
"nyonya...aku mohon bangunlah..." ucap sean mencoba menyadarkan widya.
"sean...kita pergi saja dari sini...untuk apa kau menolong gadis itu..." ucap reyna kesal.
"aku harus menelfon tuan..." ucap sean.
'ada apa sean?' ucap zayn ditelfon.
'tuan...cepat kembali ke kamar hotel anda..ada sesuatu yang penting...' ucap sean.
'baiklah...aku akan kesana' ucap zayn.
tut...tut...tut..
sean segera mengangkat tubuh widya dan membawanya ke kamar hotel zayn,sesampainya disana sean membaringkan tubuh widya di ranjang.
"sean...untuk apa kau membawanya kesini?gadis ini menyusahkan saja!" ucap reyna.
"anda akan segera tahu segalanya nyonya..." ucap sean dengan tatapan datar.
"apa maksut..." ucap reyna terpotong.
"ada apa ini?" ucap zayn.
zayn langsung terkejut melihat widya ada disini.
"widya!?ada apa dengannya sean?kenapa dia bisa ada disini?" ucap zayn dengan khawatir.
"saya tidak sengaja bertemu dengan nyonya di bawah" ucap sean.
"apa kau tahu...aku dan dia tadi bertengkar dibawah...tapi saat aku menyebut namamu sebagai suamiku dia langsung pingsan...hmm gadis aneh!" ucap reyna.
"Apa!?" sontak zayn terkejut.
"kenapa?kau memang suamiku bukan?apa salahnya jika aku mengatakan itu" ucap reyna.
"reyna kau membuat semuanya semakin kacau!" ucap zayn menahan amarah.
__ADS_1
"apa salahku!?memangnya siapa dia!?kenapa kau membelanya!?" ucap reyna ikut marah.
"kau ingin tahu siapa dia!?dia ISTRIKU!!" ucap zayn penuh penekanan.
"Apa?ti-tidak!kau bohong kan?katakan bahwa itu semua tidak benar!" ucap reyna terkejut.
"agh...sa-sakit..." ucap widya yang tersadar.
"sayang...mana yang sakit?kita ke rumah sakit ya?" ucap zayn khawatir.
"tidak...aku ingin pulang..." ucap widya dengan lemas.
"besok kita akan pulang...sekarang istirahatlah...kau lelah kan.." ucap zayn memeluk widya.
"DASAR PE*AC*R!!tidak tahu malu!!" teriak reyna.
"reyna!!jaga ucapanmu!" bentak zayn.
"hiks...hiks.." suara widya menangis.
"baik tuan.." ucap sean.
sean membawa paksa reyna pergi agar tidak membuat masalah ini menjadi semakin rumit.
"hiks..hiks.."
"sayang...kau harus mendengarkan ku..." ucap zayn.
"kau jahat..hiks..kenapa kau mempermainkan ku?" ucap widya.
"aku tidak bermaksut ingin mempermainkanmu...sean memberitahuku bahwa istri ku masih hidup...dan ternyata itu semua benar,aku sangat kecewa padanya...dia menggunakan alasan kematian agar bisa pergi jauh...meninggalkanku dan putranya sendiri..." ucap zayn.
"kenapa dia melakukan itu?" tanya widya.
"karena dulu dia bosan hidup denganku...waktu itu papa ku lah yang memegang semua perusahaan,reyna selalu memaksa ku agar mengambil alih perusahaan papa...namun aku selalu menolaknya...reyna menganggap aku hanya bisa menumpang hidup pada uang papa...sering kali kami bertengkar hanya karena itu..terkadang reyna melampiaskan kemarahan nya pada zian..aku heran padanya bagaimana seorang ibu bisa menyakiti anaknya sendiri?" ucap zayn.
"apa kau masih mencintainya?" tanya widya.
__ADS_1
"semenjak aku tahu itu semua...aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya lagi...orang yang aku cintai sekarang ada di pelukanku...aku tidak akan pernah melepaskan mu...aku sangat mencintai mu.." ucap zayn mempererat pelukan.
"lalu bagaimana dengan rayna?" tanya widya.
"secepatnya kami akan berpisah...,sekarang aku tanya padamu...bagaimana kau bisa ada disini?" ucap zayn.
"sebenarnya kemarin gizel menyuruhku datang ke apartemen ryan untuk menjemputnya,tapi saat aku datang malah ada ryan saja dan dia memberi ku kejutan ulang tahun..dia menghiasi apartemen nya dengan bunga..fotoku..dan hiasan yang indah..lalu saat aku ingin pergi dari sana ia malah berkata bahwa kau berada di australia bukan di singapore...aku hanya ingin memastikan ucapan ryan itu tidak benar...tapi ternyata itu benar.." ucap widya.
"maafkan aku...aku suami yang tidak bisa membuatmu bahagia...bahkan aku tidak tahu kapan ulang tahunmu..." ucap zayn sedih.
"itu tidak masalah...tapi sekarang kau harus memberiku hadiah..." ucap widya dengan senang.
"hadiah?hadiah apa yang kau inginkan ratu ku?" ucap zayn menggoda widya.
"emm...aku ingin hadiah ini...Cup.." ucap widya mengecup pipi zayn.
"baiklah...aku akan memberikannya..bahkan akan lebih bagus dari itu.." ucap zayn tersenyum senang.
cup...
cup...
cup...
"sudah...hentikan..." ucap widya merasa geli karena zayn menghujani nya dengan kecupan.
"aku merindukanmu...cup...aku tidak bisa jauh darimu...cup.." ucap zayn dengan terus mengecupi leher dan bibir widya.
"tapi aku tidak merindukanmu..." ucap widya.
"benarkah?kau tidak rindu denganku?pasti kau rindu dengan milikku ini..." bisik zayn dengan mengusap miliknya ke paha widya.
"ihh..dasar mesum.." ucap widya dengan tersenyum.
"aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi..." bisik zayn.
dan terjadilah apa yang biasa dilakukan suami istri😌
__ADS_1