scratches of life

scratches of life
bertemu kembali


__ADS_3

pagi ini widya,zayn,dan sean (asisten zayn) melakukan penerbangan ke indonesia.


widya sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


sesampainya di jakarta,zayn mengajak widya untuk menginap di rumahnya,karena ini sudah malam.


setelah sampai di rumah zayn,mereka langsung masuk,terlihat isi rumah tersebut sangat kacau seperti kapal pecah.


"apa yang sedang terjadi?" ucap zayn.


"tuan...kenapa tidak mengabari jika akan datang" ucap pelayan yang tiba-tiba datang.


"apa ini?kenapa rumahku menjadi seperti ini?" ucap zayn.


"tuan zian yang melakukannya tuan..." ucap pelayan tersebut.


"zian?kapan ia pulang dari asrama?" tanya zayn.


"beberapa hari yang lalu tuan" ucap pelayan.


"kau antar nona ini ke kamar tamu" ucap zayn.


"baik" ucap pelayan.


widya pun mengikuti pelayan tersebut,pelayan tersebut menatap widya dengan tatapan bertanya-tanya.


"apa nona ini kekasih tuan zayn?" tanya sang pelayan.


"tidak..." ucap widya.


"maaf atas kelancanganku nona" ucap pelayan.


"itu tidak masalah" ucap widya.


"ini kamar nona,jika anda butuh sesuatu maka tinggal panggil pelayan saja"


"baiklah"


widya merapikan barang-barangnya,lalu ia membersihkan dirinya dan pergi beristirahat.


****


keesokan harinya...


widya bangun pagi-pagi kini ia sedang memasak di dapur,tiba-tiba ada seorang anak yang mengintipnya dari pintu dapur,widya hanya tersenyum kecil saat mengetahui bahwa anak itu terus memantaunya.


"ehm...apa kau akan terus bersembunyi?" ucap widya.


"a-aku tidak sedang melihatimu" ucap anak tersebut.


"oh ya?" goda widya.


"kau siapa?aku baru melihatmu?" tanya anak tersebut.


"namaku widya,kau bisa memanggilku aunty widya" ucap widya dengan tersenyum.


"kalau aku memanggilmu mama widya bagaimana?" ucap anak tersebut.


widya terpaku dengan ucapan anak itu,dia jadi mengingat bayinya yang telah tiada,widya meneteskan air matanya.


"ja-jangan menangis...maafkan aku...aku membuatmu menangis..." ucap anak itu.


"tidak...kau tidak membuatku menangis,kau boleh memanggilku apapun yang kau suka" ucap widya.


"yeayy terima kasih mama widya" ucap anak itu dengan bahagia.


"oh ya siapa namamu?" tanya widya.


"zian" ucapnya.


"kau sangat manis" ucap widya dengan menyentuh hidungnya.


"dulu aku ingin sekali pergi jalan-jalan bersama keluarga ku,tapi papa selalu sibuk dengan kerjanya,tidak ada yang sayang padaku" ucap zian.


"sekarang kan ada mama,habis ini kita akan jalan-jalan ke mall,bagaimana setuju?" ucap widya.


"setujuuu...." ucap zian bersemangat.


setelah selesai memasak widya mengantar zian untuk meminta izin pergi pada zayn,zayn awalnya tidak menyetujuinya,tapi karena widya yang meminta ia langsung mengizinkan nya,tapi dengan syarat bahwa ia harus ikut juga.


****


di mall...


widya,zayn,dan zian pergi jalan-jalan bersama layaknya sebuah keluarga yang amat sangat bahagia.

__ADS_1


zayn yang melihat widya dan zian bahagia,ia pun merasa ikut senang dan bahagia.


"papa...aku ingin membeli sesuatu untuk mama" bisik zian pada zayn.


"kau ingin membeli apa?" tanya zian.


"iku denganku...tapi jangan sampai mama mengetahuinya...ini akan menjadi sesurprise" ucap zian.


"hm...baiklah..." ucap zayn.


"emh...wid...aku akan mengantar zian ke toilet sebentar,kau tunggu disini saja di butik itu,jika kau ingin membeli sesuatu maka belilah aku akan membayarnya?" ucap zayn.


"iya baiklah..." ucap widya.


widya pun pergi ke butik,ketika ia sedang melihat-lihat pakaian disana tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan membawanya ke parkiran yang sepi.


"kau!?" ucap widya terkejut.


"lepaskan aku...lepaskan" teriak widya.


"berteriaklah sesukamu disini sangat sepi,apakah ada orang yang akan menolongmu?" ucap ryan dengan senyum licik


"apa mau mu?apa kau belum puas menyiksa ku?" ucap widya.


"aku akan menyiksa mu setelah anak kita lahir,aku tidak ingin dia tersakiti sekarang" ucap ryan.


"anak?anak siapa yang kau maksut ha?anak yang telah kau tinggalkan?" ucap widya.


"aku meninggalkanmu itu karena ulahmu sendiri,kau mengehianatiku,aku tidak suka penghianatan apa kau tahu itu?" ucap ryan.


"jadi kau menyalahkanku atas semua yang terjadi?" ucap widya dengan mata berkaca-kaca.


"ayo ikut dengan ku pulang sekarang!" ucap ryan seraya menarik widya masuk ke mobil.


"turunkan aku...aku tidak mau..." ucap widya sambil menangis.


"jangan menyiksa ku seperti ini...aku sudah cukup tersakiti..." ucap widya.


ryan tidak menghiraukannya sama sekali,ia membawa widya kembali kerumah,ia menyeret tangan widya dengan paksa.


