scratches of life

scratches of life
cemas


__ADS_3

"kalian sedang lihat apa?" ucap gizel tiba-tiba datang.


"lihatlah widya dia dengan lahap memakan nasi goreng itu padahal rasanya sangat asin" ucap ryan.


"orang hamil memang seperti itu,ngidam yang bermacam-macam,emosi nya juga naik turun jadi kamu harus ekstra sabar" ucap gizel.


"aku baru tahu..." ucap ryan.


"oh ya kenapa kamu kesini?" ucap arga.


"papa mu menyuruhku tinggal disini untuk menemani widya" ucap gizel.


setelah selesai makan widya meminta gizel menemaninya jalan-jalan di taman belakang rumah,ryan dan arga menghampiri mereka berdua,semenjak widya hamil ryan menjadi sangat cerewet padanya.


"kamu duduk saja,jangan terlalu capek" ucap ryan.


"aku nggak capek sama sekali" ucap widya.


"nona widya,ini sudah waktunya meminum susu dan vitamin yang diberikan dokter" ucap maid dengan membawa segelas susu dan vitamin.


"hufhh...aku tidak mau...rasanya tidak enak" ucap widya.


"wid...kamu harus minum ya.." ucap ryan.


"aku nggak mau..." ucap widya.


"wid di minum dulu,nanti kita jalan-jalan deh"


ucap gizel.


"beneran?" ucap widya.


"iya.." ucap gizel.


setelah dibujuk oleh gizel ,widya pun akhirnya mau meminumnya.


"aku sudah meminumnya,sekarang aku mau pergi jalan-jalan..." ucap widya.


"tapi kita mau pergi kemana?" tanya gizel.


"emm....kita ke mall saja ya?" ucap widya.


"nggak boleh,nanti kalau kamu kecapekan gimana?"


ucap ryan.


"ya udah kalau gak boleh,aku bakalan mogok makan."


ucap widya kesal.


"ya udah iya..boleh,tapi janji kamu gak boleh kecapekan" ucap ryan.


"aku ikut ya kak?" ucap arga.


mereka berempat pun berangkat menuju mall,sesampainya di mall widya langsung menarik tangan gizel untuk masuk,widya langsung masuk ke toko perlengkapan bayi,widya ingin membeli sweater bayi namun ia bingung harus membeli untuk bayi perempuan atau laki-laki.


"zel,gue bingung pilih yang mana,yang cewe atau cowo?" tanya widya.


"emm...gue gatau ,gimana kalau beli dua-duanya aja" ucap gizel.


"emm...gimana ya..." ucap widya bingung.


"yang cowo aja" ucap ryan.


"kalau bayinya cewe gimana kak?" ucap arga.


"aku yakin bayinya cowo" ucap ryan.


"ya udah mbak yang buat cowo aja" ucap widya pada pelayan toko.


mereka pun melanjutkan mengelilingi mall,ketika ryan melihat toko boneka dia jadi berpikir ingin membelikan sesuatu untuk widya sebagai permintaan maafnya,ryan pun izin pergi sebentar bersama arga.


"kalian berdua tunggu disini jangan kemana-mana,aku tinggal bentar ya" ucap ryan lalu pergi bersama arga.


"aduh....wid gue ke toilet bentar ya udah kebelet ini" ucap gizel.


"iya cepetan ya" ucap widya.

__ADS_1


widya pun duduk sendirian,menunggu mereka bertiga kembali,tiba-tiba ada yang memanggil widya dan mengajaknya pergi.


"widya...?" ucap dimas.


"kamu?kenapa disini?" ucap widya.


"emangnya gak boleh ya?,kamu sendirian?" ucap dimas.


"ya nggak papa sih,aku kesini sama..." ucap widya terpotong.


"udah ikut aku aja jalan-jalan gimana?" ucap dimas.


"tapi aku...." ucap widya.


"jadi aku mau beli dress untuk adik aku tapi aku gatau selera perempuan kayak gimana aku minta tolong sama kamu ya..please...kali ini aja ya" ucap dimas.


"iy-ya udah tapi cuma sebentar kan?" ucap widya.


"iya sebentar kok" ucap dimas.


mereka berdua pun pergi ke sebuah butik untuk memilih-milih dress,widya tidak menyadari bahwa itu adalah tipuan dimas agar ia bisa jalan bersamanya.


ryan dan arga kebingungan mencari widya dan gizel,tidak lama kemudian gizel datang menghampiri mereka.


"widya kemana zel?" ucap ryan.


"loh...tadi dia ada disini" ucap gizel.


"lo gimana sih zel...kok lo tinggal sendirian sih" ucap arga.


"gue tadi ke toilet bentar" ucap gizel.


"udah-udah....sekarang kita cari widya bareng-bareng" ucap ryan.


mereka pun mengelilingi mall mencari-cari widya,hingga arga melihatnya di sebuah butik.


"kak..itu bukannya widya,tapi kok bisa sama dimas" ucap arga.


