Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Liburrr


__ADS_3

“Sayang, dimakan gih rotinya, sekalian sama Brian dan Lani” kata Evan sambil menyetir dan tatapan tetap kearah jalan dan sesekali melihat Milka lewat kaca spion. “Iya Kak, ini Lan dan Kak Brian, dibuatkan roti panggang tadi pagi sama Mama eh sama Tante” kata Milka mengkoreksi kata-katanya. “Cie da manggil Mama ni ke camer” ledek Lani. Milka no comment dan hanya tersenyum sambil memberikan roti ke Brian dan Lani. “Iya dong dibiasain dari sekarang” kata Evan membela Milka dan yang lain pun tertawa. Bersyukur perjalanan lancar, tapi mereka sengaja berhenti dulu di rest area saat sudah lumayan menempuh setengah perjalanan. “Kak, aku sama Lani mau ke toilet dulu ya” kata Milka ketika mobil masuk ke rest area. “Iya sayang” kata Evan sambil mengarahkan kendaraan mencari toilet terdekat.


Setelah selesai dari toilet dan sedikit meregangkan otot-otot merekapun hendak melanjutkan perjalanan. “Gantian gak nyet?” kata Brian. “Boleh deh” kata Evan. Mereka pun lalu masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan. “Ini duluan mana arahnya, rumah Milka or villa loe nyet?” tanya Brian. “Duluan rumah Milka, tapi gak jauh sih villa gue ternyata pas gue kemarin lihat di gmaps, paling 15 menitan dari rumah Milka” kata Evan.

__ADS_1


“Gile jodoh banget loe berdua, sampai tanpa sadar tinggal di Jakarta deketan, eh sampe ke Lembang juga deketan, dari segitu banyak tempat lho, ck ck ck” kata Lani panjang lebar memaparkan pendapatnya ilmu cocoklogi. “Aminnn” kata Evan dan Milka bersamaan. “Nanti kita jalan-jalan kemana aja ya?” tanya Lani tidak sabar jalan-jalan. “Banyak Lan, dan kalau malam kita bisa juga kalau mau berendam air panas lho” kata Milka. “Wah mau-mau” kata Lani bersemangat.


“Sabar Lan, sampai aja belum” ledek Brian. “Rese ih Kak Brian” kata Lani sambil menjulurkan lidahnya. Brian hanya senyum melihat tingkah Lani lewat kaca spion. “Loe berdua ya jangan sering ribut tar cinta lho” ledek Evan sambil lirik-lirik Brian. “so what” kata Brian singkat sambil senyum-senyum. Lani yang mendengar jawaban Kak Brian cuma bengong. Brian yang melihat gemes pengen ledekin lagi “Lan jangan bengong, kemarin ayam tetangga bengong eh pingsan lho, hahaha” canda Brian dan diikuti oleh tawa Milka dan Evan. “apa sihh” kata Lani malu-malu.

__ADS_1


Merekapun menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. “Cape ya sayang?” tanya Evan sambil mengelus kepala Milka saat mereka sudah turun dari mobil. “Hehe gak koq Kak, Kakak yang cape ya tadi nyetir juga?” tanya Milka “Gak sayang, kalau lagi sama kamu mah gak terasa capenya koq” kata Evan tanpa bermaksud gombal. Lalu menggandeng tangan Milka. “eh foto-foto yuk” ajak Lani. “sini gue fotoin” kata Brian. Dia mengambil hp dan memfoto Milka dan Lani, lalu Milka dan Evan lalu berselfie mereka berempat. “Kak tar share ya” kata Lani. “Bayar berapa?” tanya Brian sambil meledek Lani. “huuuu ya udah aku foto pake kamera sendiri” rajuk Lani.


“hahhaa iya iya nanti di share” kata Brian sambil mengacak rambut Lani. Lani dibuat deg-degan dengan perlakuannya Brian, sehingga ada benih-benih tumbuh subur di hati Brian dan Lani yang masih tahap pdkt kalau Brian bilang. Evan dan Milka yang melihatnya jadi yakin bahwa akan terjadi sesuatu diantara mereka berdua saat liburan kali ini.

__ADS_1


Evan pun menggandeng tangan Milka erat, berharap segala sesuatu yang datang adalah kebahagiaan baik bagi mereka ataupun Brian dan Lani. Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah mereka. Merekapun menikmati jalan-jalan mereka, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Milka. Evan merasa deg-degan karena akan bertemu keluarga Milka pertama kalinya. Dia berharap keluarga Milka bisa menerima dirinya seperti keluarganya menerima Milka. Dan berharap acara lamaran berjalan lancar, karena Evan masih belum berkata apa-apa ke Milka mengenai rencananya melamar Milka pada saat tahun baru.


__ADS_2