
pagi harinya...
sinar matahari masuk menembus jendela kaca dan menyinari mata indah yang sedang tertutup itu.
"sayang...bangun ini sudah pagi...ayo bersiap kita akan turun untuk sarapan.." zayn mencoba membangunkan widya yang tertidur pulas.
"hmm...sebentar lagi...aku masih mengantuk..." ucap widya yang masih enggan membuka matanya.
"kalau begitu aku akan membawakan sarapanmu kemari ya...kau ingin makan apa?" ucap zayn.
"susu dengan roti saja..." ucap widya.
"baiklah...cepat mandi..aku akan segera kembali..." ucao zayn seraya pergi.
drtt...drt..drrtt..
"huh...siapa pagi-pagi begini menelfon!?" umpat widya dengan kesal.
mau tidak mau widya terbangun dan langsung mengangkat telfon tersebut.
'hallo?' tanya widya di telfon.
'hari ini cuaca nya sedang tidak baik bukan?apa keadaan mu juga seperti itu?' ucap ryan.
'shitt!apa maksutmu?' widya kesal.
'hahaha...lupakan saja..oh ya apa kau sudah bertemu dengan istri tuan zayn...oh..bagaimana aku bisa lupa..kau juga istri tuan zayn bukan?' ucap ryan.
'apa kau menelfon ku hanya untuk mengatakan itu?kalau begitu aku akan menutup telfonnya!oh ya hari ini cuaca disini sedang cerah sama seperti yang kurasakan...mungkin disana cuaca sedang buruk seperti yang kau rasakan bukan' ucap widya kesal.
tut..tut...tut..
__ADS_1
"huffh...dia merusak moodku di pagi hari saja.." ucap widya kesal.
"sebaiknya aku bersiap-siap...ini sudah mulai siang" ucap widya seraya bersiap.
****
selesai bersiap-siap kini widya sedang duduk di balkon menikmati pemandangan kota.
"sayang?kau dimana?" ucap zayn yang baru saja datang membawa makanan.
"aku disini..." ucap widya.
"hufh..disini dingin...ayo masuk..." ucap zayn.
"hmm.." widya menuruti kata zayn.
"sarapanmu ku letakkan di meja.." ucap zayn.
widya hanya diam dan memasang wajah kesal,zayn yang melihatnya langsung merasa peka.
"aku sendiri tidak tahu...tapi rasanya aku ingin sekali marah...kesal..ingin menghancurkan sesuatu.." ucap widya dengan wajah sedih.
'apa mungkin ini efek kehamilan?mungkin saja begitu..aku jadi bingung' batin zayn.
"agh..ehh..kalau begitu marah saja..." ucap zayn.
"pada siapa aku harus marah?" tanya widya heran.
"kau bisa memarahiku bukan..."
"mana mungkin aku memarahimu?" ucap widya.
__ADS_1
"lakukan saja...aku tidak masalah.." ucap zayn.
ceklek...
tiba-tiba reyna masuk tanpa merasa malu,widya dan zayn yang melihatnya menjadi sangat geram.
"sayang...apa ini?ini tidak adil untukku!aku tidak mau tahu kau harus menceraikan pe*ac*r ini!" ucap reyna kesal.
"reyna..apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk?" ucap zayn.
"kenapa?aku istri mu...aku juga berhak atas dirimu" ucap reyna.
"maaf mengganggu...tuan ada sedikit urusan yang harus anda selesaikan.." ucap sean yang tiba-tiba datang.
"agh..ya baiklah..aku akan kesana..wid aku akan segera kembali...dan kau reyna jangan macam-macam!" ucap zayn seraya pergi bersama sean.
"dasar pe*a*ur! kau tidak tahu malu!" bentak reyna.
"kata-kata itu sangatlah pantas untukmu bukan untukku!" ucap widya.
"kau menjengkelkan...aku akan memberimu pelajaran!" ucap reyna marah.
saat reyna akan mendorong widya,widya langsung spontan menghindar dan reyna lah yang terjatuh terbentur meja.
brak..
"aww..sialan!" umpat reyna.
"hahaha...apa kau perlu bantuan nona?" ejek widya.
"diam kau!" bentak reyna.
__ADS_1
"tidak mau ditolong ya sudah...aku akan pergi...bye nona reyna...nikmati rasa sakitnya.." ucap widya seraya pergi.
"sialan!kenapa gue yang jatuh sih!" ucap reyna