
widya telah sampai dibandara saat malam hari,ia langsung menuju rumah zayn yang dulu ia tempati saat di australia.
ting...tong...ting...
ceklek...
"nona??ahh...silakan masuk..." ucap pembantu itu terkejut.
"apa tuan zayn pulang kesini?" tanya widya.
"tidak nona...."
"kau yakin?" tanya widya mencoba memastikan.
"iya nona...saya yakin..."
"hmm..." widya terdiam bingung.
"apa nona akan beristirahat....saya akan membersihkan kamar anda nona..."
"tidak...itu tidak perlu...aku akan pergi...oh ya jangan pernah bilang pada tuan zayn jika aku kesini ya?" ucap widya.
"iya nona...saya tidak akan bicara pada tuan zayn"
"kalau begitu aku pergi dulu" ucap widya seraya pergi.
widya memilih menginap di hotel terdekat karena ini sudah malam,ketika widya sedang memesan kamar ia tidak sengaja melihat sean yang berada di lift.
"bukankah itu sean?sedang apa dia disini?" ucap widya.
widya berlari ke arah lift tersebut,namun ia terlambat dan pintu lift nya pun tertutup.
"lift nya menuju ke lantai 15...aku harus menyusul...ayo cepat...kenapa lama sekali..." ucap widya terus memencet tombol liftnya.
ting....
widya segera masuk dan menuju lantai 15,setelah sampai disana terdapat banyak sekali ruang kamar,ia bingung ruang nomor berapakah yang di tempati oleh sean.
"apa mungkin aku salah lihat?tidak mungkin sean disini bukannya dia pergi ke singapore bersama zayn?ya..mungkin saja aku salah lihat...lebih baik aku pergi ke kamarku.." ucap widya.
"agh...itu nomor kamarku...ternyata ada di lantai ini..lebih baik aku beristirahat sejenak disini" ucap widya.
*****
__ADS_1
"tuan...saya sudah memesankan makan malam untuk anda.." ucap sean yang baru saja datang.
"kenapa kau tidak menyuruh pelayan untuk membawa makan malamnya kesini?" tanya zayn.
"aku yang menyuruh sean untuk tidak membawa makannya kesini...aku ingin makan di restaurant hotelnya sayang..." ucap reyna.
"sean...kau bisa pergi sekarang" ucap zayn.
"baik tuan..." ucap sean seraya pergi.
"sayang...apa kau tidak merindukanku?" ucap reyna bergelayut manja di lengan zayn.
"reyna...lepaskan..." ucap zayn kesal.
"kenapa sekarang kau memanggilku dengan namaku?" ucap reyna ikut kesal.
"ingatlah kau sendiri yang meninggalkan ku dan putraku!" ucap zayn.
"apa kau tidak bisa melupakan hal itu?" ucap reyna.
"aku sedang tidak ingin membahasnya...cepat bersiaplah..kau ingin makan malam bukan.." ucap zayn.
"hufh.." reyna mendengus kesal.
*****
"aku akan pergi ke toilet sebentar..." ucap reyna seraya pergi.
"hmm..." zayn hanya mengangguk.
ketika sedang berjalan reyna sedang bermain ponsel dan tidak memperhatikan jalan,ia pun bertabrakan dengan widya dan menyebabkan ponselnya itu jatuh dan retak.
brak...
"siall!!!apa kau tidak bisa melihat?" bentak reyna.
"maaf?tapi kau yang berjalan tapi tidak memperhatikan jalan" ucap widya.
"kau yang menabrakku gadis bodoh!!" ucap reyna dengan dengan keras.
"nona...jika aku jadi dirimu pasti sangat malu...berteriak di tempat umum dan membuat keributan..." ucap widya.
"kau ingin mengajariku!?kau ingin sok pintar ha?" ucap reyna menantang.
__ADS_1
"maaf nona...aku tidak ingin bertengkar...aku sedang hamil.." ucap widya.
"gadis muda sepertimu sudah hamil?jangan-jangan kau seorang p*lac*r...tidak mungkin kan kau bisa menginap di hotel semahal ini?berapa kau menjual tubuhmu itu?" ucap reyna dengan tidak tahu malunya.
plak...
"kau sangat tidak sopan nona!aku adalah wanita baik-baik bukan seperti mu tingkah laku mu sudah bisa membuktikan kalau kau adalah wanita tidak tahu malu!"ucap widya.
"berani sekali kau menamparku!?" bentak reyna.
tangan reyna ingin menampar widya tapi dihentikan oleh sean yang tiba-tiba datang.
"lepaskan aku sean...biarkan aku memberi wanita ini pelajaran..dasar pe*ac*r!!" teriak reyna kepada widya.
"nyonya hentikan..." ucap sean pada reyna.
"sean?" ucap widya dengan bingung.
seketika sean menoleh ke arah widya,sean sangat terkejut,dan bingung.
"agh...nyonya?kenapa anda bisa ada disini?" ucap sean dengan bingung.
"harusnya aku yang bertanya padamu sean...kenapa kau ada disini?" tanya widya.
"sean apa kau mengenalnya?apa hubunganmu dengan dia?apa dia istrimu?jika benar dia istrimu maka aku akan menyuruh suamiku untuk memecatmu!" ucap reyna.
"memecat?kau menyuruh suamimu memecat sean?suamimu..." ucap widya.
"iya suami ku...zayn alex azender....kenapa?apa kau takut dengannya?hahaha..." ucap reyna dengan tertawa seperti orang gila.
"zayn...dia...ini..tidak mungkin" ucap widya dengan lemas.
widya tidak bisa menerima semua kebenaran ini,tubuhnya seakan lemah setelah mengetahui itu.
"nyonya...aku bisa menjelaskannya..ini tidak seperti yang anda bayangkan...tolong jangan terlalu dipikirkan...itu akan membuat anda stress nyonya..." ucap sean mencoba menenangkan widya.
"jadi selama ini kalian membohongiku?kenapa?apa salahku?dengan begitu mudahnya aku menerima lamaran itu...hiks..hiks..kenapa aku sangat bodoh..." ucap widya dengan menangis tersedu-sedu.
"nyonya...itu tidak benar...ini hanya salah paham..." ucap sean.
"aku membenci kalian semua!aku kecewa padamu sean..kau sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri...kenapa kau dan zayn tega mempermainkanku?" ucap widya terus menangis.
widya terus menangis dan meminta jawaban pada sean,sejurus kemudian ia merasa semakin lemah dan jatuh tak sadarkan diri.
__ADS_1
"nyonya...bangun...jika tidak tuan akan marah padaku" ucap sean mencoba menyadarkan widya.