"kurang ajar!!" ucap ryan mulai marah.


ryan pun langsung menghampirinya dan langsung mengajak widya keluar dari mall,widya tahu dia sangat marah ketika melihatnya bersama dimas,ryan hanya diam saja sedari tadi,dia mencoba mengontrol emosinya karena dia tidak ingin widya menjadi tertekan.


widya sangat merasa bersalah ia juga tidak mau makan atau pun keluar kamar semenjak pulang dari mall tadi.


ceklek...(pintu kamar widya terbuka)


ryan masuk ke kamar widya,ryan melihat widya tidak menyadari kedatangannya,sepertinya widya melamun.


"wid..." ucap ryan duduk di sisi ranjang.


"kapan kamu datang?" ucap widya tersadar dari lamunannya.


"ayo makan" ucap ryan.


"aku nggak laper..." ucap widya.


"wid...udah lupain yang tadi" ucap ryan.


"kamu masih marah?tadi itu dia tiba-tiba datang terus di minta tolong ke aku buat milihin dress katanya buat adiknya,terus dimohon-mohon sama aku katanya cuma sebentar aja,ya udah aku anterin dia ke butik sebentar,beneran aku nggak ada apa-apa sama dia" ucap widya airmata nya mulai mengalir.


"udah jangan nangis...aku percaya sama kamu" ucap ryan lalu memeluk widya.


"kamu beneran percaya kan?" ucap widya.


"iya...,kalau ketemu dia lagi kamu jauhin aja, dia itu bohongin kamu,dia kan anak tunggal dan nggak punya adik apalagi saudara atau sepupu" ucap ryan.


"aku nggak tau kalau dia bohongin aku" ucap widya.


"ya udah kamu sekarang makan ,aku suruh maid buat nganterin makannya kesini ya" ucap ryan.


"iya.." ucap widya


setelah makan malam widya pun tidur terlelap.


๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ


kediaman keluarga aradhana....

__ADS_1


06:01


tok....tok......tok......(suara ketukan pintu)


"kak.....buka pintunya..." teriak arga.


"gimana ini,aku takut banget" ucap gizel.


"udah lo tenang aja" ucap arga.


ceklek...(pintu terbuka)


"kenapa sih berisik banget pagi-pagi gini?" ucap ryan.


"itu......kak...ehhh....widya..." ucap arga terbata-bata.


"kenapa widya...?" ucap ryan mulai cemas.


"widya....sakit..." ucap gizel.


tanpa menunggu waktu lama ryan pun segera berlari menuju kamar widya, disana ada beberapa maid yang


sedang membantu widya.


"hoekk....hoekk....."


"wid...kamu kenapa??" ucap ryan cemas.


"kak gimana ni?" tanya arga.


"cepat panggil dokter sekarang!" ucap ryan.


"oke..baiklah...aku akan menelpon dokter.." ucap arga.


10 menit kemudian dokter datang dan langsung memeriksa widya,setelah itu dokter memberikan penjelasan tentang kehamilan kepada widya.


ryan dan lainnya masih menunggu diluar dengan perasaan sangat khawatir.


ceklek....(pintu terbuka)


"dok...gimana keadaannya?,terus baby nya nggak papa kan?" ucap ryan.


"jangan khawatir dia hanya mengalami morning sickness ini memang sering terjadi pada trimester pertama kehamilan,ya sudah kalau begitu saya pamit dulu" ucap dokter.


"terima kasih dok mari saya antar sampai depan" ucap arga.


ryan dan gizel pun langsung masuk menemui widya


"wid...kamu nggak papa kan?,apa masih ada yang sakit?,kita ke rumah sakit aja ya?" ucap ryan.


"nggak usah...aku nggak papa..aku cuma capek aja..." ucap widya lemas.


"lo istirahat aja ya,kalau nanti lo butuh sesuatu gue selalu ada disini kok" ucap gizel.


"aku suruh maid buat bawa sarapan kamu kesini ya?" ucap ryan.


"aku nggak mau...." ucap widya.


"tapi nanti kamu tambah sakit,baby nya juga nanti laper gimana?" ucap ryan.


"aku mau makan buah apel..." ucap widya.


"ya udah tunggu bentar aku ambilin" ucap ryan lalu pergi.


"baby nya pengen makan apel ya?" ucap gizel sambil menatap perut widya.


"zel....aku bosen disini...pengen jalan-jalan.." ucap widya.


"lo kan lagi sakit wid,lebih baik istirahat aja dulu,nanti kalau udah enakan kita jalan-jalan" ucap gizel.


"zel...kok gue daritadi gak ngelihat papa ryan ya?" ucap widya.


"katanya sih pak yono masih ngurusin persiapan pernikahan,dan lo tau nggak pernikahannya 2 hari lagi!" ucap gizel.


"serius....?" tanya widya.


"ini aku bawain apel nya" ucap ryan tiba-tiba datang.

__ADS_1


setelah sarapan,widya langsung membersihkan dirinya dan bersiap-siap,lalu widya turun ke bawah menuju taman,dia sangat suka suasana di taman yang begitu indah nan sejuk.


๐ŸŽjangan lupa vote ,like,komen๐ŸŽ


__ADS_2