
ketika zayn dalam perjalanan pulang ia melihat widya yang sedang berjalan dengan membawa koper,zayn pun turun dari mobil dan langsung menghampirinya.
"ayo masuk lah ke dalam mobil" ucap zayn.
"aku tidak mau" ucap widya.
"tidak baik seorang wanita berjalan sendirian,apa kau tidak takut jika ada seseorang berbuat jahat padamu?" ucap zayn.
"biarkan saja" ucap widya.
"kau ini keras kepala,ya sudah kalau tidak mau aku akan pergi" ucap zayn.
zayn pun pergi melajukan mobil nya,sementara widya terus berjalan tanpa tujuan yang jelas.
"sayang...anak mama baik-baik saja kan didalam sana...,maafkan mama ya kamu harus ikut menderita seperti ini,mama akan terus berjuang untukmu" ucap widya sambil mengelus-elus janin yang ada dalam perutnya.
hari semakin gelap,widya masih terus berjalan,dinginnya udara mulai membekukan tubuhnya,ia tidak tahu harus pergi kemana,tadi siang widya pergi ke rumah ryan,tetapi disana tidak ada ryan,arga,atau pun gizel.para pelayan sudah membereskan barang-barangnya dan juga memberikannya pada widya.
"aku harus kemana lagi?aku sepertinya tersesat" ucap widya kebingungan.
"hallo nona,kenapa berkeliaran di malam hari begini?" ucap seorang pria yang tiba-tiba datang.
"agh...a-aku sepertinya tersesat,apa kau bisa menunjukkan jalan?" ucap widya takut.
"baiklah ikut aku..." ucap seorang pria tersebut dengan menarik tangan widya.
"tidak...lepaskan aku!!" teriak widya.
"ayolah..." ucap pria tersebut.
"heii!!lepaskan dia!" bentak zayn tiba-tiba datang.
"tuan zayn...tolong aku...aku mohon..." ucap widya ketakutan.
"sebaiknya kau tidak usah ikut campur!" ucap pria itu.
pria tersebut mendorong widya hingga jatuh kejalanan.
"kau banyak bicara" ucap zayn.
bugg....
bugg....
zayn memukuli pria tersebut hingga ia tak sadarkan diri,sementara widya merasa perutnya sangat sakit.
"kau tidak papa?" tanya zayn.
__ADS_1
"pria itu mendorong ku,selamatkan bayiku..aku mohon padamu..." ucap widya yang mulai kehilangan kesadarannya.
"bertahanlah...aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap zayn.
diperjalanan zayn tidak bisa fokus,ia merasa sangat ketakutan,apalagi saat widya memintanya menyelamatkan bayinya.
****
di rumah sakit...
dokter sedang memeriksa keadaan widya,sementara zayn masih menunggu di depan ruangan,beberapa jam kemudian dokter keluar wajah dokter tersebut terlihat tidak baik,zayn mulai merasa khawatir.
"bagaimana?bagaimana keadaannya?" tanya zayn.
"maaf..." ucap sang dokter dengan tertunduk.
"ada apa?katakan dia baik-baik saja kan?" ucap zayn.
"wanita itu baik-baik saja besok pagi dia akan sadar,tapi dia kehilangan janinnya" ucap dokter.
"ha?apa yang harus ku katakan padanya" ucap zayn dengan lemas.
"kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter seraya pergi.
zayn merasa sangat takut sekali,walaupun ia baru mengenal widya tapi entah mengapa saat melihat widya kesakitan ia juga seperti ikut merasakannya.
****
widya terbangun dari tidurnya,tubuhnya terasa sangat tidak nyaman,ia melihat ternyata ia di rumah sakit,ia ingat bahwa kemarin seorang pria mendorongnya hingga jatuh ke jalanan.
ceklek...
"kau sudah bangun,aku membawakanmu sarapan" ucap zayn.
"aku ingin pulang" ucap widya..
"nanti sore kau boleh pulang" ucap zayn mencoba untuk tidak sedih.
widya menyentuh perutnya,ia merasa ada sesuatu yang berbeda,perutnya sama seperti saat ia belum hamil,ia pun bertanya pada zayn.
"tuan zayn....apa bayiku baik-baik saja?" tanya widya.
zayn terdiam,ia bingung harus bagaimana,apa ia harus mengatakan yang sebenarnya?.
"kenapa kau diam?bayiku baik-baik saja kan?" tanya widya seraya bangun dari tempat tidurnya.
"tenanglah dulu...aku akan menjelaskannya" ucap zayn.
__ADS_1
"jelaskan padaku..." ucap widya.
"kemarin kau jatuh ke jalanan dengan sangat keras,dan itu membuat mu mengalami keguguran" ucap zayn menunduk.
"tidak!!ini tidak mungkin!hiks...hiks..,jangan mengambil bayiku...." ucap widya.
"tenang...kau harus sabar..." ucap zayn.
kemudian dokter datang dan membius widya agar dia tenang,widya perlahan mulai bisa tenang..
"maafkan aku...aku tidak bisa menyelamatkannya" ucap zayn menatap widya yang memejamkan mata.
waktu berjalan cepat,widya sudah diperbolehkan pulang,zayn membawa widya kerumahnya.
setiap hari widya hanya diam di kamar dan melamun,zayn selalu mencoba berbicara padanya tetap saja ia tidak merespon.
"kata pelayan kau belum makan apa pun dari pagi?" tanya zayn.
"hmm..aku membawa makan malam untukmu,makanlah" ucap zayn.
widya hanya diam dengan tatapan kosong,zayn terus mencoba menghibur widya agar ia tidak terus larut dalam kesedihan.
"aku ingin pulang" ucap widya.
"pulang kemana?disini kau hanya sendiri bukan?" ucap zayn.
"aku ingin pulang ke indonesia,ke rumah orang tua ku,bantu aku untuk pulang,aku mohon" ucap widya.
"baiklah,tapi kau harus makan dulu" ucap zayn.
"kau janji?" ucap widya.
"ya aku berjanji,aku akan ikut denganmu ke indonesia" ucap zayn.
"mengapa kau ikut juga?" tanya widya.
"sebenarnya aku mempunyai anak disana,aku meninggalkannya di asrama,dia sangat nakal,ya semenjak ibu nya meninggal" ucap zayn.
"istrimu meninggal?karena apa?" tanya widya.
"dia mengalami kecelakaan, ada orang yang sengaja ingin melenyapkannya,sampai sekarang pelakunya belum ditemukan" ucap zayn.
"jangan sedih...setidaknya kau masih memiliki anak..." ucap widya.
"kau juga bisa menganggapnya sebagai anakmu kalau kau mau" ucap zayn.
"apakah boleh?" tanya widya.
__ADS_1
"tentu,besok kita akan berangkat ke indonesia,jadi istirahatlah sekarang" ucap zayn seraya pergi.
'aku akan datang untuk membalasmu,kau yang menyebabkan semua ini terjadi' batin widya.