"lepaskan!!" ucap widya.


"diam!" bentak ryan.


"wid.." ucap gizel.


"kau tidak papa?" tanya gizel.


"jangan biarkan dia keluar dari rumah ini!" ucap ryan.


gizel membawa widya ke kamarnya.


"zel...bantu aku keluar dari sini" ucap widya.


"tapi wid,kau harus memikirkan bayi mu juga kan?bagaimana dia bisa lahir tanpa seorang ayah" ucap gizel.


"bayi?bayi apa yang kau maksut?ini..." ucap widya menunjuk perutnya.


bug...


bug....


bug..


widya memukuli perutnya dengan sangat keras,gizel menjadi takut dan berteriak..


"Wid apa yang kau lakukan!?" teriak gizel.


"hentikan....aku mohon hentikan..." bentak gizel.


widya tidak mendengarkannya sama sekali, ryan dan arga datang karena mendengar teriakan gizel.


"Berhenti!!apa yang kau lakukan!?" ucap ryan sambil memegangi tangan widya.


"lepaskan aku!!" bentak widya.


"apa kau gila sehingga ingin membunuh anakmu sendiri!?" ucap ryan.


"bukan aku yang membunuhnya!!tapi kau..." ucap widya.


"arga...cepat panggil dokter kemari" ucap ryan.


"iya baik..." ucap arga.


20 menit kemudian dokter datang dan langsung memeriksa keaadaan widya,widya hanya diam melamun.

__ADS_1


"apa dia baik-baik saja?" tanya ryan.


"luka operasi di perutnya sedikit terbuka,tapi aku sudah memberikannya obat dan menutup lukanya kembali" ucap dokter.


"luka operasi?maksut dokter?apa bayinya baik-baik saja?" tanya ryan khawatir.


"bayi?agh sepertinya beberapa hari lalu ia mengalami kecelakaan,sehingga ada luka operasi di perutnya" ucap dokter.


ryan langsung masuk ke kamar untuk menemui widya dan meminta penjelasannya.


"apa yang terjadi pada anak ku?" tanya ryan.


"jawab pertanyaanku!!" bentak ryan.


"kenapa?bukannya ini yang kau inginkan?kau ingin anakmu lenyap,maka dari itu aku mengabulkannya" ucap widya.


"kau sangat keterlaluan!aku akan memberimu pelajaran!" ucap ryan dengan dingin.


ryan menyetub**i widya dengan kasar,ryan melakukannya sampai widya merasa sangat tersiksa dan tertidur.


*****


pagi harinya....


widya sedang duduk termenung di taman ia mengingat-ingat setiap kenangan manis yang pernah terjadi.


sementara di kamar,ryan baru saja bangun dan melihat widya tidak ada di sisinya,ia pun keluar mencari-carinya dan menemukannya duduk sendirian di taman,ia pun menghampirinya.


"aku memberi waktu 1 bulan untuk hamil kembali" ucap ryan.


"tapi aku ingin kita berpisah!" ucap widya.


"aku tidak akan pernah menceraikanmu!" ucap ryan.


"ya sudah...kalau begitu aku ingin pergi dari sini!" ucap widya.


"jangan coba-coba pergi!atau aku akan melenyapkanmu!" ucap ryan.


"maaf tuan ada tamu datang.." ucap seorang maid.


"siapa?" tanya ryan.


"saya tidak tahu tuan" ucap maid tersebut.


widya pun pergi ingin menuju kamar tetapi seseorang memeluknya dari belakang,widya senang melihat siapa yang datang.


"mama kau meninggalkanku kemarin...hiks..hiks.." ucap zian sambil menangis.


"heyy...sayang sudah jangan menangis ya...maafkan aku" ucap widya sambil menenangkan zian.


"kau kemari dengan siapa sayang?" tanya widya.


"aku datang bersama papa" ucap zian.


"baiklah ayo kita menemui papa" ucap widya.


di ruang tamu zayn dan ryan saling menatap tajam,mereka berdua hanya diam saja tidak ada yang memulai pembicaraan sedari tadi.


"papa..." ucap zian.


"ayo kita pulang...kau sudah bertemu dengannya bukan" ucap zayn.


"aku mau pulang jika mama juga ikut pulang" ucap zian sambil menggandeng tangan widya.


"tentu saja...mama akan ikut bersamamu" ucap widya.


"tidak!kau tidak boleh keluar!" ucap ryan.


"zian pergilah ke masuk ke dalam mobil dulu ya,mama akan menyusul" bisik widya.


"baik ma.." ucap zian seraya pergi.


"tuan zayn apa boleh aku tinggal di rumah mu?" ucap widya dengan senyuman.


"tentu saja" ucap zayn.


"tidak!kau akan bisa keluar dari sini" ucap ryan.


"emh..jika aku tidak boleh keluar dari sini maka tuan zayn juga akan tinggal disini,bagaimana?" ucap widya.


"tidak boleh!dia kan memiliki rumah sendiri kenapa harus tinggal bersama kita?" ucap ryan.


"ya sudah kalau tidak boleh...aku yang akan tinggal di rumah tuan zayn" ucap widya.


'jika dia tinggal bersama tuan zayn maka dia akan bebas' batin ryan.

__ADS_1


"baiklah...dia akan tinggal disini!" ucap ryan.


"terima kasih...kau sangat baik sekali!!" ucap widya penuh penekanan.


__ADS_2