Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
second kiss


__ADS_3

Besok pagi-pagi Evan sudah tiba di kost Milka, seperti biasa Evan menunggu di depan mobil dan mengirim chat ke Milka. “Pagi Sayang, aku sudah sampai yah” chat Evan. Hampir 5 menit Milka tidak membalas pesan Evan. Evan jadi khawatir karena tidak biasanya Milka lama membalas pesan. Lalu dia coba telepon Milka, telepon Milka tidak aktif, Evan mulai panic.


Diapun langsung masuk ke area kost an Milka yang masih sepi karena minggu pagi semua penghuninya mungkin masih tidur, hanya satpam saja yang ada. Evan pun pamit masuk. Ketika sampai didepan kamar, Evan mengetok pintu kamar beberapa kali sambil memanggil Milka, dia tidak mau main masuk saja walau tahu code pintu kamarnya, tapi tidak ada jawaban dari dalam, dengan terpaksa Evan menekan tombol code pintu Milka, sampai di dalam kamar Evan melihat Milka tertidur dengan posisi duduk di samping tempat tidurnya sambil memakai headset dan memegang buku, Milka sudah rapi dan siap berangkat hanya saja tampaknya dia ketiduran lagi.

__ADS_1


Evan tersenyum dan geleng-geleng dibuatnya tapi dia lega bukan main, yang dia takutkan justru Milka kenapa-kenapa. Evan pelan-pelan mendekati Milka lalu mengelus kepalanya, “Sayang…” kata Evan pelan takut membuat Milka kaget. Milka pun terbangun dan tetap kaget karena ada Evan dikamarnya, dia langsung melek dan membenarkan posisi duduknya. “Lho Kak Evan, koq bisa ada disini?” tanya Milka kaget. “Iya sayang, maaf ya aku masuk tanpa permisi, soalnya kamu aku telepon gak nyambung, aku ketuk-ketuk pintu gak dibuka” jawab Evan.


Milka langsung melihat hpnya yang ternyata mati. “Maaf yah Kak jadi bikin Kakak khawatir, jadi aku tadi malem gak bisa tidur, trus baru tidur kayaknya jam 2an trus jam 4an aku udah kebangun lagi, jadi aku olahraga aja trus mandi karena masih pagi aku sambil denger musik dan baca majalah, eh malah ketiduran” jawab Milka panjang dan merasa bersalah. “Gak apa sayang, kamu pasti cape, kenapa gak bisa bobo?” tanya Evan penasaran. “Hm.. gak bisa aja” jawab Milka malu-malu karena gak mungkin dia bilang karena kebayang ciuman Evan. “Hehe ya udah yang penting kamu baik-baik aja” kata Evan sambil memegang pipi Milka dengan sayang.

__ADS_1


Sambil menunggu Milka mengganti code, Evan membaca-baca buku yang dibaca Milka hingga ketiduran, ternyata buku yang Evan pernah pinjam dan dia coret-coret di post itnya, tulisan dari Evan dulu yang bertuliskan “nice, I am sure you can make it cometrue” kata you dicoret Milka diganti kata We, Evan tersenyum dibuatnya.


“Kenapa Kak koq senyum-senyum?” tanya Milka yang sudah mengganti code pintunya dan duduk disamping Evan. “baca ini” kata Evan sambil menunjuk post it tersebut. Milka langsung salting dan berusaha mengalihkan pembicaraan “eh udah siang, yuu Kak kita sarapan” kata Milka sambil mau beranjak dari duduknya. “bentar dong sayang, kenapa? Koq malu” kata Evan jahil sambil memegang tangan Milka dan mengajaknya duduk kembali. “Gak koq, aku gak malu” jawab Milka pelan sambil mengalihkan pandangannya ke jendela.

__ADS_1


Evan menarik lembut wajah Milka, menatapnya dan tanpa izin dia mencium bibir Milka lembut, Milka pun kaget tapi tidak melakukan penolakan karena sejujurnya diapun menyukai ciuman lembut Evan dibibirnya. Cukup lama Evan mencium lembut Milka, seperti ada yang bergejolak dalam diri Evan, Evan pun menghentikan ciumannya dan mengecup kening Milka, dia takut jika dilanjutkan bisa berbahaya apalagi mereka hanya berdua di kamar walau pintu kamar terbuka. Milka sedikit kaget karena masih ingin merasakan bibir Evan, tapi dia pikir toh masih ada lain waktu tanpa ada pikiran aneh-aneh dari Milka. Evan yang tampaknya berpikiran nakal tapi untungnya dia masih bisa mengontrol dirinya. “Yuk sayang kita sarapan dulu baru ke rumah” kata Evan. Lalu merekapun sarapan bubur ayam di taman jajan dekat kost Milka, baru ke rumah Evan.


__ADS_2