
sesampainya di rumah, ryan dan arga menyuruh widya dan gizel untuk tidur duluan sedangkan mereka berdua ingin membahas tentang wanita di restaurant tadi.
"kak...dia telah kembali..." ucap arga.
"kamu tenang saja...aku akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentang latar belakang keluarga mereka" ucap ryan.
"aku rasa pemuda tadi adalah anak dari perselingkuhannya dulu,apa kakak merasa begitu juga?" ucap arga.
"aku juga merasa begitu...,ini sudah malam sekarang kembali lah ke kamarmu kasihan istrimu pasti tidak bisa tidur..." ucap ryan
"iya baiklah kak" ucap arga.
setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing
*kamar ryan dan widya*
ceklek....
"kenapa kamu belum tidur?ini sudah malam cepat tidur sekarang" ucap ryan.
"aku tidak bisa tidur..." ucap widya.
"kamu tidak bisa tidur karena kejadian tadi?" tanya ryan.
"hmm..." widya berdehem.
"baiklah aku akan memberitahumu wanita tadi adalah ibuku" ucap ryan.
"kamu serius...tapi tadi..." ucap widya.
"aku sudah pernah mengatakan bukan...dia meninggalkanku dulu waktu aku masih kecil...dan dia tadi berdiri dihadapanku tanpa rasa bersalah,aku sangat membenci nya..." ucap ryan menahan rasa sakitnya.
"kamu tenang ya...aku bakalan selalu disini mendampingi kamu..." ucap widya memeluk ryan.
"terima kasih...aku sangat beruntung memilikimu...aku mohon jangan pernah meninggalkanku..." ucap ryan membalas pelukan widya.
__ADS_1
*kamar arga dan gizel*
sesampainya di kamar arga melihat gizel yang mondar-mandir dengan wajah penuh kecemasan.
"kenapa mondar-mandir malam-malam gini?" tanya arga.
"hufh...kamu dari mana aja sih?aku khawatir banget" ucap gizel.
"tumben khawatir....biasanya juga bodoamat.." ucap arga.
"ihh...serius ini mah...kamu bercanda mulu..." ucap gizel kesal.
"iya iya maaf,ya sudah sekarang kamu tidur" ucap arga.
"kamu cerita dulu sama aku...apa yang sebenarnya terjadi...aku terus kepikiran ini jadinya..." ucap gizel.
"cerita apa sih..." ucap arga pura-pura tidak tahu.
"ga...aku ini istri kamu,aku juga tempat dimana kamu menceritakan semua keluh kesal kamu" ucap gizel.
"iyaa aku bakalan ceritain semuanya ke kamu" ucap arga dengan raut wajah sedih.
waktu aku masih kecil,perusahaan papa bangkrut dan kami harus hidup dengan kesederhanaan.
di suatu malam orang tua kami bertengkar sangat hebat,aku dan kakak hanya bisa melihat dan menangis.
'aku ingin kita bercerai!!' ucap bu artika.
'apa kau sudah mulai hilang akal...bagaimana dengan anak-anak kita yang masih kecil ini,apa kau ingin meninggalkan mereka!?" ucap pak yono.
'aku tidak peduli...aku sudah lelah hidup miskin seperti ini...lebih baik aku cari suami baru yang lebih tampan dan kaya' ucap bu artika.
'jadi kau meninggalkan ku hanya karena aku sudah tidak punya apa-apa lagi!!?' ucap pak yono.
'tentu saja,untuk apa aku harus mempertahankan ini semua kamu juga udah miskin' ucap bu artika.
__ADS_1
'keterlaluan kamu....tega sekali kamu melakukan ini padaku...setidaknya pikirkanlah anak-anakmu yang masih kecil ini' ucap pak yono.
'mulai sekarang mereka bukan anakku!dan aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan keluarga ini!' ucap bu artika seraya pergi membawa koper miliknya.
ryan dan arga pun mengejar dan mencoba menghentikan bu artika yang ingin meninggalkan mereka entah kemana.
'mama...jangan pergi...' ucap arga menarik tangan bu artika.
'jangan meninggalkan kami ma..' ucap ryan.
'mulai sekarang jangan memanggilku mama!!apa kalian mengerti!?' ucap bu artika.
'mama aku tahu aku anak yang nakal...tapi aku janji akan tidak nakal lagi...tapi mama jangan pergi...' ucap arga.
'sudah aku bilang kalian bukan anakku mulai sekarang!!pergilah jauh-jauh dariku,aku ingin membuat keluarga baru yang bahagia,jadi kalian jangan coba-coba berani menampakkan diri kalian dihadapanku!' ucap bu artika.
'aku membencimu ma...' ucap ryan sedih.
'hahaha...itu bagus...aku juga membenci kalian' ucap bu artika.
tidak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah sederhana milik mereka,seseorang turun dari mobil tersebut.
'akhirnya kamu datang juga...' ucap bu artika tersenyum bahagia.
'apa urusanmu dengan mereka sudah selesai sayang?' ucap seseorang tersebut.
'sudah...sebaiknya kita cepat pergi dari sini..' ucap bu artika.
bu artika dan seseorang pria itu pun melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan arga dan ryan yang menangis sejadi-jadinya.
'mamaa....hiks hiks...' ucap arga menangis.
'aku akan membalas semua ini...' ucap ryan dengan dingin.
semenjak kejadian itu kak ryan menjadi seseorang yang dingin dan pendiam,sedangkan papa mencoba membuat usaha-usaha kecil dan lambat laun itu berkembang dan kehidupan kami kembali seperti dulu lagi.
__ADS_1
tapi rasa sakit yang diberikan mama untuk kami masih amat terasa perih,dan aku ingin mama tahu betapa sakitnya luka yang aku alami karenanya.
akhir cerita