Sayangku Hanya Untukmu

Sayangku Hanya Untukmu
Masak Bersama


__ADS_3

Sesampainya dirumah Evan, Milka disambut hangat oleh Mama dan Papa Evan juga ada Alex hari itu. “Hai sayang” sapa Mama Evan sambil memeluk Milka. “Halo kakak ipar” kata Alex sambil memberikan salam kepada Milka. Milka yang dipanggil Kakak ipar langsung malu-malu sambil menjabat tangan Alex. “Halo juga, kamu pasti Alex yah?” tanya Milka sopan walaupun Alex lebih muda darinya. “Iya Kak, aku Alex, salam kenal ya Kak Milka, Kakak yang sabar-sabar yah menghadapi Kak Evan yang jomblo seumur hidup” cerocos Alex panjang. “Kak Evan jomblo seumur hidup? aku pikir Kak Evan sudah pernah berpacaran” batin Milka heran tapi senang mengetahui Evan belum pernah punya pacar sebelum Milka berarti mereka sama-sama pacar pertama. “Woi woi buka kartu aja loe dek, sana mandi gih bauuu” kata Evan kepada Alex. Alex hanya menjulurkan lidahnya lalu beranjak ke kamarnya tapi dia berpamitan kepada Milka “Kak Milka aku mandi dulu yaa, nanti kita chit chat lagi” seru Alex. “Ok sip” kata Milka singkat.


“Sini duduk dulu, sudah sarapan?” tanya Papanya Alex yang sedang sarapan di meja makan. “Sudah Om, terima kasih” jawab Milka sopan. “Ya sudah duduk aja dulu, mau disini boleh, di ruang keluarga boleh, ditaman boleh, dimana aja yang Milka suka yah, anggap aja rumah sendiri” kata Papanya Evan. “Iya Om, terima kasih” kata Milka.

__ADS_1


“aku ajak Milka ke taman ya Pa, Ma” kata Evan. “Iya sana, bawain minum dan camilan Van” kata Mama Evan. “Ok Ma, nanti aku ambil” jawab Evan. Merekapun berjalan kearah taman, di taman rumah Evan walau tidak besar tapi sangat asri karena Mama Papanya suka berkebun. Mereka duduk di ayunan. “Wah enak yah Kak ada ayunan” kata Milka polos sambil berusaha mengayun. “Hehehe iya makanya sering-sering main kesini ya” kata Evan. Milka hanya tersenyum sambil melihat langit yang cerah dan bentuk rumah Evan.


“Itu jendela kamar aku” kata Evan sambil menunjuk salah satu jendela dilantai 2. “Oh, kalau yang sebelahnya kamar Alex?” tanya Milka. “iya itu kamar Alex, tapi itu anak juga jarang dirumah, dia kayak kamu, ngekost walaupun kampusnya di Jakarta juga, Cuma dia males nyetir dan cape dijalan, dia juga tidak boleh kecapean, jadi dia minta ngekost aja, dan kata Papa Mama biarin mandiri, tapi tetep kami pantau juga” kata Evan menjelaskan. “Sama kayak aku yah Alex, hehehe, walau jauh tetap dipantau sama Mama Papa Kakak” kata Milka. “hahaha sekarang tambah 1 orang yang mantau yah” kata Evan. “Siapa ya?” Kata Milka pura-pura mikir, padahal dia tahu maksudnya adalah Evan. “Ih udah bisa ngeledek ni ya sekarang” kata Evan sambil ngelus rambut Milka. Milka hanya tersenyum dan memandang Evan. “duh itu senyum, itu bibir, sayang lagi dirumah, eh emang mo ngapain gue ya, ampun deh otak gue sekarang gak bisa jauh dari bibir Milka, kacau dah” batin Evan. Memang semenjak mencium bibir Milka, Evan selalu pengen dan pengen lagi.

__ADS_1


“Kak, Kakak sukanya warna apa? Hitam ya?” tanya Milka. “Iya koq tahu?” jawab Evan dengan pertanyaan lagi. “Habis Kakak pake bajunya warna hitam terus, gak dikantor, gak dirumah, gak lagi pacaran” Kata Milka. “Arsitek banget yah, warna duka akibat proyek gak kelar-kelar, hahaha” tawa Evan. “Iya bener, aku suka warna lilac tapi jadi kebawa suka juga warna hitam, tapi tetep aku suka lilac juga” kata Milka. “Oh ic ic, jadi sukanya Lilac sama hitam yah” kata Evan menegaskan dan mengingat-ingat apa yang menjadi kesukaan Milka. “Iya” Jawab Milka singkat sambil kembali menatap langit yang cerah. “Ehya Kak koq belum pada panggil aku ya buat siap-siap masak-masak, atau Mama dan Alex gak enak panggil aku karena lagi ngobrol sama Kakak ya?” tebak Milka, “yuu Kak ke dalam lihat dulu, aku gak enak kalau gak bantu preparation” kata Milka sambil berdiri. “Iya sayang, yuk” Evan yang tahu sifat Milka yang tidak enakan langsung ikutan berdiri lalu menggandeng tangan Milka masuk ke dalam rumahnya lagi.


“Ma ni Milka dateng, dia nunggu dipanggil lho” canda Evan yang dibalas Milka dengan cubitan gemes dipinggangnya. “Oww jangan cubit-cubit sayang, sakit” ledek Evan yang bikin Milka blushing karena didengar keluarga Evan dan ditanggapi dengan tawa oleh semuanya. “Maaf Tante Milka jadi gak bantu-bantu ini tadi siap-siapnya” kata Milka lugu. “Gak apa sayang, gak banyak koq yang disiapin, lagipula ni ada calon koki, biar dia yang repot” kata Mama Evan sambil tersenyum. “Kak Milka pake apronnya dulu Kak biar bajunya gak kotor” kata Alex sambil memberikan apron ke Evan untuk dipakaikan ke Milka. “Iya makasih ya Lex” jawab Milka dengan senyuman.

__ADS_1


Evan lalu memakaikan Milka Apron. Mama Papa dan Alex yang melihat perlakuan lembut Evan ke Milka sangat senang. “Sudah sayang” bisik Evan ditelinga Milka. “Makasih Kak” kata Milka lembut. “Sama-sama sayang, aku tinggal nemenin Papa dulu ya, kamu sama Mama dan Alex gak apa kan?” tanya Evan. “Gak apa dong Kak” Jawab Milka sambil senyum. Alex gemes dibuatnya “Ya elah Kak kayak ditinggal ma siapa aja dah, tenang gak aku gigit koq Kak Milka nya” ledek Alex. Mama yang lihat hanya tersenyum bahagia sama kedekatan anak-anak dan calon mantunya. “Dah sayang” kata Evan ke Milka sambil mengelus kepala Milka. “Ma, Lex aku nemenin Papa ya” kata Evan sambil berlalu. “Iya sana” kata Mama.


__ADS_2