
18:30
gizel sedang berdiri menghadap cermin,dengan menggunakan dress yang diberikan mommy nya tadi.dress itu berwarna putih panjangnya selutut sangat cocok untuk gizel,ditambah lagi polesan make up tipis di wajah gizel,gizel terlihat sangat cantik.
"huffhh...aku terpaksa melakukan ini hanya demi orang tua ku" ucap gizel.
tok...tok...tok (suara ketukan pintu kamar)
"gizel cepat turun mereka sudah datang" ucap mommy.
"hmm iya baiklah mom aku segera turun" jawab gizel.
gizel pun keluar dari kamar dan menuruni tangga,ternyata semua orang sedang duduk di ruang tamu,gizel pun menuju kesana,langkah gizel terhenti saat melihat.
"ryan,arga?" ucap gizel kaget.
"gizel?" ucap ryan dan arga.
"ternyata kalian saling kenal?" ucap pak yono(papa ryan dan arga).
"dia temen sekelas kami pah" ucap ryan.
"wahh...bagus kalau gitu kalian sudah saling mengenal" ucap pak yoga (daddy gizel)
"jadi gizel ini yang akan papa jodohkan sama arga" ucap pak yono tersenyum ke arah gizel.
"kok arga sih pah,kan kakak anak pertama harusnya kakak dong yang nikah duluan?" ucap arga.
"kakak kamu sudah punya calonnya sendiri,papa nikahin kamu supaya kamu ngerti gimana rasanya punya tanggung jawab" ucap pak yon.
"ya tapii..kan pah.." ucap arga terpotong.
"udah gak ada tapi-tapian" ucap pak yono.
"pak saya sudah siapkan cincin nya" ucap pak yono kepada pak yoga.
"arga nikahh sekarangg pah!!!??" ucap arga kaget.
"ya enggak lah,sekarang kamu tunangan dulu sama gizel,nanti waktu kamu lulus sekolah, papa nikahin kamu,udah sekarang kamu pasang cincinnya" ucap pak yono.
gizel dan arga tidak punya pilihan lain selain menuruti apa kata orang tua nya,setelah selesai memasangkan cincin keduanya resmi bertunangan,lalu dilanjut makan malam bersama,setelah itu keluarga pak yono pamit pulang karena sudah larut malam.
⛅⛅⛅
hari ini aku bangun pagi-pagi sekali,aku ingin cepat berangkat ke sekolah aku tidak tahu aku harus cerita ke siapa soal kejadian kemarin malam akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada widya,aku yakin widya bisa tempat untuk menceritakan semua kehidupanku.setelah semua siap aku pun langsung berangkat.sesampainya di sekolah aku pun langsung turun dari mobil dan berlari menuju kelas,sesampainya disana aku sudah melihat widya duduk dibangku,aku pun mengahampirinya dan duduk disebelahnya.
"wid.." ucap gizel.
"hm iya kamu katanya mau cerita?cerita apa?" tanya widya.
__ADS_1
secara tidak sengaja gizel menatap cincin yang dipakai oleh widya,cincin itu sama seperti cincin gizel yang diberikan arga.gizel pun bertanya pada widya.
"wid kok cincin kita sama ya?" ucap gizel sambil melihatkan cincin yang dipakainya.
"emm...sebenarnya....aku...udah....tunangan" ucap widya.
"ha?sama siapa?" tanya gizel.
"ryan" ucap widya pelan.
"kok bisa?" tanya gizel.
"jadi sebenernya aku dulu dijodohin sama orang tua aku sama anak temennya,dulu aku nolak ternyata setelah aku tahu kalau yang dijodohin sama aku itu ryan yahh...aku nggak nolak" ucap widya.
"tapi kok cincinnya sama persis ya?" tanya widya.
"jadi gini wid..aku mau cerita juga aku juga dijodohin dan ituu...sama argaa!" ucap gizel dengan raut wajah sedih.
"wahh..benerann" ucap widya kaget.
"iy-yya" ucap gizel.
"wahh selamat ya" ucap widya sambil memeluk gizel.
