
🍭🍭🍭
keesokan harinya disekolah.
gizel hari ini berangkat pagi sekali,sesampainya dikelas mata gizel mencari-cari seseorang tapi dikelas sangat sepi,biasanya widya datang paling awal tapi entah mengapa hari ini widya tidak datang awal.
gizel terus menunggu tapi widya tidak kunjung datang bahkan kelas sudah mulai ramai dan sebentar lagi jam masuk.gizel takut terjadi apa-apa dengan widya.
"widyaaa...kamuu...kemanaa...sihh" ucap gizel khawatir sambil mondar-mandir di depan kelas.
tak lama kemudian ryan dan arga datang dan melihat wajah cemas gizel,arga pun jadi penasaran dan bertanya.
"hei...kau kenapa mondar-mandir seperti kecoa kepanasan?,aku yang melihatnya jadi ikutan pusing apa kau tahu itu" ucap arga.
"aku sedang tidak ingin bercanda denganmu apa kau mengerti,jadi tolong jangan ganggu aku" ucap gizel.
"memangnya apa yang terjadi denganmu?" tanya arga.
"bukan aku yang kenapa napa tapi widya" ucap gizel.
"kenapa widya?apa terjadi sesuatu dengan widya?dimana sekarang dia?" ucap ryan khawatir.
"kenapa kakak mengkhawatirkannya?" tanya arga pada ryan.
"emm...tidak aku tidak mengkhawatirkannya,aku hanya bertanya saja" ucap ryan.
lalu ryan dan arga masuk ke dalam kelas,gizel masih menunggu widya di depan kelas tapi ternyata dia tidak datang.hari ini gizel merasa sangat bosan karena widya tidak masuk sekolah.
di sisi lain ryan tidak fokus dengan pelajaran, widya terus menghantui pikirannya,perasaan bersalah menyelimuti ryan.akhirnya ryan memutuskan nanti pulang sekolah ia akan berkunjung ke rumah widya.
kringgg....(jam pulang sekolah akhirnya berbunyi)
ryan,arga,dan gizel segera membereskan bukunya.siswa yang lain sudah keluar dari kelas.
"arga kamu pulang naik taksi saja ya" ucap ryan.
"loh kenapa kak kan tadi aku berangkat sama kakak jadi pulangnya harus sama kakak dong" protes arga.
"kakak ada urusan mungkin akan lama" ucap arga.
"sejak kapan kakak punya urusan?urusan apa memangnya kak?" tanya arga yang terus penasaran
"kau banyak tanya sekali,aku akan pergi ke rumah widya untuk menjenguknya" ucap ryan yang mulai emosi dengan arga.
"apa aku boleh ikut juga?" tanya gizel,spontan ryan dan arga menolehnya.
"kalau gitu aku ikut juga kak" ucap arga.
__ADS_1
"ya baiklah ayo cepat" ucap ryan.
akhirnya mereka bertiga melajukan mobilnya menuju rumah widya,ryan masih sangat khawatir dengan widya.
sesampainya di rumah widya ryan buru-buru turun dari mobil diikuti arga dan gizel.ryan langsung menekan bel rumah widya.
tinggg...
tingg....
tinggg...
"kak sabar dong jangan dirusakin bel nya" ucap arga kepada ryan tetapi ryan tidak menghiraukannya.
ceklekk...(tiba-tiba pintu rumah terbuka)
terlihat wanita paruh baya yang membukakan pintunya ternyata itu adalah maid di rumah widya.
"iya?siapa ya?ada perlu apa?" tanya maid itu pada kami bertiga.
"apa widya ada di rumah?" tanya ryan.
"ohh mencari non widya,non widya memang ada dirumah tapi...." ucap maid terputus.
" tapi kenapa??" tanya gizel takut widya kenapa-napa.
"apa kami boleh bicara dengan widya?kami akan berusaha membujuknya" ucap ryan.
"tentu saja ayo akan kuantar ke kamar non widya" ucap maid.
maid tersebut mengantar ryan,arga,dan gizel di depan kamar widya,kamar itu terkunci dari dalam.
ryan,arga,dan gizel mencoba untuk membujuk widya agar mau keluar dari kamar.
tok tok tok
"wid,buka pintunya ini aku gizel" ucap gizel.
namun tidak ada jawaban dari dalam kamar,beberapa menit kemudian.
"apa kau sendirian kesini?" tanya widya dari dalam kamar.widya hanya ingin memastikan bahwa ryan tidak ikut,ia masih merasa sakit hati dengan ryan.
gizel yang mendapat pertanyaan seperti itu dari widya langsung menoleh ke arah ryan,ryan memberikan kode bahwa gizel harus bilang ia datang sendiri agar widya mau membuka kan pintu.gizel mengerti jika widya dan ryan ada masalah tapi dia tidak akan iku campur dengan urusan mereka.akhirnya gizel menuruti apa kata ryan.
"iyya wid...aku kesini sendiri,tolong bukakan pintunya" ucap gizel.
ceklek...(pintu terbuka pelan)
__ADS_1
ryan langsung saja mendorong pintu itu dan masuk ke dalam,ryan juga menguncinya kembali,hanya ryan dan widya yang berada di dalam kamar,widya terkejut dengan kedatangan ryan.
"a-pa yang kau lakukan?" tanya widya kaget.
ryan menatap widya tajam dia mulai berjalan mendekatinya,widya yang menyadari itu langsung berjalan mundur untuk menghindarinya.
dengan cepat ryan menarik tangan widya dan jatuh kepelukannya,ryan memeluk widya dengan erat.
widya tidak bisa menahan air matanya ia meneteskan air matanya sambil memeluk ryan.ryan menyadari bahwa widya menangis langsung menghapus air mata yang menetes di pipi widya.
widya yang mendapat perlakuan seperti itu dari ryan menjadi semakin menangis ia begitu bahagia karena ryan masih peduli dengannya.
"sudah jangan menangis lagi,kau jelek saat menangis" ucap ryan sambil tertawa kecil.
"biar saja aku jelek memang apa pedulimu" ucap widya dengan kesal.
"kenapa kau mengunci dirimu di kamar sendirian sejak kemarin?" tanya ryan.
widya tidak menjawabnya ia hanya diam dengan tatapan kosong.
"apa kau marah denganku?" tanya ryan.
"tidak" ucap widya singkat.
"benarkah,ya sudah kalau kau baik-baik saja aku akan pulang" ucap ryan seraya melangkahkan kakinya.
dengan cepat widya menghentikannya,widya memeluk ryan dan kembali menangis.
"aku mohon jangan tinggalkan aku,hiks...hiks..." ucap widya sambil menangis.
"siapa yang akan meninggalkanmu?aku tidak akan meninggalkanmu apa kau mengerti?" ucap ryan.
"tidak kau berbohong,hanya untuk membuatku senangkan,kau tidak tulus mengatakannya" ucap widya.
"jika kau tidak akan meninggalkanku lalu untuk apa kau membuat surat perjanjian itu" ucap widya semakin menangis.
"kau tau kan kita dijodohkan dan kelak kita menikah, aku takut akan berbuat macam-macam,dan menyakitimu nanti" ucap arga.
"apa kau tidak tahu aku sangat mencintaimu" ucap widya menatap mata ryan dengan tulus.
ryan diam mematung menatap widya,apa ini mimpi?mengapa widya mengatakan hal itu kepadaku.
"apa kau bercanda?hhaha" tanya ryan sambil tertawa.
"kau pikir ini lucu,aku serius dengan ucapanku" ucap widya serius
😁jangan lupa bantu vote,like,komen,beri rating 5 juga😁
__ADS_1