scratches of life

scratches of life
wedding day


__ADS_3

18:00


malam ini adalah pesta pernikahan ryan,widya,arga,dan gizel.akad nikah sudah dilaksanakan pagi tadi,sekarang mereka resmi menjadi pasangan suami-istri.


"selamat ya nak putri ayah sekarang sudah menjadi seorang istri dan akan menjadi seorang ibu..." ucap pak alex pada widya.


"ayah....aku akan tetap menjadi putri kecilmu.." ucap widya dengan mata berkaca-kaca.


"iya nak...dimata ayah kau tetap menjadi putri kecil yang sangat nakal.." ucap pak alex memeluk widya.


"andai..ibu masih ada mungkin....dia sangat bahagia"


ucap widya sambil menangis.


"nak sudah jangan menangis...kau tidak sendiri ada ayah,ryan,dan juga anakmu nanti,ibu mu pasti senang melihat kita dari sana..."ucap pak alex.


"aku sangat....merindukan ibu..." ucap widya.


sedari tadi ryan melihat widya dari kejauhan,ia juga merasakan apa yang widya rasakan,ryan ingin menghibur widya agar ia tidak larut dalam kesedihan,akhirnya setelah pesta selesai ryan diam-diam mengajak widya keluar rumah.


"kita mau kemana?" tanya widya.


"udah kamu duduk aja" ucap ryan.


ryan pun melajukan mobilnya dan beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah danau yang indah,mereka berdua duduk di tepi danau.


"wid kalau aku boleh tanya,ibu kamu kemana kok di pesta tadi aku cuma lihat kamu sama ayah kamu aja,aku belum pernah lihat ibu kamu?" ucap ryan.


"emm....ibu aku udah nggak ada..." ucap widya sedih.


"maaf ya wid aku nggak tahu..." ucap ryan.


sebenarnya ryan tahu semuanya tetapi ryan ingin widya menceritakan masalahnya agar dia tidak tertekan.


"iya nggak papa kok.." ucap widya.


"ibu kamu meninggal sejak kapan?" tanya ryan.


"dulu waktu aku masih umur 7 tahun,aku hampir ditabrak mobil tapi ibu yang nyelamatin aku dan ibu juga yang kena tabrakannya,ibu meninggal saat itu juga" ucap widya.


"kamu sabar ya...banyak kok orang yang sayang sama kamu didunia ini.." ucap ryan.


"emm...kalau ibu kamu?" tanya widya.


"dia nggak pantas dipanggil ibu,waktu aku dan arga masih kecil dia pergi gitu aja ninggalin kami,dia pergi karena papa udah nggak punya apa-apa waktu itu.."


ucap ryan.


"ma-maaf...." ucap widya.


"udah nggak papa,ayo sekarang kita pulang udara disini mulai dingin" ucap ryan.


"iya baiklah..." ucap widya.


merekapun kembali melajukan mobilnya menuju rumah.


🌚🌚🌚


disisi lain,arga dan gizel masih sibuk bertengkar karena hal kecil.


"kamu tidur di sofa.." ucap arga.


"kok aku sih...ya kamu lah" ucap gizel.


"ini kan kamar aku kok jadi kamu yang ngatur" ucap arga.


"kamu jahat banget masa nggak mau ngalah sama cewe sih" ucap gizel.


"oke yaudah....kita tidur di ranjang bareng,aku janji nggak ngapa-ngapain kamu gimana?" ucap arga.

__ADS_1


"beneran...?awas aja sampek kamu macem-macem!"


ucap gizel.


"iya....iya..bawel banget" ucap arga.


"ya udah sana katanya mau mandi duluan.." ucap gizel.


beberapa saat kemudian arga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya,gizel terhipnotis ketika melihat dada bidang yang atletis itu,arga yang menyadari tatapan gizel hanya tersenyum kecil.


"udah...biasa aja ngelihatnya nggak usah segitunya" ucap arga.


"ihh...apaan sih...siapa juga yang ngelihatin.." ucap gizel.


gizel pun membuka papper bag yang diberikan mommy nya tadi,katanya ini untuk baju ganti gizel,karena gizel belum mengemasi semua barang-barang yang ada di rumahnya,ketika membuka papper bag itu gizel menjadi terkejut karena isinya adalah sebuah lingerie.


"mana mungkin aku memakai ini..." ucap gizel.


"ada apa?" tanya arga.


"mommy ku tidak mengirimkan semua pakaian ku,tapi malah mengirimkan ini.." ucap gizel sambil menunjukkan lingerie itu dengan polosnya.


"ya..sudah pakai saja..." ucap arga dengan santainya.


"tapi ini sangat terbuka..." ucap gizel.


"lalu...apa kamu mau tidur menggunakan gaun pesta.." ucap arga.


"ti-tidak...ya sudah aku akan mengganti pakaian ku.." ucap gizel.


gizel pun masuk ke dalam kamar mandi,sementara arga duduk di tepi ranjang dan sibuk memainkan ponselnya.


beberapa saat kemudian gizel keluar dengan menggunakan lingerie,arga berusaha menelan ludahnya,gizel merasa sangat tidak nyaman menggunakan lingerie ini.


