
"jadi begitulah ceritanya..." ucap arga.
"maaf aku jadi membuatmu sedih..." ucap gizel.
"tidak...ini bukan salahmu...agh sudahlah sebaiknya kita tidur ini sudah malam,besok kita harus kuliah" ucap arga.
"hm baiklah...selamat malam..." ucap gizel lalu memejamkan matanya.
"selamat malam juga..." ucap arga.
🌥🌥🌥
keesokan harinya...
semua orang sedang sarapan di ruang makan.ryan,arga dan juga gizel ada jadwal kelas pagi ini, sedangkan widya ada kelas pada siang hari nanti.
"aku berangkat ya..." ucap ryan mencium kening widya.
"hmm...hati-hati..." ucap widya.
"kamu juga hati-hati....kalau ada apa-apa telfon aku..." ucap ryan.
"oke baiklah,cepat berangkat nanti terlambat" ucap widya.
mereka bertiga pun berangkat ke kampus,sedangkan widya di rumah sendirian karena para pekerja hari ini libur.
tingg...tongg...(suara bel rumah)
"siapa ya?apa mungkin luna?ahh kayaknya gak mungkin deh" ucap widya dalam hati.
dengan cepat widya membukakan pintu,disana terlihat seorang wanita yang mengenakan busana yang sangat glamour serta perhiasan yang berkilauan.
"maaf anda siapa ya?" tanya widya.
wanita tersebut pun membalikkan tubuhnya menghadap dan menatap widya dari bawah sampai atas.
__ADS_1
"apa putra ku ada disini!?aku ingin bertemu dengannya!" ucap nyonya artika.
"emm...dia ta-tadi berangkat ke kampus.." ucap widya gugup.
"apa kau tidak mempersilahkan ku untuk masuk!?" ucap nyonya artika.
"emm...iy-ya silahkan..." ucap widya.
nyonya artika pun langsung masuk dan duduk di ruang tamu,widya menghela nafas panjang rasanya sangat gugup bagaimana pun ini pertama kalinya ia berbicara dengan ibu mertuanya.
"ibu ingin sesuatu?akan aku buatkan" ucap widya.
"tidak perlu!kau duduk disini aku ingin bicara padamu" ucap nyonya artika.
"ibu ingin bicara tentang apa?" tanya widya.
"kemarin kita bertemu bukan,aku melihatmu bersama putra ku,aku yakin kalau kau adalah kekasihnya,tapi...aku lihat kau sangat tidak cocok sekali mendampingi putraku!" ucap nyonya artika.
"tapi aku adalah istr...." ucap widya terpotong.
"tetapi..." ucap widya terpotong.
"hustt...tidak ada tapi-tapi an,mulai sekarang aku akan menyembunyikanmu di rumah ku untuk sementara agar putraku mengira bahwa kau lah yang meninggalkannya" ucap nyonya artika.
"tidak...aku tidak mau..." ucap widya menolak.
"kau tidak mau menurut?baiklah aku akan mencoba cara yang ampuh agar kau mau menuruti perkataanku" ucap nyonya artika.
"aku mohon jangan lakukan ini pada ku...aku sangat mencintai putramu..." ucap widya yang mulai menangis.
nyonya artika memanggil bodyguard nya untuk membius widya hingga tak sadarkan diri,lalu ia membawanya pergi ke rumahnya.
🔥🔥🔥
di kampus....
__ADS_1
"kak??" tanya arga.
"iy-ya ada apa?" ucap ryan.
"kakak kenapa dari tadi nggak fokus sih?" ucap arga.
"aku merasa tidak tenang meninggalkan widya sendirian di rumah" ucap ryan.
"kakak tenang saja...aku akan menyuruh salah satu maid untuk mengecek keadaan widya di rumah,bagaimana kakak setuju?" ucap arga.
"iya baiklah...cepat kamu hubungi.." ucap ryan.
beberapa menit kemudian...
"kak gawat!!" ucap arga.
"ada apa?" tanya ryan.
"kenapa ga?" tanya gizel ikut khawatir.
"maid yang aku suruh ke rumah buat ngecek widya,dia bilang widya nggak ada di rumah,terus katanya pas maid itu datang ke rumah pintunya udah kebuka gitu aja nggak ada orang" ucap arga.
"kita harus pulang sekarang!" ucap ryan.
"gue ikut..." ucap dimas tiba-tiba datang.
"nggak!" ucap ryan.
" ini bukan saatnya kita berantem,yang penting sekarang kita cari widya sampai ketemu" ucap dimas.
"udahlah lo nggak usah sok perhatian sama widya!" ucap ryan.
"terserah lo mau bilang apa,pokoknya gua mau ikut cari widya" ucap dimas.
"udah-udah kok jadi malah berantem sih?kita cari bareng-bareng" ucap arga.
__ADS_1
mereka berempat pun bergegas pergi ke rumah,ryan dan dimas merasa sangat cemas,ia takut terjadi apa-apa pada widya.