah dekat dari sini, aku bisa jalan kaki saja” tolak Milka karena tidak enak merepotkan Evan. “Gak apa Mil, bahaya sudah malam, cewek cantik jalan sendiri, hehehe” canda Evan tanpa sadar menyebut Milka cantik. Milka tersipu dibilang cantik sama Evan, dalam hati sih lompat-lompat kegirangan. “Makasih yah Kak, maaf merepotkan” “Ih gak koq, kamu jangan sungkan-sungkan yah sama aku, yuu” mereka pun kembali ke parkiran. Tak lama mereka pun tiba di depan kost Milka. “Makasih yah Kak” ucap Milka tulus sebelum turun dari mobil. “Sama-sama Milka, sampai ketemu besok ya”. Jawab Evan dengan senyum dibuat semenawan mungkin. Setelah Milka turun, Evan menurunkan kaca mobil, melambaikan tangan dan melajukan mobilnya pelan-pelan.


__ADS_2