
"kakak bercanda kan?ng-nggak mungkin itu terjadi kan kak?" ucap arga.
"lalu dimana sekarang widya?" tanya pak yono.
"ryan nggak tahu pa,pas ryan bangun widya udah nggak ada disana,ryan udah coba cari kemana-mana tapi nggak ada" ucap ryan.
"apa yang harus papa katakan pada orangtua nya widya,papa udah gagal mendidik kamu ryan" ucap pak yono.
"ryan minta maaf pa....ryan ngaku salah" ucap ryan.
"DIRGA......" teriak pak yono.
para pekerja di rumah tersebut langsung ketakutan melihat tuannya berteriak,dirga adalah asisten sekaligus orang kepercayaan pak yono.
"iya..tuan?" ucap dirga.
"kerahkan semua orang-orang kita untuk mencari widya sampai ketemu,saya nggak mau tahu kamu harus dapat informasi tentang widya besok,kalau kamu tidak dapat informasi sama sekali kamu tahu kan akibatnya" ucap pak yono.
"baik tuan saya mengerti" ucap dirga.
pak yono pun pergi meninggalkan arga dan ryan,arga menatap ryan dengan rasa tidak percaya,apa mungkin ini semua karena rencana yang ia lakukan tadi bersama widya.
"maaf kak...ini salahku" ucap arga.
"kamu nggak salah ga...ini salah kakak seutuhnya" ucap ryan.
"coba saja tadi arga nggak nyuruh widya buat ikutin rencana arga pasti jadinya nggak kaya gini kak" ucap arga.
"apa maksut kamu...kakak nggak ngerti?" ucap ryan.
"tadi yang kakak lihat waktu aku sama widya itu rencana kami untuk membuat kakak sadar sama perasaannya,tapi ini diluar dugaan ku kak maaf...ini salahku.." ucap arga.
"udah....ini bukan salah kamu..." ucap ryan.
arga pun mengajak ryan kekamarnya agar ryan bisa menenangkan pikirannya,ryan terus melamun memikirkan kejadian tadi di apartemen,tidak lama setelah itu ryan terlelap tidur.
πππ
hari ini ryan sudah bersiap-siap akan pergi untuk mencari widya,ia sangat merasa bersalah.
ia pun turun dari tangga dan akan menuju garasi mobil.
"berhenti!.." ucap pak yono.
"kenapa pa?" ucap ryan.
"sini kamu.." ucap pak yono.
pak yono dan arga sudah duduk di ruang makan,dan kebetulan ryan lewat,pak yono pun menghentikannya dan menyuruhnya untuk duduk disampingnya.
"ada apa pa?" ucap ryan.
"duduk sekarang,dan sarapan" ucap pak yono.
"ryan nggak lapar pa,ryan mau keluar cari widya" ucap ryan.
"kamu nggak perlu cari widya,dia hanya butuh waktu"
ucap pak yono.
"tapi pa.." ucap ryan.
"kamu mau ketemu widya tidak?" ucap pak yono.
"mau pa..." ucap ryan
"kalau gitu sekarang kamu sarapan setelah itu papa kasih tau kamu keberadaan widya" ucap pak yono.
setelah selesai sarapan ryan langsung bertanya dimana keberadaan widya sekarang.
"dimana widya pa??" ucap ryan.
"dia ada apartemen xxx dia akan tinggal disana untuk 1 bulan dia butuh waktu untuk melupakan semua yang terjadi pada dirinya,jadi kamu sekarang jangan kesana dulu tunggu 1 bulan dia masih trauma ryan ,jadi papa harap kamu bisa mengerti kondisi dia" ucap pak yono lalu pergi meninggalkan ruang makan.
"kakak sabar ya...mungkin apa yang papa katakan ada benarnya, widya masih terguncang dan butuh waktu"
ucap arga.
"aku ngerti kok...aku bakal kasih dia waktu.."
ucap ryan.
π΄π΄π΄
1 bulan kemudian....
"RYAN!!!" teriak pak yono.
"papa kenapa?" tanya arga.
"ada apa pa?" tanya ryan.
"kamu dan arga pergi ke bandara sekarang jangan lupa ajak gizel juga cepat!" ucap pak yono.
