
“Kak Mike duduk depan aja sama Kak Evan ya?” tanya Milka ke Evan. “Boleh sayang, gimana enaknya aja, gak masalah” kata Evan lembut sambil membelai kepala Milka. Mike yang melihat adegan itu terasa ada yang sakit dihatinya, dia sadar, dia harus mengenyahkan rasa cintanya ke Milka dan harus murni menyayanginya sebagai adik saja tidak lebih, walau tidak bisa secepat itu, dia akan berusaha demi kebahagiaan Milka, dia melihat Milka sangat mencintai Evan, jadi dia pikir yang penting kebahagiaan Milka, dan biarlah hanya dia yang tahu betapa dia sangat mencintai Milka bukan sebagai Kakak, tapi sebagai seorang pria pada wanita.
Dia rela menyerah karena dia lihat Evan adalah pria yang baik, terbukti dia mau mengajak adiknya, jarang-jarang ada Kakak yang mau ajak adiknya ikutan main sama teman-temannya. Itu sudah 1 poin plus buat Evan dimata Mike, mulai sekarang dia hanya cukup memperhatikan mereka, dia tidak mau Evan sampai menyakiti Milka.
__ADS_1
Akhirnya Mike duduk di depan bersama Evan, Milka dan Alex ditengah, Lani memilih di belakang karena dia ingin jadi pengamat, Brian pun jadi duduk dibelakang bareng Lani, dia malah seneng dengan posisi duduk ini, jadi dia bisa banyak interaksi dengan Lani. Dan dia mikir ini kenapa jadi triple date lagi ya, cuma posisi Dion dan Dian diganti oleh Brian dan Alex, Brian malah jadi berpikir semoga Mike bisa dekat dengan Alex.
Trus setelah dia pikir lagi, ya gak mungkinlah, kan Mike Kakak Milka, Alex adik Evan, toh nanti mereka jadi keluarga, ya gak mungkin Mike dan Alex bisa bersama. Stupid kata Brian pada dirinya sendiri sambil menggetok kepalanya. Lani yang melihatnya langsung heran trus dia memegang tangan Brian “Kenapa Kak?” tanya Lani pelan. “Hehehe gak apa” kata Brian sambil senyum melihat Lani yang memegang pergelangan tangannya dan dia pun menepuk-nepuk tangan Lani sambil menenangkan rasa penasaran Lani. “ye kirain kakak kesambet” kata Lani sambil menarik tangan dan membetulkan posisi duduknya lagi, sebenarnya dia kaget dan deg-degan ketika Brian menepuk-nepuk tangannya. Dalam hati Lani pun terasa ada sesuatu yang hangat.
__ADS_1
Merekapun tiba di Taman B, mereka turun dan membeli tiket masuk. “Wah cantik banget” seru Lani dan Alex bersamaan. Milka yang sudah sering walau takjub tapi sudah terbiasa, walau kali ini terlihat lebih cantik karena dia datang bersama orang-orang yang disayanginya. Hati Milka terasa hangat, tiba-tiba ada tangan yang menggandengnya, siapa lagi kalau bukan Evan. “Biar hangat” bisik Evan. Milka hanya tersenyum.
Brian seketika merasa sendiri, lalu tiba-tiba Kak Mike menepuk pundak Brian. “gabung sana, sini Kakak fotoin” kata Mike, ya Mike memang lebih dewasa dari mereka semua. “Eh Kak, gak apa Kak, kita rame-rame aja, daripada jadi nyamuk mereka berdua tu Kak” tunjuk Brian pake dagunya.
__ADS_1
Mike hanya tersenyum, lalu Brian dan Mike mendekati Lani dan Alex, Mike pun berusaha untuk tidak menghiraukan Milka dan Evan. “Kak ayo foto sini” ajak Alex ke Brian dan Mike. “Eh gak usah, kalian aja, sini Kakak fotoin” tolak Mike halus. “Ih gak ada tapi-tapian, sini” Alex menarik tangan Mike untuk mendekat lalu mulai wefie.
Mike pun terpaksa ikutan, cuma pada dasarnya dia bukan tipe orang yang suka difoto. “ih Kak senyum dong” kata Alex lagi gemas melihat Kak Mike yang seperti patung. “Hehe iya-iya” jawab Mike sambil senyum. Jadilah foto mereka berempat dengan posisi Brian-Lani-Alex dan Mike. Setelah melihat hasilnya ok, merekapun lanjut ke spot-spot berikutnya. Mike pun berusaha menikmati acara jalan-jalan tersebut dan tidak fokus kepada Milka dan Evan.
__ADS_1