
"kau lucu sekali hahah" ejek ryan.
"ryan aku serius,apa kau mau memberiku kesempatan" ucap widya.
"apa?" ucap ryan terkaget ternyata widya serius dengan ucapannya.
"biarkan aku mencintaimu,aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku juga,aku mohon" ucap widya sedih.
"tapi jika kau tidak berhasil membuatku suka padamu maka jangan salahkan aku dan juga kau tidak boleh menyakiti dirimu,apa kau mengerti?" ucap ryan.
"benarkah kau memberiku kesempatan?" ucap widya bahagia.
"hemm.." ryan berdehem.
"yeeeayyyyyy.......yeayyyyyy....."
widya menjadi salah tingkah,ryan yang melihatnya hanya terkekeh.
πππ
suasana di luar kamar widya.
"huffhh...kenapa kakak lama sekali sih" ucap arga sambil mondar-mandir depan pintu..
"apa kau bisa diam,kau sudah mondar-mandir 100Γ,aku yang melihatnya jadi pusing" ucap gizel kesal.
"aku sedang khawatir,bisa saja telah terjadi sesuatu pada kakakku" ucap arga.
"kakak mu akan baik-baik saja" ucap gizel.
ceklek..(pintu kamar terbuka)
ryan dan widya keluar dari kamar.
"widya kamu gak papa kan?" tanya gizel sambil memeluk widya.
"aku gak papa kok zel" ucap widya.
"ya sudah kalau begitu kita pamit dulu,jaga dirimu baik-baik" ucap ryan dibalas dengan senyuman widya.
"tapi kan kak aku baru saja bertemu dengan widya kenapa kita buru-buru pulang sih?" ucap arga.
"baiklah kalau gitu aku akan pulang,jika kau ingin tetap disini maka kau bisa pulang sendiri kan" ucap ryan.
'ya tuhan kenapa kau memberiku kakak yang begitu kejam dengan adiknya' ucap arga dalam hati.
"jangan mengatai ku dalam hati" ucap ryan.
arga terkejut dengan perkataan ryan bagaimana bisa ryan tahu bahwa dirinya mengatainya dalam hati.
__ADS_1
"ti-dak kok kak" ucap arga.
"ya sudah wid aku pamit ya" ucap gizel.
"kami akan mengantarmu pulang zel"ucap ryan.
ketiganya pun pamit pulang.gizel tidak punya pilihan lain selain diantar oleh ryan dan arga.
πππ
keesokan harinya.
widya berjalan masuk ke kelas dengan perasaan bahagia,ya karena ryan akhirnya tau bahwa ia mencintainya dan mau memberinya kesempatan.
sesampainya di kelas,widya terkejut melihat gizel sudah datang biasanya dia yang datang paling awal.
"tumben kamu datang pagi sekali" tanya widya seraya duduk.
"wid aku mau nanya" ucap gizel.
"nanya apaan?" ucap widya.
"kemarin kamu ngapain aja sama ryan?" tanya gizel.
"emm...ng-gak ngapa-ngapain kok" ucap widya terbata-bata.
"ihh apaan sih zel orang nggak ngapa-ngapain kok" ucap widya sambil menahan malu.
"wid..pipi kamu merah tuhh.." ucap gizel terus menggoda widya.
"udah ah zel aku gak mau bahas itu" ucap widya.
akhirnya jam masuk telah tiba para siswa seperti biasa mengikuti pembelajaran.
tak terasa jam istirahat berbunyi.
kringg ....
"wid...ayo ke kantin aku laper ni.." ajak gizel.
"emm..kamu duluan aja" ucap widya.
"beneran kamu gak ikut?" tanya gizel.
"iyaa gizel" ucap widya.
akhirnya gizel pun pergi,beberapa menit kemudian widya keluar dari kelas ia ingin pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku,widya sangat suka membaca buku.sesampainya di perpustakaan ia memilih-milih buku sambil berjalan.
buggg....
__ADS_1
widya tidak sengaja menabrak seorang pria yang membawa tumpukan buku yang sangat banyak,bukunya jadi berserakan.
"argghh..."ucap pria itu kesakitan karena kejatuhan banyak buku.
"ma..ma-af,aku tidak sengaja" ucap widya takut.
widya membantu mengumpulkan buku-buku yang berserakan tersebut,pria itu terdiam memandangi widya terus,widya yang menyadari tatapan itu menjadi sangat takut.
"maafkan aku menatapmu seperti itu kau jadi takut karena ku" ucap pria itu.
"harusnya aku yang minta maaf karena tidak sengaja menabrak mu tolong maafkan aku" ucap widya.
"tidak masalah aku juga tadi tidak melihat jalan" ucap pria itu sambil tersenyum pada widya.
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu sekali lagi aku minta maaf" ucap widya akan melangkah kan kakinya pergi namun dihentikan oleh pria tersebut.
"tunggu...perkenalkan nama ku dimas ajhi kau bisa memanggilku dimas" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
"emm...aku widya" ucap widya sambil menjabat tangan dimas.
tiba-tiba ryan tidak sengaja lewat perpustakaan dan dia melihat widya berpegangan tangan dengan dimas,ryan memang mengenal dimas,dimas adalah musuhnya sedari ryan duduk dibangku sekolah dasar,dimas selalu iri dengan ryan yang selalu juara,berbagai cara licik dilakukan dimas agar ryan terjatuh,tapi itu semua tidak berhasil.
ryan yang melihat dimas tersenyum kepada widya menjadi sangat emosi dan ingin sekali merobek mulutnya agar dia tidak bisa tersenyum kepada widya,ryan tidak bisa mengontrol emosinya lagi ia langsung menghampirinya.
"wid..ayo kita kembali ke kelas!" ucap ryan sambil menarik tangan widya dari genggaman dimas.
tetapi dimas tetap menggenggam erat tangan widya itu sukses membuat ryan sangat marah.
"LEPASKAN TANGANMU,Jangan menyentuhnya!!" bentak ryan kepada dimas.
dimas tersenyum kecil,sekarang ia tahu kelemahan ryan,dimas tetap menggenggan tangan widya erat,widya dan ryan berusaha melepaskannya tapi tidak bisa.
buggg....buggg....
ryan geram pada dimas yang tidak mau mendengarkan perintahnya,ryan pun memukul dimas berkali-kali.
darah mengalir di sudut bibir dimas,akhirnya dimas melepaskan tangan widya.
widya langsung saja menarik ryan agar pergi dari sini.
"ryan...sudah hentikan ayo kita pergi saja" ucap widya menarik tangan ryan.
perkelahian itu membuat para siswa berkumpul untuk melihatnya.widya dan ryan pun pergi meninggalkan dimas,widya terus menggandeng tangan ryan menuju ke kelas.
ryan menarik tangan widya dan membawanya di depan wastafel,ryan mencuci tangan widya berkali-kali dia tidak ingin ada bekas sentuhan tangan dimas di tangan widya.widya hanya diam saja,widya merasa bahwa ryan cemburu melihatnya bersama orang lain.
selesai itu semua widya dan ryan menuju ke kelas.
πjangan lupa vote,like,dan komenπ
__ADS_1