scratches of life

scratches of life
makan malam yang kacau


__ADS_3

18.29


widya dan gizel sedang sibuk bersiap-siap sementara ryan dan arga sedang menunggu mereka di bawah.


"hufh...kenapa para wanita selalu lama ketika bersiap-siap..." ucap arga kesal.


"entahlah aku juga tidak mengerti...sampai sekarang itu menjadi misteri" ucap ryan.


"kakak ada-ada saja..." ucap arga.


10 menit kemudian...


widya dan gizel akhirnya turun setelah berdandan cukup lama.


"ayo,kita berangkat sekarang.." ucap widya.


"apa kalian sudah selesai mempercantik diri?" ucap arga kesal.


"sudah...ayo kita berangkat..." ucap gizel.


mereka berempat pun masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke restaurant yang terkenal di australia.


sesampainya disana mereka disambut oleh beberapa pelayan,karena mereka adalah pengunjung dengan layanan VVIP.


para pelayan menunjukan ruangan yang telah disiapkan,ruangannya berada di lantai 3,meja makannya berada di ruangan terbuka dengan pemandangan langsung menghadap pada gemerlap kota.


"waw...ini sangat indah sekali...." ucap arga.


"menakjubkan..." ucap gizel.


"apa kamu sangat senang?" bisik ryan pada widya yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"emm...senang nggak ya!?" ucap widya seolah-olah berpikir.


"kalau gak senang kita pergi ke tempat lain aja!!" ucap ryan dingin.


"nggak usah...iya...iya aku senang banget...puas!?" ucap widya kesal.


"hmm...." ucap ryan tersenyum senang.


para pelayan datang dan menyajikan banyak makanan,mereka ber empat pun mulai makan sambil berbincang-bincang.


tidak lama kemudian terdengar suara keributan di depan ruangan,


"aku ingin masuk!!" teriak seorang wanita paruh baya yang memaksa masuk ke dalam ruangan.


"maaf nyonya,ruangan ini sudah dipesan,jadi nyonya bisa memesan ruangan yang lain..." ucap pelayan.


"ma...sudahlah kita pesan ruangan yang lain saja" ucap seorang pemuda yang sepertinya datang bersama wanita paruh baya tersebut.


wanita paruh baya tersebut pun mendorong para pelayan yang tidak mengizinkannya masuk.


"ada apa ini?" tanya widya.


"tenanglah...mungkin saja ada sedikit kerusuhan disini.." ucap ryan.


"SIAPA YANG BERANI MEMESAN RUANGAN INI SELAIN AKU!!!?" ucap wanita paruh baya itu yang tiba-tiba datang.


ryan dan arga menjadi terkejut saat melihat wanita tersebut,hatinya kembali merasa sakit saat menatap wanita itu.


"ma...sudahlah...jangan buat keributan..." ucap pemuda yang sepertinya adalah putra wanita paruh baya itu.


"Heii!!kenapa kau diam nak?kau tidak tahu siapa aku!?" bentak wanita tersebut pada ryan.

__ADS_1


"aku tahu....dengan jelas siapa wanita penghianat seperti dirimu..." ucap ryan dengan dingin.


"Apa maksutmu!!?" tanya wanita itu dengan bingung.


"Nyonya aradhana....oh aku lupa mungkin kau sudah melupakan keluarga aradhana bukan!!?" ucap arga menahan air matanya.


"Apa!?siapa kalian?tahu apa kamu tentang saya?" ucap wanita paruh baya itu dengan rasa sedikit takut.


"tuan ryan...maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini..."ucap manajer restaurant.


"kamu ryan??dan kamu pasti...arga?" tanya wanita tersebut dengan rasa takut.


"ternyata ingatan mu masih bagus...,aku kira kau sudah melupakan ku" ucap arga.


"ayo kita pergi dari sini!" ucap ryan.


mereka berempat pun pergi dari ruangan tersebut,tetapi wanita paruh baya itu terus mengejar mereka.


"nak tunggu..." teriak wanita itu tapi tidak dihiraukan oleh ryan dan arga.


ryan pun melajukan mobilnya meninggalkan restaurant tersebut,sementara wanita itu terus menatap kepergian ryan dan arga.


"tuan zayn sebaiknya anda ajak nyonya artika pulang" ucap manajer restaurant.


"baiklah...maaf atas keributan yang telah terjadi karena mama ku...,aku akan mengganti kerugiannya..." ucap zayn putra dari wanita itu.


"terima kasih tuan..." ucap manajer restaurant.


"ma...ayo kita pulang...ini sudah malam sebaiknya kita kembali pulang..." ucap zayn.


"zayn...cari tahu tentang mereka...aku mohon tolonglah aku..." ucap nyonya artika.

__ADS_1


"jangan memohon kepadaku ma...aku akan mencoba mencari tahu siapa mereka...mama tenang saja..." ucap zayn.


__ADS_2