
setelah kelas selesai widya keluar dengan beberapa teman barunya untuk mengelilingi kampus ini,tiba-tiba dimas datang dan memberi isyarat pada alya untuk meninggal kan widya bersamanya (alya adalah salah satu teman baru widya di kelas).
"wid..aku duluan ya...besok aja kita jalan-jalannya...dah..." ucap alya lalu buru-buru pergi bersama yang lain.
"tapi...al..kok aku ditinggal sendirian sih.." ucap widya.
"jadi aku nggak dianggap manusia nih.." ucap dimas.
"bukan begitu maksut ku adalah..." ucap widya terpotong.
"ah sudahlah...kamu mau jalan-jalan keliling kampus kan...biar aku temani saja..ayo.." ucap dimas.
"tapi...aku..." ucap widya terpotong.
dimas langsung menarik tangan widya dan membawanya jalan-jalan,widya ingin menolak tapi dimas selalu saja memotong perkataannya.
dimas mengajak widya berkeliling dan menjelaskan setiap ruangan dan tempat yang ada disana,setelah itu dimas meminta widya mengantar nya ke kelas sebagai balasan karena tadi dimas sudah mengantar widya ke kelasnya.
sesampainya di depan kelas,dimas dan widya tiba-tiba langsung berhenti karena melihat ryan,arga,dan gizel.
__ADS_1
semua orang saling memandang,tak terkecuali ryan yang memandang dimas dengan tatapan tajam apalagi ia sedang menggandeng tangan istrinya itu membuatnya semakin dipenuhi amarah.
'ahh sial...aku pasti akan mendapatkan amarah darinya nanti' batin widya.
"ohh...jadi kalian satu kelas dengan ku juga...mungkin saja kita ditakdirkan untuk menjadi teman...iya kan ryan?" ucap dimas dengan senyum mengejek.
"kita tidak akan menjadi teman...oh ya satu hal lagi ,apa aku perlu menjelaskannya berulang-ulang agar kau mengerti..,jauhi istriku....ingat itu..." ucap ryan menatap tajam ke arah dimas.
"tidak akan pernah...walaupun dia sudah menjadi istrimu...rasa cinta ku padanya tidak akan pernah hilang...kau yang harus ingat itu..mengerti!?" bisik dimas pada ryan.
dimas lalu pergi masuk ke dalam kelas,widya mencoba menenangkan ryan,tapi ryan tidak mau mendengarkan dan menyuruhnya untuk pulang,widya hanya bisa diam menurut.
sesampainya di rumah widya langsung berpikir hal yang harus ia lakukan agar ryan tidak marah lagi kepadanya,ia pun pergi ke dapur untuk memasak,banyak masakan yang widya hidangkan.
setelah selesai memasak widya langsung membersihkan dirinya agar pada saat ryan pulang ia akan terlihat segar,kemudian widya tiba-tiba merindukan ayahnya dia jadi ingin menelpon nya,widya pun mencoba menghubungi ayahnya.
"hallo...nak?" ucap pak alex di telpon.
"ayah...apa ayah baik-baik saja disana?" ucap widya.
__ADS_1
"iya ayah baik disini...bagaimana denganmu?" tanya pak alex.
"aku baik ayah..,aku sangat merindukan ayah ku yang sangat cerewet itu..." ucap widya sambil tertawa.
"oh benarkah...jadi menurutmu ayah sangat cerewet...begitu?" ucap pak alex.
"sangat...sangat...cerewet...dan aku sangat merindukannya..." ucap widya.
"setelah selesai kuliah disana kamu harus langsung pulang ke rumah ayah..,ayah juga sangat merindukanmu dan juga calon cucuku itu" ucap pak alex.
"tentu saja ayah...setelah aku menyelesaikan kuliah ku disini aku akan langsung pulang ke rumah ayah..." ucap widya.
"ya sudah...ayah tutup telponnya,sebentar lagi ayah akan ada rapat..." ucap pak alex.
"baiklah...dahh ayah...." ucap widya.
tut..tut...tut..
"sebentar lagi mereka pasti pulang...mungkin saja dalam perjalanan.." ucap widya.
__ADS_1
widya menunggu di ruang tamu sambil menonton tv,ia merasa sangat bosan karena di rumah sangat sepi,hanya ada beberapa pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya.