scratches of life

scratches of life
kembali hamil


__ADS_3

keesokan harinya....


"tempat apa ini?aku berada dimana?kenapa aku bisa berada disini?" ucap ryan dengan bingung.


ryan turun dari ranjang dan berjalan melihat-lihat sekeliling,rumah ini tampak asing baginya,ia tidak tahu bagaimana ia bisa sampai disini.


lalu ryan menghentikan langkahnya karena mendengar percakapan seseorang.


"hati-hati!...kau kenapa?" ucap zayn menangkap tubuh widya yang hampir jatuh.


"a-aku tidak papa...hanya sedikit tidak enak badan..." ucap widya lemas.


tiba-tiba zayn langsung menggendong tubuh widya dan membaringkannya di ranjang.


"apa yang kau lakukan?" tanya widya.


"stt...diam...kau harus beristirahat...biar pelayan saja yang mengurus pekerjaan rumah" ucap zayn.


"aku tidak papa...sebentar lagi juga akan sembuh" ucap widya.


"jangan membantah...turuti saja ucapan ku mengerti?" ucap zayn.


cup...


"aku pergi ke kantor dulu...aku akan segera kembali..." ucap zayn lalu pergi dan tidak melihat keberadaan ryan yang bersembunyi di balik pintu.


tok...tok...


"apa aku boleh masuk?" tanya ryan.


"agh...iya tentu saja" ucap widya.


"kau yang membawa ku kesini?" tanya ryan.


"aku dan suamiku menemukanmu pingsan di jalan jadi kami membawa mu kemari" ucap widya.


"apa kau bahagia bersamanya?" ucap ryan.

__ADS_1


"seperti yang kau lihat..aku sangat bahagia lebih dari sebelumnya" ucap widya dengan menatap dalam mata ryan.


"maaf seharusnya aku tidak bertanya begitu...kau jangan khawatir beberapa hari kedepan aku akan kembali ke australia aku tidak akan mengganggu mu lagi...berbahagialah aku juga akan bahagia" ucap ryan mencoba menahan air matanya.


"bisakah kau melupakan ku?" tanya widya.


"a-aku akan mencobanya.." ucap ryan.


"aku yakin tuhan akan mempertemukan mu dengan wanita yang baik,yang bisa menjagamu,dan mengurus keluarga nantinya" ucap widya sembari memeluk ryan.


'wanita baik itu adalah kamu widya..' batin ryan


"aku doakan semoga kau cepat hamil lagi" ucap ryan sambil memegang perut widya.


widya terdiam,rasanya ia ingin menangis mendengar perkataan ryan.


"i-iya terima kasih atas doanya" ucap widya.


"kalau begitu aku pamit pulang dulu,sampaikan ucapan terima kasihku pada zayn,dan semoga saja kita bertemu lagi" ucap ryan seraya pergi.


'pergilah...lupakan aku...aku ingin kau bahagia bersama wanita yang lebih baik dariku..' batin widya


****


di perusahaan zayn corps..


"tuan...ada kabar buruk..." ucap sean.


"kabar apa?" tanya zayn.


"nyonya masuk rumah sakit tuan" ucap sean.


"apa!?bagaimana bisa?dia kenapa?antarkan aku ke rumah sakit sekarang!" ucap zayn khawatir.


"tapi bagaimana dengan meeting nya?sebentar lagi kita akan memulai meeting tuan" ucap sean.


"batalkan saja!saat ini yang paling penting adalah keadaan istriku!" ucap zayn dingin.

__ADS_1


"baik tuan" ucap sean..


****


di rumah sakit...


zayn berlarian kesana kemari mencari ruang kamar widya,dan akhirnya dia sampai disana,ia melihat widya yang tengah ditangani oleh dokter dan perawat.


"apa yang terjadi?apa ada masalah serius?lakukan perawatan yang terbaik untuk istriku dokter!" ucap zayn yang masih ngos-ngosan karena berlari.


"tuan anda tenang saja..." ucap dokter.


"bagaimana aku bisa tenang!apa yang terjadi pada istriku?" ucap zayn.


"selamat tuan..." ucap dokter tersebut dengan tersenyum.


"selamat?untuk apa?" tanya zayn.


"anda akan menjadi seorang ayah...usia kandungannya sekitar 2 bulanan,sekali lagi saya ucapkan selamat ya,hm..kalau begitu saya permisi" ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruangan.


zayn terdiam,ia menatap antara sedih dan kecewa ke arah widya,lalu ia menghampirinya,widya mengelus-elus perutnya,air mata mengalir di pipinya.


"hiks...hiks...hiks..." widya menangis sembari memegangi perutnya.


"jangan menangis...kasihan bayinya..." ucap zayn menghapus air mata widya.


"pasti kau kecewa padaku kan?aku siap bila kau ingin menceraikanku" ucap widya.


"apa yang kau katakan?itu tidak akan pernah terjadi,aku akan selalu menerima mu walau apapun yang sudah terjadi" ucap zayn.


"bayi ini bukan milikmu..kenapa kau harus menerimanya?kau tidak akan menyuruhku untuk menggugurkannya kan?" tanya widya.


"aku tidak sejahat itu...jika kau bisa menerima putraku menjadi anakmu lalu kenapa aku tidak bisa seperti itu juga?" ucap zayn.


"berjanjilah padaku...kau tidak akan memberitahu kan hal ini pada ryan.." ucap widya.


"aku tidak akan membicarakan hal ini padanya,tapi aku akan memberitahukan pada dunia bahwa ini adalah milikku" ucap zayn.

__ADS_1


"terima kasih...kau sangat baik padaku..." ucap widya.


"istirahatlah sekarang...aku harus mengambil vitamin dari dokter,lalu kita akan pulang ke rumah" ucap zayn.


__ADS_2