"jangan menatapku seperti itu...!!" ucap gizel.


"kau yang menggodaku...dengan menggunakan pakaian seperti itu..." ucap arga.


tok...tok...tok...


"cepat tutupi tubuhmu dengan selimut,aku yang akan membuka pintunya" ucap arga.


gizel pun dengan cepat menuju ke ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


ceklek...(arga membuka pintunya)


"ada apa?" tanya arga pada seorang maid yang berdiri di depan pintu.


"tuan menyuruh kami mengantarkan jus" ucap maid.


"baiklah biar aku yang bawa,kau pergilah" ucap arga.


arga pun membawa jus nya ke dalam dan mengunci pintunya kembali.


"ini minumlah..." ucap arga sambil meletakkan jus nya di meja.


"kamu...nggak minum juga..?" ucap gizel.


"aku tidak suka meminum jus di malam hari" ucap arga.


gizel pun meminumnya sampai habis,beberapa menit kemudian dia merasa gelisah,tubuhnya terasa sangat panas.


"kamu kenapa...?" tanya arga.


"nggak tau...rasanya tubuhku sangat panas.." ucap gizel.


'apa mungkin papa mencampurkan sesuatu ke dalam jus itu' ucap arga dalam hati.


"tolong aku....." ucap gizel.

__ADS_1


"tapi aku harus bagaimana menolongmu??" ucap arga.


gizel tidak bisa menahan panas nya lagi,ia pun membuka pakaiannya,arga berusaha menyadarkan gizel tapi itu tidak berhasil.


"apa yang kamu lakukan...pakai pakaian mu..." ucap arga.


"rasanya sangat panas aku tidak bisa menahannya lagi.."ucap gizel.


gizel menatap wajah arga,ia mulai menjadi sangat liar dan sangat bernafsu,ia pun mulai menggoda arga.


arga mencoba untuk tidak tergoda tapi semakin lama ia tidak bisa menahan nafsunya lagi,dan terjadilah apa yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri.


â›…â›…â›…


keesokan harinya...


gizel merasa sangat pusing dikepalanya ia mencoba bangun,ia pun melihat sekeliling dan melihat dirinya yang hanya terbungkus selimut,ia juga melihat bercak darah disana.


gizel menatap arga yang tertidur disampingnya,ia menjadi sangat marah dan benci pada arga,ia pun mencoba turun dari ranjang.


"awww...." jerit gizel.


"kau kenapa?apa masih sakit?" tanya arga.


"ini semua karenamu...kau sudah janji bukan tidak akan macam-macam!" bentak gizel.


"kau bilang ini karena ku...?ini salahmu kau yang menggodaku kemarin apa kau tidak ingat?" ucap arga.


"kau pasti bohong .." ucap gizel.


"oke akan ku jelaskan...kemarin kau merasa kepanasan dan kau melepas pakaianmu dan kau juga mulai menggoda ku ,apa kau ingat sekarang?" ucap arga.


'astaga...aku baru ingat...bodohnya aku...kenapa aku bisa menggodanya??' ucap gizel dalam hati.


"ya sudah lupakan itu...sekarang biar aku membantumu membersihkan diri...." ucap arga.


"tidak perlu...aku bisa sendiri" ucap gizel.


arga menjadi sangat kesal,lalu ia menggendong tubuh gizel dan meletakkannya di bath up,mau tidak mau gizel harus menerima bantuan dari arga.


setelah selesai membersihkan diri dan bersiap-siap keduanya pun turun menuju ruang makan,disana sudah ada pak yono,ryan dan widya.


arga membantu gizel berjalan karena ia masih merasa sakit dibagian sensitifnya,semua orang menatap keduanya dan tersenyum.


"sepertinya..kau tidak bisa berjalan selama 1 minggu ke depan..hahaha.." bisik widya pada gizel.


gizel hanya diam menunduk malu.


"oh ya...habis ini kalian kemasi barang-barang kalian" ucap pak yono.


"papa ngusir kita?" tanya arga.


"tidak bukan itu ..papa mengirim kalian untuk pergi honeymoon,kalian juga akan menetap disana untuk beberapa tahun" ucap pak yono.


"sekarang pa?" tanya ryan.


"iya..masa tahun depan..." ucap pak yono.


"emangnya kita mau pergi kemana?" tanya arga.


"australia...." ucap pak yono.


"tapi kenapa harus menetap disana untuk beberapa tahun?" tanya widya.


"karena kalian harus kuliah juga maka dari itu papa sudah menyiapkan rumah beserta fasilitas yang kalian butuhkan selama berada disana" ucap pak yono.


"tapi bagaimana dengan papa?tidak akan ada yang bisa mengurus papa disini?" ucap ryan.


"nak jangan khawatirkan papa...,setiap hari kan kalian bisa menelpon dan memberi kabar..." ucap pak yono.

__ADS_1


"papa tahu kan alasan sebenarnya aku tidak ingin pergi kesana..." ucap ryan lalu berdiri meninggalkan ruang makan.


'kau harus melupakan dia ryan,bagaimana pun kau sudah memiliki widya , dia istri dan juga ibu bagi anakmu kelak' ucap pak yono dalam hati.


__ADS_2