
Selesai makan mereka jalan-jalan sebentar di Mall tersebut. “Evan kamu gak ajak Milka nonton? Lagi ada film bagus kan sekarang?” Kata Papanya Evan. Evan berpikir sebentar dan melihat ke arah Milka minta persetujuan, “Milka ada waktu buat nonton gak?” tanya Evan. “bisa Kak, hari ini aku gak ada acara apa-apa koq” jawab Milka. Yes Evan senang bukan main. “Ok kita nonton dulu ya, lagi ada film bagus” kata Evan. “Iya kalian nonton saja dulu, Mama Papa pulang duluan, ni kunci mobil kamu bawa, nanti Papa dan Mama minta jemput Mang Ujang” kata Papa Evan.
“Siap Pa, makasih ya Pa, dah Mamaku sayang” jawab Evan sambil memeluk Mamanya. Milka sangat senang melihat kedekatan Evan dan orang tuanya. Milka pun ikut berpamitan. “Milka pamit dulu ya Om, Tante, terima kasih buat hari ini” kata Milka dan dibalas pelukan oleh Mama Evan. “Sama-sama sayang, jangan kapok ya main-main ke rumah” jawab Mama Milka. Merekapun berpisah, Evan dan Milka ke lantai paling atas, Mama Papa nya kearah lobby menunggu mang Ujang sopir keluarga mereka.
“Yu kita beli tiket dulu” ajak Evan. Milka mengangguk. Sebenernya Evan pengen banget gandeng tangan Milka, tapi apa daya, dia takut dianggap tidak sopan sama Milka, status aja masih belum jelas, tapi Evan berjanji, dia bakal nembak Milka pulang dari bioskop. Setelah membeli tiket merekapun membeli camilan bioskop, popcorn dan 2 minuman. Sambil menunggu mereka duduk-duduk ditempat yang disediakan, karena masih 10 menit lagi baru akan dibuka pintu teaternya. “Mil maaf yah malah jadi gak sesuai rencana” kata Evan. “Ya ampun Kak, jangan minta maaf ah, gak apa-apa koq, aku justru seneng banget bisa kenal sama keluarga Kakak, mereka hangat banget, aku suka, lihat Kakak dekat dengan orang tua kakak juga aku suka” jawab Milka jujur. “Makasih ya Mil” jawab Evan lagi-lagi sambil mengelus kepala Milka sayang.
__ADS_1
Tak lama pengumuman kalau pintu teater sudah dibuka dan film akan segera diputar pun diumumkan. “Mau ke toilet dulu?” tanya Evan, karena paham di bioskop pasti lama. “Iya Kak mau” jawab Milka jujur karena sebenernya dia memang mau ke toilet cuma malu sama Evan, tapi untunganya Evan tipe pria yang peka sama women’s need. “Ok aku juga ke toilet dulu, nanti kutunggu depan toilet cewek ya” jawab Evan karena memang biasanya cewek kalau di toilet lamaaa. “Ok Kak” kata Milka.
Setelah selesai urusan toilet, mereka pun segera menuju teater, dan karena sudah mau dimulai, lampu bioskop sudah agak diredupkan, tanpa sadar Evan menggandeng tangan Milka agak tidak terjatuh karena situasi gelap bioskop. Milka kaget tapi senang, dan ia pun menggenggam tangan Evan. Tibalah mereka dikursi mereka, Evan mempersilahkan Milka duduk terlebih dahulu. Lalu merekapun menikmati film yang ditayangkan sambil makan popcorn dan minum lemontea. Evan meletakkan bekas popcorn dibawah kakinya untuk nanti dibuang ketika film selesai, minumannya masih dia bisa taruh di tempat yang disediakan, demikian juga Milka.
“Makasih ya Kak” kata Milka ketika sudah diluar bioskop. “Sama-sama Mil, aku juga makasih yah udah mau dateng ke rumah, kamu siap-siap aja ditodong Mama lagi untuk datang ke rumah, hehehe” jawab Evan. “Iya gak apa koq Ka, kalau aku gak ada acara atau kegiatan, dengan senang hati aku nemenin Mama Kakak” jawab Milka. “Ohya ini kamu ada yang mau dicari gak mumpung di mall” tanya Evan. “Aku mau lihat-lihat buku Kak, kalau Kakak gak keberatan” jawab Milka. “Oh boleh dong, aku juga mau lihat-lihat, ya udh yu kita ke toko buku” ajak Evan.
__ADS_1
Duh pengen hati sih pegangan tangan lagi, tapi gak ada alasan banget sekarang batin Evan. “apa Kak Evan bakal gandeng aku lagi ya?” batin Milka deg-degan. Tapi sampai ditoko buku mereka hanya berjalan bersisian. Lalu merekapun asik melihat-lihat buku karena selera mereka sama yaitu buku-buku tentang arsitektur.
Tiba-tiba ada yang memanggil mereka “Lho Evan, Milka” seru suara tersebut, Evan dan Milka pun berbarengan menengok ke sumber suara. “Lho Kak Adit” jawab mereka bersamaan. “Kalian berdua aja?” selidik Adit yang berharap ada yang lain bersama mereka, entah kenapa Adit merasa tidak nyaman melihat kedekatan mereka berdua sejak di rooftop kemarin pagi. “Iya Kak, habis nonton tadi” jawab Evan yang sengaja menegaskan bahwa mereka habis ngedate.
Milka hanya mengangguk dan tidak mempermasalahkan jawaban Evan, karena toh dikantor mereka tidak ada larangan untuk sesama karyawan dekat. “Oh ok, habis dari sini kalian mau kemana?” tanya Adit lagi. “Aku mo ajak Milka balik ke rumahku Kak, kayaknya Mama belum puas tadi ngobrol sama Milka” jawab Evan sedikit kesal karena Adit tanya-tanya terus, karena Evan juga merasa Adit ada rasa sama Milka, makanya daripada diduluin Adit yang serba lebih dari Evan, Evan sedikit berbohong, padahal mah tadi tidak ada rencana ke rumahnya lagi. “Oh tadi habis dari rumahmu? Baru nonton ya” tanya Adit lagi. “Iya tadi dari rumah trus kita makan keluarga disini tapi Mama Papa pulang duluan, kami lanjut nonton tadi” jawab Evan lagi gak mau kalah. Dalam hati Evan, hayo mau nanya apa lagi loe. Milka sedari tadi diam saja karena semua pertanyaan Adit sudah dijawab Evan. “Baiklah kalau begitu, sampai ketemu senin ya Milka, Evan” balas Adit dan tersenyum kearah Milka. “Iya Kak” jawab Milka singkat. Evan hanya menjawab dengan anggukan, entah kenapa dia gak suka banget sama Adit, walaupun Adit seniornya di kantor.
__ADS_1