"emangnya ada apa pa?" tanya ryan.
"widya...dia mau pergi ke luar negeri cepat kamu hentikan dia" ucap pak yono.
"apa...oke...aku berangkat sekarang"
ryan dan arga pun buru-buru menjemput gizel dan melajukan mobilnya ke bandara.
pikirannya sekarang sangat kacau sekali.
sesampainya dibandara...
__ADS_1
"kak disini banyak banget orang,gimana kalau kita pencar aja" ucap arga.
"ide bagus kakak kesana,kamu kesana,dan gizel kamu ikut arga aja" ucap ryan.
"iya baiklah" ucap widya.
mereka pun berpencar kesana sini untuk mencari widya.
gizel tidak sengaja melihat seorang gadis yang mengenakan gelang sama sepertinya,gizel ingat ia pernah memberi widya gelang yang sama sepertinya sebagai tanda persahabatan mereka,ketika gizel melihat wajah gadis tersebut dia sontak kaget itu adalah widya sahabatnya.
"arga....itu widya..." ucap gizel.
"manaa...?" ucap arga.
"itu...dia mau pergi...." ucap gizel.
arga dan gizel pun mengejar widya,gizel langsung menarik widya dan memeluknya.
"wid....lo jahat banget mau ninggalin gue sendirian disini..hiks...hiks..." ucap gizel menangis.
"kok kalian tau aku ada disini..?" ucap widya.
"wid...kok lo pucet banget? lo sakit?kita ke rumah sakit ya?" ucap arga.
"nggak usah kalian pergi aja dari sini" ucap widya.
"WIDYA...." teriak ryan.
ryan pun berlari ke arah widya,widya merasa sangat pusing pandangan disekelilingnya mulai kabur dan dia jatuh pingsan.
ryan,arga,dan gizel pun langsung membawanya ke rumah sakit.
kini mereka sedang menunggu di depan ruang pemeriksaan,ryan sangat takut widya kenapa-napa.
tidak lama kemudian dokter memanggil mereka untuk membicarakan sesuatu.
"kalau boleh tau kalian ini siapanya pasien?"
tanya dokter tersebut.
"kami sahabatnya" ucap gizel.
"apa kalian sudah menghubungi suaminya?"
ucap dokter.
"maksut dokter apa?apa yang terjadi pada widya?" ucap ryan.
"tenang tuan, pasien hanya butuh istirahat,dia tidak boleh kelelahan,dan juga harus memerhatikan pola makannya,karena itu akan mempengaruhi janinnya" ucap dokter.
"APA!??" ketiganya terkejut.
"dokter bercanda kan?" tanya arga.
"ini mimpi atau nyata?" ucap gizel.
ucap dokter lalu pergi.
ryan langsung menatap dan menghampiri widya yang terbaring lemah,ini semua karena nya,apa yang harus dia katakan nanti setelah widya sadar.
tidak lama kemudian pak yono dan pak alex(papa widya) datang,pak alex langsung memeluk putrinya yang terbaring lemah.
"bagaimana keadaan nya?apa yang terjadi padanya?"
tanya pak alex pada ryan.
ryan mengehela nafas panjang.
"widya...dia...hamil.." ucap ryan sambil menunduk.
"APA!?" ucap pak yono dan pak alex.
"kamu serius kan?" tanya pak yono.
ryan pun mengangguk.
"akhirnya..." ucap pak yono dan pak alex lalu berpelukan.
ryan,arga,dan gizel dibuat kaget,seharusnya kan mereka marah tapi ini kok malah seneng.
"bentar-bentar ini kok tambah seneng sih?" ucap arga.
"kalian seharusnya marah kan sama ryan?" ucap ryan.
"nak sudah itu tidak masalah,yang penting sekarang kamu jaga widya baik-baik" ucap pak alex.
"pak saya sudah merencanakan bagaimana kalau pernikahannya dilaksanakan lusa saja?" ucap pak yono.
"iya saya setuju saja" ucap pak alex.
arga dan gizel saling menatap, pernikahan mereka akan terjadi dalam beberapa hari ini.
tidak lama kemudian widya membuka matanya.
"aku dimana..?" ucap widya lemas.
