Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Ya, aku pulang


__ADS_3

Pram masih saja mengatakan bahwa urusannya hanya bersenang-senang saja, itu ada di perjanjian kontrak.


Nana tidak mempercayai semua itu karena dia juga membaca surat kontraknya, Pram mencoba menipu istrinya sendiri.


"Pulang! aku mohon kau pulang dulu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan di tempat ini!"


"Ya, aku pulang."


Pram sepertinya lebih mengalah daripada sebelumnya, sekarang pusing itu kembali melanda kepala Nana.


"Ya Tuhan, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini, aku juga tidak bermimpi menikahi pria yang menyebalkan seperti itu."


Nana mencoba untuk memahami semua ini, pada akhirnya segera melakukan cara yang lebih jitu, yaitu menghubungi ibunya dan meminta saran.


"Kau harus pandai dalam urusan ranjang."


"Apa?"


"Iya, suami tidak akan pergi jika kau pandai."


"Bukan itu maksudku ibu, tapi menangani kedua orang tua Pram yang tidak mau akur karena Pram yang keras kepala, itu saja."


"Haha, tapi kau juga harus di paham jika mereka bertengkar karena apa? selain ingin cucu, mertuamu itu tahu sifat asli anaknya. Aku juga sebenarnya tidak setuju jika kau menikahi pria itu, tapi kau yang memintanya. Kau bilang karirmu akan hancur ketika tidak menjadi istri Pram. Ibu bisa apa?"

__ADS_1


"Bukan saatnya untuk banyak bicara seperti itu, aku hanya ingin saran bukan kata-kata yang membuatku pusing."


"Haha, Ibu pernah berhubungan dengan pria semacam itu dan mereka yang akan mencintai kita, kau tetaplah cuek seperti biasanya tetapi harus lebih perhatian dengan kedua orang tuanya. Kau pasti akan menjadi menata idaman dan suamimu tidak akan pergi dari rumah."


"Cih, ibu selalu mengatakan hanya tidak mungkin."


"Loh, mereka memang ayah dan ibumu kan? jadi sudah seharusnya menjadi menantu idaman."


Hal ini menjadi bahan perenungan bagi Nana si gadis julid.


Sang gadis mulai duduk dan memikirkan saran dari ibunya.


Ya, pada akhirnya Nana mau mengikuti apa yang dikatakan oleh sang ibu.


"Oke, semoga kau berhasil mendapatkan hati mertuamu."


"Oke."


Panggilan telefon usai, sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini sebab pernikahan kontrak hanya 6 bulan saja, tapi apakah dia akan hidup dalam sebuah keluarga yang banyak sekali permasalahan tiap harinya?


Nana, mencoba untuk memberikan pencerahan di dalam keluarga itu tanpa menggurui.


..

__ADS_1


Sang gadis keluar dari kamarnya kemudian menuju ruang tamu, di sana ada ibu Pram.


Dia mendekat ke arah ibu Pram dan mengajaknya bicara.


"Bu, apakah aku mengganggu?"


"Tidak, memangnya kau ingin bicara?"


"Oh, Ibu tahu jika aku ingin mengajak bicara."


"Tentu saja, katakan saja apa yang kau inginkan."


Sang menantu menghela nafas, dia tak sanggup lagi berada di dalam kehidupan penuh dengan keributan.


Dalam hati dia berkata bahwa keputusan yang menikahi seorang casanova adalah hal yang sangat buruk tetapi dia mampu menjadikan semuanya baik-baik saja.


"Ibu, aku merasa bersalah karena pernah melakukan hal yang tidak suka dihadapan ibu dan ayah. Aku hanya tidak suka kalian bertengkar, tolong menjadi keluarga yang baik-baik saja."


Ibu Pram tersenyumlah, lalu memeluk Nana.


"Kau adalah seorang gadis yang pertama kali mengatakan ini kepadaku, aku akan berusaha mengikuti apa yang kau katakan tapi tidak janji! hehe, kami memang selalu bertengkar karena anak itu tidak pernah mengikuti apa yang kami katakan. Dia menjadi dirinya sendiri yang sangat urakan."


*****

__ADS_1


__ADS_2