"wid apa kamu bahagia sama ryan?" tanya gizel.
"kamu ceritain semuanya ke aku,kamu kenapa?"tanya gizel berusaha menenangkan widya.
"ryan menerima perjodohan ini karena terpaksa zel,dan dia juga bilang sama aku katanya aku gak boleh berharap lebih dari dia" ucap widya mulai meneteskan air mata.
"sabar ya wid...,kalau ryan itu memang jodoh kamu pasti dia akan menerima kamu seiring berjalannya waktu" ucap gizel.
"aku percaya kok zel suatu hari nanti ryan pasti bisa menerima aku" ucap widya berusaha tersenyum.
tiba-tiba ryan dan arga masuk ke dalam kelas,gizel dan widya terkejut langsung menghapus air matanya.mereka berdua hanya diam dan tak melirik sedikitpun ke arah widya dan gizel.widya tau ryan masih belum bisa menerima kehadirannya apalagi sebagai pendamping hidupnya kelak,sedangkan arga masih kesal karena dia harus bertunangan dengan gizel wanita yang dianggapnya sangat menyebalkan.
hari ini tidak seperti biasanya,mereka berempat hanya diam dan tidak saling berbicara seperti biasanya,jangankan berbicara menatap saja tidak.
tak terasa waktu berjalan dengan cepat sekarang adalah jam pulang sekolah,semuanya membereskan barang-barangnya.tinggallah ryan,arga,widya,dan gizel yang belum keluar dari kelas.melihat ryan yang belum keluar dari kelas widya menjadi sangat takut dan gugup tapi tiba-tiba.
"aku akan mengantarmu pulang" ucap ryan tanpa menoleh ke widya.
"ti-tidak perlu" ucap widya.
"aku tidak suka penolakan" ucap ryan.
"wid sebaiknya turuti saja" bisik gizel.
"ayo cepat!" ucap ryan.
__ADS_1
"iy-ya baiklah" ucap widya lalu pergi bersama ryan.
tinggallah hanya arga dan gizel yang berada di kelas.
"kenapa kau masih ada disini?" tanya gizel.
"aku akan mengantarmu juga" ucap arga.
"aku gak mau" ucap gizel.
"kalau saja ini bukan perintah papa mungkin aku sudah meninggalkanmu disini apa kau tahu itu?" ucap arga.
" ya sudah pergilah tinggalkan aku disini" jawab gizel.
"aku sedang tidak ingin berdebat denganmu ayo cepat aku akan mengantarmu" ucap arga berusaha agar tidak marah.
"sudah aku katakan bukan AKU TIDAK MAU" ucap gizel.
arga yang mendengarnya tidak bisa menahan emosi nya lagi,arga pun menggendong tubuh gizel dan membawanya keluar dari kelas.
"apa yang kau lakukan??" tanya gizel terkejut.
"diamlah" ucap arga.
"turunkan aku" ucap gizel.
namun tiba-tiba gizel dan arga berpapasan dengan aurel,aurel terkejut dengan yang dilihatnya.
"arga..?apa yang kau lakukan?" tanya aurel.
arga pun menurunkan tubuh gizel,gizel menjadi sangat malu dengan apa yang dilakukan arga.
"kenapa kau bersama dengan gadis jelek ini arga?" tanya aurel dengan tatapan tajam melihat gizel.
gizel hanya diam ketika mendapat tatapan tajam aurel,arga tahu aurel menatap gizel iri.
"kenapa memangnya,dan aurel siapa yang kau katakan jelek?" ucap arga.
"tentu saja gadis ini" ucap aurel dengan menunjuk gizel.
"apa kau tidak tahu aurel?" ucap arga.
"tahu apa maksudmu?" tanya aurel penasaran.
"yang kau katakan gadis jelek ini adalah tunanganku" ucap arga lalu menarik tangan gizel dan pergi.
aurel masih mematung dia tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar 'tunangan' mana mungkin gadis itu mendapatkan arga yang tampan dan kaya.
🍍jangan lupa bantu vote , like ,dan komen🍍
__ADS_1