scratches of life

scratches of life
penyesalan part 1


__ADS_3

widya senang karena zian selalu menemaninya,ia perlahan-lahan telah melupakan kesedihannya.


"mama...aku mengantuk" ucap zian.


"baiklah kalau begitu ayo kita tidur di kamar mama...,mama akan membacakan dongeng untukmu.." ucap widya.


"benarkah,yeayy" ucap zian bahagia.


sesampainya di kamar,widya melihat ada ryan di ranjang yang tengah sibuk dengan laptopnya.


"kenapa kau mengajak anak ini kemari!?" ucap ryan.


"memangnya kenapa?apa ada masalah?mulai sekarang dia akan tidur disini bersamaku" ucap widya.


"tapi..." ucap ryan terpotong.


"ayo sayang...mari kita tidur...kau sangat mengantuk kan" ucap widya menggendong zian ke atas ranjang.


"mama...tutup matamu sebentar" ucap zian.


"ada apa?" tanya widya.


"aku akan memberi kejutan" ucap zian.


"hm..baiklah" ucap widya sembari menutup matanya.


zian mengeluarkan kejutannya yaitu berupa kalung berlian merah delima dan ada inisial z disana.


ryan menatap zian dengan rasa cemburu,sebenarnya dia iri saat widya memanggil zian dengan sebutan sayang,ya walaupun zian masih anak-anak ryan tetap saja iri padanya.


"buka mata sekarang ma..." ucap zian.


"ini sangat indah...kenapa ada huruf z disini?" tanya widya.


"agar mama selalu mengingat aku dan juga papa" ucap zian.


"kau sangat manis...CUP" ucap widya lalu mencium pipi zian.


widya pun membacakan dongeng untuk zian sampai ia tertidur,setelah itu widya pergi membersihkan dirinya sebelum tidur.


'jika anak ini terus disini aku tidak akan bisa menyentuh istriku sendiri' umpat ryan dalam hati.


****


keesokan harinya zian bangun dari tidurnya,ia tidak mendapati mamanya di sampingnya.


"heyy...boy...kau sudah bangun" ucap ryan baru saja keluar dari kamar mandi.


"aku masih tidur uncle,ini adalah arwahku yang berbicara" ucap zian.

__ADS_1


"kau sangat lucu boy..." ucap ryan mengacak acak rambut zian.


"uncle..." panggil zian.


"ada apa?" tanya ryan.


"aku ingin berjalan-jalan" ucap zian.


"lalu aku harus apa?" tanya ryan.


"uncle kau harus membujuk mama agar dia mau jalan-jalan keluar bersamaku" ucap zian.


"kenapa tidak kau saja yang membujuknya?" ucap ryan.


"dimana mama?" tanya zian.


"turunlah ke bawah...mungkin dia ada di dapur" ucap ryan.


"baiklah..aku akan turun" ucap zian.


"eh tunggu sebentar boy..." ucap ryan.


"ada apa lagi uncle?" ucap zian berbalik.


"aku akan mengantarmu,aku takut kau akan tersesat nanti" ucap ryan.


"uncle aku memang masih kecil,tapi bukan berarti aku bodoh" ucap zian kesal.


"mama..." panggil zian.


"sayang kau sudah bangun?" tanya widya.


"iyaa.." jawab ryan.


"uncle mama bertanya padaku bukan padamu" ucap zian.


widya tertawa lepas melihatnya.


"sini zian biar mama gendong" ucap widya seraya mengambil zian dari gendongan ryan.


"apa mama sudah selesai memasak?" tanya zian.


"sudah...,ayo mama akan memandikanmu" ucap widya.


"nanti saja mandinya,aku ingin mama menyuapiku makan" ucap zian.


"ya sudah ayo kita makan" ucap widya menggandeng tangan zian.


semua orang tengah berkumpul di ruang makan,widya yang sedang sibuk menyuapi zian tidak menyadari tatapan tajam dari ryan.

__ADS_1


"sayang ayo buka mulutmu..." ucap widya.


"mama...aku sudah kenyang,perutku akan meletus jika mama memberiku makan terus" ucap zian.


"benarkah?ya sudah kalau begitu kita pergi ke kamar" ucap widya menggendong zian dan membawanya ke atas..


"anak itu menyusahkan saja..." ucap ryan.


"apa kakak cemburu?oh..ayolah kak dia hanya seorang anak kecil" ucap arga.


"dia dan ayahnya sama saja...sama-sama membuatku pusing" ucap ryan.


****


setelah selesai memandikan zian,widya langsung membawanya ke bawah untuk jalan-jalan di taman.


kini widya sedang menemani zian yang sedang belajar melukis.


zayn yang sengaja datang untuk melihat putranya,ia tersenyum melihat zian dan widya yang terlihat sangat akrab layaknya seorang ibu dan anaknya.


"sedang apa kau disini!?" ucap ryan menyadarkan zayn dari lamunannya.


"agh..tidak..aku ingin melihat putra ku saja.." ucap zayn.


"apa kau senang...karena kau telah mengambilnya dariku..." ucap ryan.


"langsung saja pada intinya...." ucap zayn.


"aku tahu kau ingin memiliki widya,dan kau melakukan segala cara agar bisa mendapatkannya,termasuk melenyapkan anakku" ucap ryan.


"apa yang terjadi pada widya itu adalah sebuah kecelakaan" ucap zayn.


"dan itu semua terjadi karenamu.." ucap ryan.


"kau menyalahkanku?memangnya atas dasar apa kau bisa menuduhku seperti itu" ucap zayn.


ryan memperlihatkan foto yang diberikan nyonya artika padanya,foto tersebut memperlihatkan zayn dan widya yang tidur bersebelahan.


"hahaha...kau ternyata bodoh..." ucap zayn.


"apa maksutmu!?" ucap ryan.


"pasti wanita licik itu kan yang memberikanmu foto ini,apa kau tahu siapa yang menculik istrimu?dia adalah nyonya artika si wanita licik itu,kau bodoh sekali sampai terkena hasutannya,dan karena kebodohanmu itu kau kehilangan anakmu,kau masih beruntung karena tuhan tidak mengambil widya juga,dan satu hal lagi...jangan pernah kau menyakiti widya,dia sudah merasakan betapa sakitnya kehilangan sebuah janin yang belum pernah ia lihat" ucap zayn.


ryan diam termenung,mencoba mencerna perkataan zayn,apakah yang dikatakan zayn itu benar?jika itu benar maka ia sangat bodoh sekali.


"hei...kau kenapa?" ucap widya mencoba menyadarkan ryan dari lamunannya.


"maafkan aku..." ucap ryan langsung memeluk erat widya.

__ADS_1


"ini salahku...aku bodoh...gara-gara aku kita kehilangan anak kita..." ucap ryan memeluk widya semakin erat.


__ADS_2