
kringgg....(bel pulang berbunyi)
semua siswa seperti biasa mereka membereskan semua peralatan dan buku yang mereka bawa.
" wid,aku duluan ya" ucap gizel sambil berjalan keluar kelas.
"iya hati-hati ya" ucap widya sambil membereskan barang-barangnya.
"besok hari minggu,apa kau ada kegiatan?" tanya ryan tiba-tiba.
"tidak, besok aku hanya pergi ke toko buku, karena tadi aku tidak jadi meminjam buku di perpustakaan" ucap widya.
"aku akan mengantarmu,jam berapa kau akan ke toko buku?" tanya ryan.
"tidak perlu aku bisa berangkat sendiri" ucap widya.
"kau tau kan aku tidak suka penolakan,jadi jam berapa aku harus menjemputmu?" ucap ryan.
"hm baiklah,besok jemput aku jam 10 pagi" ucap widya.
"baiklah kau tunggu aku besok" ucap ryan.
🌴🌴🌴
keesokan harinya.....
10.10
widya sudah siap dari tadi tetapi ryan belum juga menjemputnya,widya terus menunggu di depan rumah.
waktu terus berlalu tapi ryan tak kunjung datang.widya terus memandangi jam ditangannya.
11.08
"huffhh....kenapa dia lama sekali" ucap widya kesal.
"apa jangan-jangan dia lupa?" ucap widya.
"sudah aku telfon berulang kali tapi kenapa tidak diangkat, ya sudah lah aku berangkat sendiri saja" ucap widya .
__ADS_1
widya berpikir bahwa ryan tidak akan datang jadi dia memesan driver.
sesampainya di toko buku widya langsung masuk dan mencari-cari buku,lalu seseorang menghampirinya,widya kaget saat melihat orang tersebut.
"kita bertemu lagi"
"kamu...?kamu kan..." ucap widya.
"iya aku dimas masa kamu lupa..,oh ya kamu kesini sendirian?" ucap dimas sambil tersenyum.
"iyy-ya aku sendirian" ucap widya.
"kamu mau cari buku apa biar aku bantu cariin?" ucap dimas.
"nggak usah kak aku bisa sendiri" ucap widya.
"panggil dimas aja aku gak terbiasa di panggil kakak" ucap dimas.
"emm iya kak eh maksutnya dimas" ucap widya.
tiba-tiba ryan melihat dari kejauhan ia kaget saat melihat ternyata dimas juga ada di toko itu dan dia masih berani mendekati widya.
ryan berusaha mengontrol emosinya agar tidak terjadi keributan seperti kemarin saat dia memukuli dimas di perpustakaan.ketika ryan mulai tenang ia menghampiri widya dengan senyuman agar dia tidak memperlihatkan emosinya.
"wid,apa kau sudah menemukan buku yang kau cari?" ucap ryan tiba-tiba.
widya kaget akan kedatangan ryan tiba-tiba apalagi ada dimas disini widya berpikir akan ada keributan lagi disini.
"ti-tidak sepertinya aku tidak menemukannya" ucap widya yang mulai takut.
"emm baiklah bagaimana kalau kita makan siang dulu,nanti kita pergi ke toko buku yang lain bagaimana?" ucap ryan sambil menggenggam erat tangan widya.
ryan berusaha menunjukkan kepada dimas bahwa widya adalah miliknya dan dia tidak boleh mengambilnya,jangankan mengambilnya ,mendekatinya saja sudah membuat ryan sangat marah.
"iya ayo kita pergi makan siang dulu" ucap widya.
"baiklah ayo" ucap ryan menggandeng tangan widya dan pergi meninggalkan toko.
__ADS_1
dimas yang melihatnya hanya tersenyum licik.
"tunggu saja...tidak lama lagi aku akan mengambilnya darimu!" ucap dimas.
â›…â›…â›…
restoran jakarta.
widya dan ryan pergi ke restoran untuk makan siang dan membicarakan masalah tadi.
"aku kan sudah bilang kepadamu kenapa kau tidak mengerti juga!" ucap ryan penuh penekanan.
"apa yang harus aku mengerti?" ucap widya yang juga mulai kesal.
"kemarin kan sudah ku bilang aku yang mengantarmu kenapa tadi kau malah berangkat duluan,apa jangan-jangan kau berangkat bersama pembuat masalah itu!?" tanya ryan.
"siapa yang kau maksut?" tanya widya.
"tentu saja orang tadi" ucap ryan malas.
"oh maksut mu dimas?" ucap widya.
'bahkan dia menyuruh widya memanggilnya dimas padahal umur mereka terpaut berbeda 1 tahun,tapi..umurku dan widya juga kan terpaut beda 1 tahun'
ucap ryan dalam hati.
"aku berangkat sendiri tadi ke toko buku,habisnya aku sudah menunggumu selama 1 jam tapi kau tidak kunjung datang" ucap widya tiba-tiba menyadarkan lamunan ryan.
"maafkan aku tadi aku bangun kesiangan jadi aku lupa kalau harus mengantarmu" ucap ryan.
"setelah menikah nanti aku tidak akan membiarkan mu bangun kesiangan" ucap widya pelan tapi terdengar oleh ryan.
"Apaa!?" tanya ryan penasaran,karena ia tidak mendengar begitu jelas perkataan widya.
"emm...tidak,bukan apa-apa" ucap widya.
tidak lama makanan yang mereka pesan pun datang.
setelah selesai makan siang ryan menawarkan widya untuk mengunjungi toko buku lain tetapi widya tidak mau ia ingin pulang,akhirnya ryan mengantar kan widya pulang,ketika sudah sampai rumah widya ryan langsung pami pulang.
__ADS_1
✨jangan lupa vote,like,dan komen ya✨