"kamu sudah sadar wid" ucap gizel.
"kamu nggak papa kan nak?" ucap pak alex
"kamu harus jaga bayi ini baik-baik ya widya" ucap pak yono.
"bayi? apa maksutnya?" tanya widya.
"wid...kamu..hamil.." ucap ryan.
__ADS_1
"ha?apa? kalian bercanda kan?" ucap widya terkejut.
"udah nak tenang dulu ayo sekarang kita pulang ya?" ucap pak alex.
"pak bagaimana kalau widya tinggal di rumah saya saja?" ucap pak yono.
"ya sudah kalau begitu" ucap pak alex.
widya masih merasa pusing,dia tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya.
akhirnya widya sampai dirumah ryan,pak yono langsung menyuruh para maid untuk mempersiapkan kamar dan kebutuhan widya.
ryan pun membawa widya ke kamar yang sudah disiapkan,ryan menyandarkan tubuh widya di ranjang.
"wid..aku minta maaf...gara-gara aku kamu jadi begini.."
ucap ryan.
widya memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"apa masih pusing?" tanya ryan.
widya hanya mengangguk,
lalu para maid datang membawa makanan untuk widya
"ayo makan dulu,kamu belum makan daritadi"
ucap ryan.
"aku tidak mau..." ucap widya.
"sedikit saja, kamu juga harus memerhatikannya"
ucap ryan sambil menyentuh perut widya.
"aku tidak mau makan itu" ucap widya.
"lalu kamu mau makan apa biar para maid yang memasaknya" ucap ryan.
"aku mau kamu yang masak makanannya" ucap widya.
"apa?aku tidak bisa memasak" ucap ryan.
"tapi baby nya yang ingin" ucap widya.
sebenarnya widya masih kesal dengan ryan,tetapi setelah dia tahu bahwa dia hamil dia jadi melupakan masalahnya.
ryan tidak punya pilihan lain selain menuruti widya,akhirnya ryan dan widya pun turun menuju dapur.
"kamu duduk saja disini mengerti?" ucap ryan.
"iyaa.." ucap widya.
ryan pun bingung mau memasak apa,dia pun melihat tutorial membuat nasi goreng di youtube,widya yang melihatnya ingin sekali tertawa.
setelah selesai ia pun membawanya ke widya,ia takut rasanya tidak enak karena itu dia tidak berani mencicipinya.
"apa kau yakin kau mau makan ini?" tanya ryan.
"memangnya kenapa?" ucap widya.
"jika nanti rasanya tidak enak jangan dimakan mengerti?" ucap ryan.
widya tidak mendengarkannya dia langsung memakan nasi goreng yang dibuat ryan,bahkan widya langsung menghabiskannya,ryan jadi penasaran dengan rasanya,tiba-tiba arga datang.
"waw siapa yang bikin nasi gorengnya?" ucap arga.
"ryan" ucap widya.
"apa? kakak serius yang bikin?" ucap arga.
"iya..kenapa emangnya?" ucap ryan.
"sejak kapan kakak bisa masak?" ucap arga.
"ini namanya bakat yang terpendam" ucap ryan.
"masa sih...aku cobain ah" ucap arga.
arga juga memakan nasi goreng buatan ryan.
"uhuk...uhukk.." arga tersedak.
"nih minum...pelan-pelan kenapa sih itu masih banyak nasi gorengnya didapur" ucap ryan.
"waw..kak rasanya luar biasa.." ucap arga.
"masa sih,sini aku cobain" ucap ryan,lalu memakannya.
"uhuk...uhuk..." ryan tersedak,lalu meminum air yang banyak.
"gimana kak enak kan?" ucap arga.
"asin banget..." ucap ryan.
"ini yang dinamain bakat terpendam?" ejek arga.
"kamu kan tau sendiri kakak nggak bisa masak"
ucap ryan.
"tapi kok aneh ya kak,lihat deh" ucap arga.
arga dan ryan menatap widya yang tengah asik menghabiskan nasi gorengnya.ryan dan arga menjadi heran padahal nasi gorengnya sangat tidak enak tapi dari raut wajah widya kelihatannya dia sangat suka.
__ADS_1
jangan lupa vote,like,komenβ¨