scratches of life

scratches of life
es cream


__ADS_3

🌥🌥🌥


hari sudah mulai panas,mereka sedang duduk di bangku taman untuk beristirahat sejenak.


"hufh...capek juga ya.." ucap widya.


"iya..." ucap gizel.


"panas banget..." ucap arga.


tiba-tiba datang dua orang yang membuat suasana bertambah panas.


ryan,widya,gizel,dan arga menjadi muak melihat mereka berdua.


"kalian disini juga?" tanya aurel tiba-tiba datang.


"kamu kenal juga sama mereka rel..? ucap luna.


"ya kenal dong kak...mereka itu temen seangkatan aku waktu sma di jakarta..." ucap aurel.


"ryan..nanti malam kamu bisa nggak nemenin aku ke pesta ulang tahun temen aku...sekalian aku kenalin sama mereka kalau kamu calon aku.." ucap luna dengan tidak malunya.


widya yang mendengar ucapan luna menjadi sangat emosional.


ryan menggenggam tangan widya dan memberinya isyarat agar tetap tenang.


"maaf nona anda sangat tidak tahu malu,


oh mungkin saja anda belum tahu kalau saya sudah menikah dan saya akan menjadi seorang ayah..."


"Apa!!?...,kamu bercanda kan?itu pasti bohong!" bentak luna.


"kak..., ryan sama widya emang udah nikah dan widya juga lagi hamil..." ucap aurel pada luna kakaknya.


"nggak mungkin dia hamil...mungkin aja dia hamil bukan anak kamu ryan.." ucap luna.


plak....


"aww...kamu berani nampar aku!?" ucap luna.


"dari tadi kamu ngehina aku...aku cuma diem aja...,tapi sekarang kalau kamu ngehina anak aku...aku nggak bisa terima itu..." ucap widya dengan marah.

__ADS_1


"udah kita pergi aja dari sini...." ucap ryan menggenggam tangan widya lalu membawanya pergi menjauh dari luna.


"kakak sama adiknya emang sama...,


sama-sama nggak tahu malu..." ucap gizel.


"apa kamu bilang!??" ucap aurel dengan mata melotot ke arah gizel.


"udah...stop!!!" ucap arga.


"ga..dia duluan yang mulai.." ucap aurel.


"apaan...orang lo duluan yang mulai..." ucap gizel.


"zel ayo kita pergi.." ucap arga menarik tangan gizel.


aurel menjadi bertambah kesal karena arga selalu saja membela gizel.


"ihhh...dasar awas aja lo zel.." ucap aurel.


"rel ,kita harus ngerebut semuanya dari dua gadis itu.." ucap luna.


"kamu tenang aja...udah ada saatnya buat mereka berpisah..." ucap luna dengan senyum licik.


"maksut kakak? aku nggak ngerti?" tanya aurel bingung.


"ryan pasti mempertahanin pernikahannya buat anak yang belum lahir itu...,tapi kalau anak itu nggak lahir buat apa lagi ryan bertahan hahaha..." ucap luna.


"jangan bilang...kakak mau bunuh bayi yang belum lahir itu!?,aku nggak mau ikut-ikutan ah" ucap aurel takut.


"udah kamu tenang aja..." ucap luna.


🍧🍧🍧


ryan,widya,gizel,dan arga pergi menuju toko es cream yang terkenal di australia.


widya masih merasa sangat kesal dengan ucapan luna,tetapi ryan berusaha untuk menenangkannya.


"udah...jangan dipikirin omongan dia..lupain aja ya.." ucap ryan.


"tapi dia itu keterlaluan banget..." ucap widya.

__ADS_1


"iya aku tahu...tapi kasihan baby nya mau makan es cream tapi mommy nya nggak segera memesan" ucap ryan.


"sorry sir so what kind of ice cream variant order?


(maaf tuan jadi memesan es cream varian apa saja?)" ucap salah satu pelayan.


"aku mau rasa apel..." ucap widya.


"aku strawberry..." ucap gizel.


"kalau kamu ga?" tanya ryan pada arga.


"emm...samain aja sama punya gizel.." ucap arga.


"we ordered variants of apple, strawberry 2, and chocolate.


(kami pesan varian apel,strawberry nya 2,dan coklat)" ucap ryan.


"well then you wait a moment I will make the order


( baik...kalau begitu anda tunggu sebentar saya akan membuatkan pesanannya..)" ucap pelayan seraya pergi.


"oh ya..kamu udah cari universitas terbaik disini?" tanya ryan pada arga.


"udah kok...kita tinggal daftar aja.." ucap arga.


"kamu jadi ngambil fakultas apa wid? tanya gizel.


"desain interior..." ucap widya.


"kamu yakin nggak mau kayak kita ngambil manajemen bisnis.." tanya arga.


"aku yakin banget aku mau ngambil desain interior...." ucap widya.


"ya udah terserah kamu...pokoknya jaga baby ini baik-baik ya..." ucap ryan dengan memegangi perut widya.


"aku pasti jagain ini baik-baik kok...." ucap widya.


setelah itu mereka menikmati es cream sambil berbincang-bincang.


hari semakin panas, mereka memutuskan untuk kembali pulang dan beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2